[FF G] Fast Love

FastLove copyTitle : Fast Love

Author : Hyuna_Taby Or @Lira_Taby

Cast : GD Bigbang a.k.a Kwon Jiyoung

          CL 2ne1 A.k.a Lee Chae Rin

          Shin Hyun Ah A.k.a Hyuna (OC)

Other Cast : YG Family

Genre : Sad and Romance

Rating : T 15+

Note : This FF really my Idea, Please Don’t Copy paste Beacuse that FF always Share my blog >> I’m the Baddset (?) << So… Don’t Sillent Reader’s.. I hopely So Happy to read my FF..😀

Disclaimer : kenyataanya Hyuna hanya seorang Pegawai Kontrak dengan jabatan personnel admin di salah satu perusahaan Garment ternama di Seoul, 3 bulan.. ia hanya bekerja tiga bulan di seoul setelah itu ia terancam kembali menjadi seorang penganguran. Hyuna tetap bekerja optimal dan profesonal di perusahaan tersebut. Namun dalam tiga bulan tersebut juga kehidupannya berubah ketika ia bertemu dengan seorang senior bernama Kwon jiyoung.

Shin Hyun Ah Said : “Sungguh, aku tidak tahu.. dan aku tidak bermaksud untuk menganggu rumah tangga kalian”

Lee Chae Rin, Seorang Istri yang baik, setia dan sabar ketika tahu bahwa suaminya mulai menyukai seorang yeoja yang menurutnya jauh lebih baik darinya, lantas apa hubungan Kwon jiyoung dan Hyuna pada Chae Rin ???.. Penasaran ?? ^_^ Chek’it Dot…

@@@@@@@

“anda harus bekerja 2 minggu setelah menyerahkan surat pengunduran diri, setelah itu anda bisa mendapatkan ‘paklangring’ dari perusahaan” Jelas Hyuna pada seorang pegawai yang hendak ingin mengundurkan diri dari perusahaan

“Noona tak bisakah aku langsung resign dari perusahaan ini ?” bujuk pegawai seorang yeoja yang sudah paruh baya tersebut “Aku sudah merasa jenuh bekerja disini, suamiku menyuruhku untuk berhenti dari pekerjaan ini” beribu-ribu alasan keluar dari mulut Ajhuma tersebut

“aku bicara sesuai procedure perusahaan, jika anda terus bertekad untuk resign hari ini juga anda tidak akan mendapat ‘paklaring’ dan juga uang tunjangan” Tegas Hyuna menjelaskan procedure perusahaan yang mempekerjakan dia selama 3 bulan

“Noona, kelak jika kau punya suami, kau tak bisa mengelak permintaannya..” Ucap Ajhuma tersebut terus membujuk Hyuna supaya ia resign hari itu juga

“Aku tak mau lagi mendengarkan alasan Ajhuma, sekarang terserah Ajhuma jika Ajhuma ingin mendapat uang tunjangan Ajhuma harus kerja 2 minggu lagi, Arratso.. ?” jelas Hyuna dengan suara nada menanjak

“Gheuraeyo..” Jawab Ajhuma tersebut pelan seraya menundukan kepalanya dan nampak jelas ia kecewa dengan jawaban Hyuna yang tidak menginjinkan ia Resign hari itu juga. Lantas Ajhuma tersebut meninggalkan meja Hyuna

“Ya… Ajhuma, hari ini kau masih tetap bekerja..” Teriak Hyuna pada Ajhuma tersebut, sedangkan Ajhuma tersebut hanya bisa membungkukan badannya dan mengiyakan seruan Hyuna “Aissh… pekerjaan ini membuat aku nampak seseorang yang keras kepala” ketus Hyuna yang saat itu kembali membereskan mejanya

“ya, seperti itulah bekerja di HRD, kau harus sabar meleyani pegawai yang ingin resign” Ucap Bomie rekan kerja Hyuna yang mejanya bersebelahan dengannya

“Bomie, boleh aku bertanya sesuatu ?”

“Ne.. waeyo ?” jawab Bomie dengan santainya, dan tanpa melirikan matanya kearah Hyuna karena fokus dengan komputer yang berada di depannya

“Kelak jika kau punya suami, kau akan menuruti semua keinginannya ?” tanya Hyuna santai

“Hahahaha…” Bomie memalingkan wajahnya kearah Hyuna lalu menertawakan pertanyaan Hyuna, sedangkan Hyuna hanya bisa mengernyitkan dahinya “Miane.. jeongmal mianhe… Hyuna, jadi sekarang kau berniat menikah hahahaha… bukankah umurmu masih 22 tahun dan kau baru saja menyelesaikan kuliahmu, kenapa tak terpikir oleh mu untuk mencari pekerjaan yang tetap”

“Ne… arratsoyo. Bomie aku serius.. Ajhuma tadi membuat alasan bahwa ia harus resign  dari perusahaan kerena permintaan suaminya..” Jelas Hyuna seraya membuka kembali surat pengunduran diri dari Ajhuma tersebut

“Ne… itu masuk akal, jika di lihat dari history Ajhuma tersebut ia bekerja di sini sudah 13 tahun, tentu saja sebagai seorang suami akan memintanya untuk berhenti dari pekerjaanya dan mungkin suaminya akan berniat membahagiakan dia dengan adanya ia di rumah..”

“Uah.. Bomie kata-kata mu sungguh bijak, jadi kapan kau akan menikah.. ?”

“Ya… kau meledekku, karena aku sudah berumur 29 tahun..” Sewot Bomie mulai keluar ketika candaan Hyuna juga mulai keluar

“Hahahaha… Just Kidding, Ok.. Bomie, kau mau aku jodohkan dengan Oppa ku ? Hahaha..”

“Anio… Seung Hyun-Shi… Anio…” Bentak Bomie ketika Hyuna berencana menjodohkan Bomie dengan Oppanya Seung Hyun yang ia tahu bahwa Seung Hyun jauh lebih muda dari Bomie

2 minggu sudah Hyuna bekerja di perusahaan tersebut, selama itu juga Hyuna selalu dekat dengan Park Bom atau lebih akrab dengan sebutan Bomie, Hyuna memang seseorang yang penuh candaan dan humoris itu faktor kerena ia memang masih muda, sedangkan Bomie pemikirannya sudah dewasa

Tettt……..

Bunyi panjang bel memberitahukan bahwa sekarang adalah waktunya istirahat, Hyuna dan Bomie pun dengan cepat-cepat membereskan meja masing-masing untuk pergi ke kantin

“Bomie, hari ini kau mau makan apa ?” tanya Hyuna sambil menyatukan langkah kakinya bersama Bomie

“Anio, aku rasa hari ini aku tidak mau makan, sebaiknya kau makan saja sendiri di Kantin, aku akan diam di taman saja” ucap Bomie seraya berjalan cepat

“Kau ini, sampai kapan kau akan terus diet..” Oceh Hyuna seraya kesal karena sudah 2 minggu kerja di sana ia tak pernah punya teman untuk makan siang “Gheuraeyo..” Ketus Hyuna seraya memisahkan diri dan berjalan ke arah kantin

Di kantin nampak jelas karyawan yang lain pun sedang mengantri untuk mendapatkan chatering makan siang, dengan sabarnya Hyuna mengantri di barisan tersebut setelah berbaris dan mendapatkan chatering makan siang ia duduk dan makan sendirian di meja paling ujung

Hyuna yang tengah Asik dengan makan siangnya, di kagetkan dengan datangnya seorang Namja dengan kaca mata serta rambut merah menyempurnakan tampilannya

24452_567826033246528_1428593165_n

Namja tersebut meletakan Mampan chatering miliknya lalu tersenyum manis pada Hyuna, sedangkan Hyuna hanya bisa membelalakan matanya dan merasa keheranan apa yang sebenarnya yang ia lakukan di hadapannya

“Mianhe, boleh aku makan bersamamu ? meja lain sudah penuh” Ucap namja tersebut pada Hyuna. Hyuna hanya bisa menelan ludahnya dengan berat dan menganggukan kepalanya beberapa kali, lalu Namja tersebutpun duduk tepat di hadapan Hyuna

“Ya.. Tuhan apa ini mimpi ? namja ini sangat keren…”  Puji Hyuna pada Namja tersebut “sebelumnya aku tak pernah melihat namja setampan ini, sebenarnya siapa dia, lalu apakah dia sudah punya yeojachingu ?” gerutu Hyuna yang merasa bahwa ia mulai menyukai Namja yang baru saja ia lihat “lihatlah cara makannya, ia begitu apik.. Sungguh aku sangat menyukainya.. Tuhan Jadi inikah Cinta pada pandangan pertama…” kata batin Hyuna yang tak bisa membendung perasaannya akan cinta pada pandangan pertama pada namja yang kini duduk di hadapannya

Beberapa saat kemudian, Hyuna dan namja tersebut telah menyelesaikan makan siangnya, saat itu hyuna memang tak bisa menyembunyikan perasaan suka pada namja tersebut, ia hanya bisa menatapnya bak melihat seorang idol yang duduk di kursi sebuah acara meet and greet.

Namja tersebut sesekali mengedipkan matanya dan merasa keheranan atas sikap Hyuna yang tak biasa “Miane..”

“Ne..” Jawab Hyuna sedikit gugup

Tangan kanan namja tersebut mengankat dengan sapu tangan yang ia ambil dari sakunya lalu tanpa Hyuna sadari tangan dengan sapu tangan tersebut membasuh bibir mungilnya “Mian, ada sisa saus di bibirmu” Ucap Namja tersebut seraya tersenyum

Deg… deg…. deg…

Hyuna mendekap dadanya yang bergemuruh kencang “Tuhan… Debaran ini..”

“ireumne..?” tanya namja tersebut mengagetkan Hyuna “Ambilah sapu tangan ini” Kata namja tersbut seraya menyerahkan sapu tangan dengan warna kuning muda dan sedikit dordiran berhurup ‘GD’

“Ah.. ne.. Nae Shin Hyun Ah Imnida” Jawab Hyuna seraya menundukkan kepala “Ouh, kau bisa panggil aku Hyuna, biar lebih akrab.. By The Way Ireumne..?” Tanya balik Hyuna saat itu yang berusaha memutupi kegugupannya

Namja tersebut memberikan sebuah senyuman lalu menjawabnya dengan santai “Kwon Jiyoung” ucapnya jelas namun pelan

“Ne, Jiyoung.. Bhanggapseumnida..” kata Hyuna yang tak bisa membendung betapa semringahnya saat itu

1 Bulan kemudian

Hyuna POV

“Namja yang bernama Kwon Jiyoung telah membuat jantungku berdebar setelah 20 tahun lamanya, perkenalan siang itu adalah awal dekatnya aku bersama dia, setiap hari kita menghabiskan makan siang bersama, lalu sesekali jiyoung menawarkan diri untuk mengantarku ke apartement chinguku yang aku tinggali sementara selama aku bekerja di perusahaan ini, mata besar yang di bingkai bulu mata yang panjang, serta hidung mungil dan lancip, dan bibirnya yang kecil sangat tampan jika ia tersenyum, namun sayang.. setelah sekian hari aku dekat dengannya aku belum pernah tahu tentang keluarganya…. !!!!”

Jiyoung POV

“Shin Hyun Ah, Yeoja berasal dari busan dengan usia 22 tahun. Ia sangat muda dan polos.. Kehangat yang keluar di setiap hembusan napasnya merasa bahwa aku benar-benar hidup, aroma manis yang mengalir dari tubuhnya bisa membuat semua namja menjadi gila, mungkin akulah salah satunya. Aku tak percaya dengan cinta sejati…. Sungguh aku tak percaya akan cinta sejati… bagiku semua itu hanyalah cerita…”

@@@@@@

Author POV

“apa kau tak merasa curiga pada suamimu Chingu ?” Tanya Dara yang tak lain adalah teman dekat Chae Rin “sudah beberapa minggu yang lalu ia selalu pulang telat” Omel Dara pada Chingunya untuk memperingati Suaminya yaitu Jiyoung

“Akhir-akhir ini ia memang sibuk…” jawab pelan Chae Rin seraya memutar-mutar sedotan yang berada di dalam gelas yang berisi lemontea “Chingu… aku sedang hamil, jadi tolong.. aku jangan sampai Stress..” Kata Chae Rin dengan senyum penuh kesinisan menghiasi bibirnya

“Haah..” Dara mengehela napas panjang, ia sadar betul bahwa keadaan Chae Rin sedang mengandung anak pertama dari Jiyoung tentu saja ia harus pintar-pintar untuk menahan emosi “Chingu, kau harus jaga kesehatanmu Ok” Gumam Dara sambil menepuk pundak Chae Rin

“Ne, gheuraeyo…” Chae Rin pun melihat pada jam tangan yang ia kenakan pada tangan sebelah kirinya “ukh… padahal aku masih ingin diam di Cafe ini, Tapi…”

“Tapi…. Suamimu sebentar lagi pulang” Sambung dara dengan tangan menahan dagunya yang indah

“Ne, Mianhe.. jeongmal mianhe Chingu, aku tak bisa membantumu lebih banyak untuk pembukaan Cafe ini” Ketus Chae Rin yang merasa dirinya bersalah karena tak bisa membatu chingunya untuk pembukaan Cafe

“Kau tak boleh merasa bersalah seperti itu, usia kehamilanmu akan menginjak bulan ke 7, tentunya kau harus banyak istirahat dan jangan lupa untuk selalu control ke rumah sakit” pesan dara pada Chingunya itu, sedangkan Chae Rin hanya bisa tersenyum lalu mengambil tas dan berjalan menuju parkiran

Berjalan dengan perut yang mulai terlihat buncit memang sedikit menyusahkan dirinya, maka dari itu ia butuh sekali sosok suami yang bisa menjaga dan melindunginya “Haah…” Chae Rin menghela napas panjang ketika ia duduk di jok mobil “aku belum sempat bertanya pada dokter, apa aku masih dijinkan untuk mengendarai mobil sampai usia kandunganku masuk bulan ke 7 ?” Ujar Chae Rin yang saat itu sudah tak bisa memasangkan sabuk pengamannya “tapi ini sudah larut malam, aku harus cepat pulang sebelum Oppa datang lebih dulu” Pikir Chae Rin yang langsung menyalakan wiper mobilnya

@@@@@@

“Chagiya… kau sudah pulang ?” Tanya Chae Rin pada Jiyoung ketika ia tahu bahwa suaminya sudah pulang lebih awal

“Kau dari mana ? apa dokter belum melarangmu untuk mengendari mobil ?” pertanyaan-pertanyaan Jiyoung membuat Chae Rin tak bisa dengan cepat menjawabnya

Chae Rin dengan segera membawakan segelas air putih dan memberikan pada Jiyoung “minumlah, kau pasti lelah” kata Chae Rin seraya duduk di samping Jiyoung lalu melonggarkan dasi yang melekat pada leher jiyoung

“Chae Rin..” Eja Jiyoung Pelan

“Ne…” Chae Rin menatap Jiyoung dalam, dan untuk pertama kalinya Chae Rin merasa ada yang di sembunyikan dari Suaminya itu “ayo.. bicaralah Oppa..” Batin Chae Rin mulai Dentam

“Kau dari mana ?” Tanya Jiyoung dan membuat Chae Rin tesenyum

“Aku baru saja pulang dari Cafe Dara.. Ouh ya 2 hari lagi Cafe milik dara akan segera di buka, jadi dia meminta agar kita datang pada acara pembukaannya” jelas Chae Rin yang membuat mimik wajah Jiyoung sedikit baik dari sebelumnya jiyoung merasa khawatir pada istrinya

“Gheuraeyo… Chagiya, aku membawakan buah melon kesukaanmu.”

“Jinja..” jawab Chae Rin yang begitu senang ketika suaminya membelikan buah kesukaannya

“Sekarang cepatlah ganti baju, biar aku yang akan menyajikannya” seru Jiyoung yang membuat suasana malam tesebut terasa hangat, dengan senang hati Chae Rin pun pergi ke kamar untuk menganti pakaiannya

Sesudah berganti pakaian, Chae Rin tertegun di sebuah cermin, di mana terlihat jelas sosok seorang yeoja dengan perut yang mulai buncit, rambut panjang yang terurai serta bibirnya yang terlihat pucat, tangannya terangkat lalu memegang cermin tersebut tepat di bagian wajah Yeoja tersebut yang tak lain adalah dirinya sendiri “Lee Chae Rin… bertahanlah… sampai bayi ini lahir…” Gumam Chae Rin dengan mata yang mulai berkaca-kaca seperti ada sesuatu yang di sembunyikan Chae Rin pada Jiyoung

Chae Rin dan Jiyoung sudah hidup bersama selama 2 tahun, awalnya kehidupan mereka sangat penuh dengan kahangatan dan keceriaan, namun jiyoung sendiri merasa ada yang berbeda dengan sikap Chae Rin yang tadinya begitu hangat dan baik, kini kehangatan Chae Rin mulai memudar sejak ia mengandung anak pertamanya

“aku harap tak terjadi apa-apa dengannya..”

“Chagiya….” Seru Jiyoung dari dapur yang mebubarkan lamunan Istrinya tersebut

“Ne… aku akan segera kesana…” sahut Chae Rin seraya berjalan dengan hati-hati, setalah sampai di dapur. Di luar dugaan suaminya telah memasak untuk makan malam “Sup Tho Jang dan ikan Bass mentah (sejenis ikan kembung yang dapat ditemukan di sungai Han gang bagian selatan)” kata Chae Rin dengan senyuman terpancar di bibirnya yang indah

“Ne… Kajja… makanlah..” Pinta Jiyoung pada istrinya “anak kita akan segera lahir, jadi kau harus makan yang banyak” kata Jiyoung kembali membuat hati istrinya sembringah

Refleks Chae Rin memeluk Jiyoung, nampak jelas wajah Chae Rin seperti seseorang yang terharu akan kebaikan suaminya tersebut bahkan ia meneteskan air mata. Tapi Chae Rin sendiri tak tahu apakah ini air mata Kebahagiaan karena mendapat suami yang baik atau kesedihan….??

“Perutmu sudah mulai besar, aku bahkan sedikit susah memelukmu Chagiya” ejek Jiyoung yang malah membuat Chae Rin tersenyum dan mejatuhkan kepalanya pada bahu Jiyoung lalu merasakan betapa hangatnya tubuh suaminya itu

“Haah..” Chae Rin menarik napas lalu… ia seperti menghirup Aroma yang asing di tubuh suaminya “wangi yeoja” batin Chae Rin kaget

“Chagiya.. kau harus cepat memakannya… sebelum semuanya dingin” pinta Jiyoung lalu Chae Rin pun melepaskan pelukannya dan duduk di kursi meja makan

“Oppa… wangi parfummu.. apa ini wangi parfum barumu ?” tanya Chae Rin yang membuat Jiyoung tertegun ketika ia hendak mengambilkan sebuah sendok untuk di berikan pada istrinya

@@@@@@

“Oppa… wangi parfummu.. apa ini wangi parfum barumu ?”

kesunyian serta kedamaian menyelimuti kota seoul malam itu, namun kesunyian dan kedamaian malam itu tidak dirasakan oleh jiyoung, ia beberapa kali membolak-balikan badannya dan yang ada di benakannya itu adalah sebuah pernyataan yang terucap dari mulut manis istrinya “Oppa… wangi parfummu.. apa ini wangi parfum barumu ?” kini pernyataan itu bak menari-nari di atas kepalanya “Chagiya… mianhe..” ketus Jiyoung yang sedang bebaring tidur di sebelah istrinya yang tengah teridur pulas dengan kedua tangan memegang perutnya yang sudah mulai membesar “Chagiya.. hari ini terjadi sesuatu..” Kata jiyoung seraya memegang erat tangan istrinya yang sedang tidur

Jiyoung hanya bisa melihat tangan Chae Rin dan mengamatinya “Chagiya…tanganmu nampak sangat kecil” gumamnya seraya memegang tangan Chae Rin, lalu ia terbangun dari baringannya dan duduk di sebalah istrinya “kakimu juga nampak kurus…!” ucapnya pelan

“seorang yeoja diam-diam menyukaiku, ia begitu menarik dan polos.. apa yang harus aku lakukan Chagiya.. beberapa hari yang lalu kita selalu pulang bersama… dan entah kenapa aku tak bisa menolak semua ajakannya.. apa yang terjadi apa ku, suami macam apa aku ini.. membiarkan istrinya yang sedang hamil tua tinggal sendirian di rumah sebesar ini.. mianhe.. jeongmal mianhe…”

Segenap rasa telah di keluar dari mulut jiyoung, ia menundukan kepelaya hingga tapa ia sadari, Chae Rin membuka matanya perlahan “Oppa..” Kata Chae Rin Pelan

Jiyoung tak menyadari bahwa istrinya ternyata mendengarkan semua cerita yang barusan ia sampaikan, jiyoung mengangkat kepalanya dan membelalakan matanya, Chae Rin memegang erat tangan suaminya lalu berusaha bangun dari tempat tidurnya

“Oppa… apa kau menyukainya ?” Tanya Chae Rin pelan ketika ia sudah terbangun dari tempat tidurnya

Tak sepatah katapun keluar dari mulut Jiyoung “Chagiya…” ketusnya pelan

“untuk seorang namja menyukai seorang yeoja itu sangat wajar..”

“Chae Rin… tapi…”

“aku mengerti Oppa, kita menikah karena kita di jodohkan.. kita menikah bukan atas dasar cinta.. dan aku sudah tahu bahwa ini akan terjadi.. aku.. aku berniat untuk menceraikanmu setelah bayi ini lahir”

“Chae Rin..” Jiyoung sedikit membentak “Ne.. kita menikah memang karena perjodohan, Chagiya.. berpikirlah secara jernih… haah..” Jiyoung menarik napas dan berharap ia bisa menahan semua emosinya “bukankah kau sedang mengandung anak kita..” kata Jiyoung seraya melihat pada perut Chae Rin yang sudah mulai besar

Chae Rin pun menundukan kepalanya lalu mengangkat kembali kepalanya seraya tersenyum “apa kau mencintai ku Oppa..?”

“Ne..aku… aku melakukakannya karena aku cinta padamu, jadi tolong… aku ingin kelak kita hidup bersama dan bahagia” Jiyoung ikut tersenyum lalu memeluk Chae Rin seraya berbisik “Ne.. Sarangheyo..”

Jiyoung melepas pelukannya dan memegang erat tangan Chae Rin “Chagiya.. aku berjanji untuk setia padamu, dan kau juga harus berjanji untuk setia mendampingiku.. janji..”

Chae Rin hanya bisa mengangukan kepalanya dan mengaitkan kelingkingnya pada kelingking jiyoung

@@@@@@

2 hari kemudian

Pembukaan Cafe milik Dara berlangsung dengan hangat, nampak banyak sekali chingu-chingu Dara yang datang

“Annyeong haseyo….” Sapa Dara pada Chae Rin dan Jiyoung ketika mereka datang untuk pembukaan Cafe miliknya “ayo… silahkan duduk” Dara pun mempersihkan keduanya duduk

Tak lama kemudian, Minzy dan Hyuna pun datang ke Cafe tersebut. Keduanya di undang karena Dara dan hyuna sama-sama dari kampung halaman yang sama.

“Eoni..” Sapa Hyuna seraya melambaikan tangannya, Dara yang tengah asik berbincang dengan Chae Rin pun langsung berdiri dan langsung menyapa Hyuna dan Minzy

“Saeng Hyuna,Minzy-ah… akhirnya kalian datang juga, ayo cepat kesini..”

Mendengar perkataan Dara, Jiyoung tak berani melirikan matanya pada Yoeja yang di sebut-sebut Hyuna

“Hyuna… Shin Hyun Ah kah ? benarkah itu dia..” lirih Jiyoung yang hanya bisa menatap istrinya yang sedang memalingkan wajah pada sosok seorang yeoja yang di sebut-sebit Hyuna

Hyuna dan Minzy pun menghampiri meja yang di duduki Chae Rin dan Jiyoung

“Saeng, kenalakan ini temanku, Lee Cahe Rin dan Suaminya Kwon Jiyoung” Kata Dara seraya memperlihatkan kepada kedua rekannya itu

“Kwon Jiyoung” Pikir Hyuna, ia sedikit tertegun ketika matanya berusaha melihat wajah Kwon Jiyoung yang tak lain adalah suami Chae Rin yeoja yang sedang duduk di hadapannya dengan badan yang sudah buncit

“Annyeong… Lee Chae Rin Imnida..” Sapa Chae Rin Berdiri seraya memberikan tangan kanannya untuk membalas salam dari Hyuna dan Minzy

“Ne, Annyeong.. Nae Shin Hyun Ah dan ini Chinguku Gong Minzy” setelah saling berkenalan dan bersalaman. Jiyoung masih saja duduk di tempat duduk

“aku akan membawakan beberapa minuman, jadi kalian bersenang-senanglah..” Ucap Dara seraya menepuk pundak hyuna lalu meninggalakan mereka

“Chagiya…  kau tak memperkenalkan diri, ini Hyuna Sodara Dara dari Busan” Sahut Chae Rin pada Suaminya tersebut

Mendengar ucapan sang istri, Jiyoung pun akhirnya memberanikan diri untuk memalingkan wajahnya pada Hyuna, Sontak Hyuna hanya bisa diam menahan emosi

“Jiyoung Imnida..”

Keduanya hanya bisa saling bertatapan, Hyuna hanya bisa tersenyum miris ketika semua kenyataan menimpa dirinya. Ternyata namja yang ia sukai begitu setia dan mencintai istrinya.

“aku nampak seperti orang bodoh.. ketika aku berdiri dihadapan mereka. Lihatlah jiyoung begitu mencintai istrinya.. lantas apa yang aku lakukan.. sungguh… tak sepintas pun terpikir untuk menhancurkan hubungan kalian.. miane.. jeongmal mianhe… Jiyoung-Sshi hiduplah bersama istrimu yang sabar dan setia ini…” Hyuna

“cinta… cinta itu memang tak akan turun dari langit dalam waktu sehari, cinta bisa datang seiring berjalannya waktu dan kedekatan hubungan kita. Ya…. aku percaya pada cintaku.. aku mencintai istriku yang selalu mengiringi langkah” Jiyoung

*****END****

One thought on “[FF G] Fast Love

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s