[FF G] Beautifull Drive Chap (2/2)

beautifull drive copy

Title : Beautiful Drive

Author : Hyuna_Taby

Cast : G-Dragon Bigbang A.k.a Jiyoung and Park Soo Jin (You)

Other Cast : T.O.P Bigbang A.k.a Seung Hyun, CL 2ne1,  Dara 2ne1, BOM 2ne1 and Taeyang Bigbang

Genre : Romance

Rating : Teen 15 +

Note : FF ini aku persembahkan untuk Biasku yang sebentar lagi akan ulangtahun, Saengil Chukkae Hamnida Jiyoung Oppa.. 😀

Don’t Be silent Reader’s.. I Hope you like my FF, please Don’t Copy Paste, Because this FF realy my Idea… Happy Reading Guys..

Disclaimer : “aku mengalami amnesia..” celetuk Jiyoung membuat Soo Jin membelalakan matanya dan melihat kearah Jiyoung yang sesekali tersenyum dalam kesedihan “kata dokter, sebagian ingatanku hilang, maka dari itu aku hanya mengingat kecelakaan itu saja, dan aku tak ingat seperti apa aku tumbuh, dan seperti apa wajah teman-temanku dulu, bahkan taeyang barkata aku tak ingat siapa cinta pertamaku, jika harus memilih aku lebih baik hilang ingatan seutuhnya, tanpa harus mengingat betapa menyedihkannya aku ketika kehilangan Dara..” jelas Jiyoung

********

“Akh.. anio, gwenchanayo..!!” Jawab Soo Jin berusaha membuat raut wajahnya kembali kesemula, dengan sigap ia membasuh air matanya dengan tangan “Jiyoung kau bahkan tak ingat wajah teman-temanmu itu ?”

“Ne, aku tak ingat, aku juga tak mau mengingatnya jika masa lalu itu lebih menyakitkan dari tragedi kecelakaan itu..” jawab Jiyoung memalingkan wajahnya ke arah pantai

“Kata siapa ? memangnya kau tahu.. ? bagaimana masa lalumu ketika sekolah di High School lebih indah !!” gertak Soo Jin berusaha mengingatkan kembali pada masa sekolah di Amerika

“Kau Tahu apa Soo Jin-Ah, kita baru saja kenal… kau bicara seperti itu seperti kau sudah mengenalku saja..” Jawab Jiyoung kesal

“Kau marah… ?” Soo Jin bertanya pelan

“Anio… kau bicara seperti itu, dan aku nampak orang yang menderita di dunia ini begitu nyedihkan dan pantas dikasihani..” Gumam Jiyoung kembali memalingkan wajahnya pada Soo Jin

“ternyata dia masih egois..” isi hati Soo Jin menjawab “Akh… terserah kau sajalah..” Jawab Soo Jin memalingkan wajahnya ke arah pantai

“lalu Kenapa kau menagis… ? kau terharu atau kasihan..?” Gertakan Jiyoung membuat Soo Jin harus bisa menahan emosinya

“keras kepala…” batin Soo Jin mulai kembali merasa tenang “Egois, keras kepala, tidak mau kalah itulah dirinya, tidak ada yang berubah dari dirinya, hanya ingatannya yang berubah… Tuhan.. ternyata beginilah takdir, berjalan-jalan berputar-putar, dan kalau dia adalah takdirku, maka ia akan kembali pada tempatnya.. Jeongmal…. tapi akankah aku terus melihatnya seperti ini, jiyoung yang mungkin tak tahu arah untuk hidup..”

“Soo Jin, apa alasanmu untuk hidup.. ?” tanya Jiyoung seraya melihat matahari mulai terbenam

“Aku.. ?” Soo Jin menunjuk dirinya sendiri

“Ne, Hanya kau yang ada di sampingku sekarang, jadi aku bertanya padamu..” Canda Jiyoung seraya tersenyum

“Ouh… hehe..” Soo Jin sedikit tersenyum akan kepolosan Jiyoung yang masih tak berubah dari dulu “aku adalah anak orang kaya yang lari dari rumah, begitulah orang-orang membicarakanku, demi mengejar impianku dan berjanji pada seseorang aku rela memberontak aturan-aturan Appaku, dengan begitu aku punya alasan untuk hidup..” jelasnya yang membuat Jiyoung tersenyum

“Impian apa yang kau maksud ?” tanya Jiyoung seraya mengernyitkan matana

“Impian.. impian untuk menjadi seorang seniman, dan pengamat musik yang handal..” jawab Soo Jin seraya tersenyum “Jiyoung, kau bahkan tak ingat akan impianku, bukankah dulu kau juga bilang jika aku menjadi seorang seniman pengamat musik, kau akan menjadi seorang penyanyi terkenal..” batin Soo Jin menyambung “bibir ini begitu gatal, ingin sekali aku bilang bahwa aku adalah cinta pertamanya, namun rasanya itu akan sia-sia mungkin ia akan menertawakanku dan tak percaya padaku.. Amnesia.. amnesia… amnesia itu membuat aku gila…”Gerutu Soo jin seraya mengigit sedikit bibirnya penuh kekhawatiran

“Ouh… aku rasa ucapanmu tak asing di telingaku, aku merasa ucapan itu… ucapan itu aku pernah mendengarnya dari seseorang..” kata jiyoung seraya mengerutkan dahinya “tapi siapa ya… siapa yang berkata seperti itu…. Akh…” Jiyoung menghela napas panjang

“bukankah kau seorang penyanyi..” tanya Soo Jin seraya menyembunyikan kekhawatirannya

“Kenapa kau tahu, bahwa aku seorang penyanyi..” jawab Jiyoung pelan

Soo Jin mulai salah tingkah “Akh.. aku selalu mencari info di internet tentang orang-orang korea yang sukses di luar negri..” Soo Jin menelan ludahnya dengan berat, padahal ia sangat tahu Jiyoung seperti apa, namun yang belum ia ketahui adalah bahwa jiyoung pernah mengalami kecelakaan bersama San Dara Park

“Hehehe… kau nampak seseorang yang sudah tahu segalanya..” Ledek Jiyoung pada Soo Jin “Taeyang menyuruhku untuk tinggal di korea untuk beberapa saat, ia adalah sepupu ku yang paling baik, ia merasa khawatir dengan kondisiku dengan tinggalnya aku di korea untuk beberapa saat mungkin akan lebih baik untukku..” jelas Jiyoung pada Soo Jin sedangkan Soo Jin hanya bisa menganguk-anggukan kepalanya

“Sebaiknya ayo kita mencari penginapan..” ajak Soo Jin yang merasa bahwa hari sudah mulai gelap

“Ghereuyo.. Good Idea Soo Jin-ah..” jawab Jiyoung seraya tersenyum lebar dengan menyipikat kedua matanya

Deg… deg….

Hati Soo Jin kembali berdebar ketika melihat senyuman Jiyoung, tapi sisi lain hatinya begitu sakit ketika harus menerima kenyataan bahwa jiyoung mengalami amnesia

************

“Soo Jin-ah… Soo Jin-ah..” Teriak Jiyoung dari luar penginapan

“Ne… Waeyo.. ?” Tanya Soo Jin yang keluar dari kamar penginapan tradisionalnya

“Pagi ini cuaca sangat dingin, bagaimana kalau kita buat Sop hangat” pinta Jiyoung pada Soo Jin, sedangkan Soo Jin hanya bisa tersenyum dan mengiyakan permintaan Jiyoung

Setelah sampai di dapur penginapan, Jiyoung begitu lihai dalam memotong-motong sayuran sedangkan Soo Jin mempersiapkan semua keperluannya, sesekali Soo jin melihat tingkah jiyoung yang sama sekali tidak berubah, ya.. jiyoung yang selalu berusaha membuat Soo Jin tersenyum dan bahagia.

“Jiyoung-Shi boleh aku bertanya sesuatu ?” tanya Soo Jin yang membuat Jiyoung memberhentikan irisan wortel yang ia potong

“Ne, waeyo ?” jawab Jiyoung santai dan kembali mengiris wortel

“kenapa kau begitu cinta pada Dara ?” tanya Soo Jin pelan tanpa melihat kearah Jiyoung yang sedang mengupas  bawang

“Entahlah.. tapi seingatku dia hadir ketika aku dalam keterpurukan setelah lulus dari sekolah menengah atas ” jawab Jiyoung dengan santai

“Jinja.. ?”

“Ne…” jiyoung menganggukan kepalanya

“Lalu kau sendiri tahu… kenapa kau bisa mengalami keterpurukan itu .. ?” tanya kembali Soo Jin berusaha untuk mengingatkan kembali ingatan Jiyoung yang Amnesia

Pernyataan Soo Jin malah membuat tangan Jiyoung terpotong “Aw….” jari jiyoung berdarah, Soo Jin yang dari tadi hanya bisa membelakanginya Refleks menghampiri Jiyong dan langsung memegang tangan jiyoung

“Ouh my God Jarimu terpotong.. Diam ya..” nampak jelas Soo Jin terlihat cemas dengan segera ia menarik tangan jiyoung ketempat pencucian, lalu membasuhnya dengan air bersih, setelah itu Soo Jin meniup-niup luka di jari jiyoung dengan pelannya, namun darahnya masih saja keluar hingga ia pun menghisap darah yang terus keluar dari jari telunjuk jiyoung

Jiyoung saat itu hanya bisa melihat tingkah Soo Jin yang nampak panik “Soo Jin, Gwenchanayo..” Ucap Jiyoung berusaha menenangkan Soo Jin

“Gwenchanayo.. !! kau bilang ini tidak apa-apa, jarimu berdarah dan disini tidak ada obat luka..” Bentak Soo Jin pada Jiyoung

“Soo Jin… aku tidak apa-apa.. Soo Jin…” Nampaknya seruan Jiyoung tak di hiraukan Soo Jin, Soo Jin masih terus meniup-niup dengan sekuat tenaga supaya luka Jiyoung cepat kering

Merasa dihiraukan, Jiyoungpun memeluk tubuh Soo Jin dan berusaha menenangkannya, Soo Jin tertegun, matanya mulai berkaca-kaca,Soo Jin enggan mengumbar air mata apabila hanya akan memancing barisan sebuah pertanyaan ‘bodoh’

Jiyoung beberapa kali mengerutkan Matanya, kepalanya mulai pusing dan matanya berkunang-kunang, terlintas di benakknya, seorang yeoja berambut panjang dengan kalung indah melingkar di lehernya tengah ia peluk “Oppa.. aku akan selalu mengingatmu…”

“Jiyoung-Shi kau tidak apa-apa.. ?” tanya Soo Jin pelan membubarkan bayangan tentang Yeoja berkalung indah itu

Jiyoung masih saja memeluk Soo Jin “Diamlah Soo Jin, beri aku waktu sebentar” pinta Jiyoung “Soo Jin tubuhmu begitu hangat” Gumam Jiyoung yang masih jatuh dalam pelukannya

Flashback

“Soo Jin tubuhmu begitu hangat, diamlah beri aku waktu..” pinta Jiyoung pada Soo Jin yang saat itu mereka sedang merayakan kelulusan dari High School New York

“Oppa… berjanjilah kau tidak akan berubah, dengan begitu.. Oppa.. aku akan selalu mengingatmu..” Balas Soo Jin dengan sembringahnya

“Ne, aku adalah aku apapun yang aku ungkapkan itulah yang ingin aku ungkapkan, Soo Jin-ah berjanjilah untuk menjadi anak yang baik dan mentaati semua perintah Appamu..” Ujar Jiyoung di dalam pelukannya

Mendengar pernyataan Jiyoung, Soo Jin refleks melepaskan pelukannya “Oppa, jadi kini kau malah memihak Appaku..” Bentak Soo Jin yang tak percaya akan ucapan Jiyoung

“itu demi kebaikanmu Chagiya.. ia menginginkan jika kamu lebih baik jadi seorang pengusaha di banding menjadi seorang seniman..” Ujar Jiyoug yang malah membuat Soo Jin menangis

“Oppa… kau melanggar janji kita, bukankah kita berjanji aku akan menjadi pengamat musik dan kau akan menjadi Seorang penyanyi yang hebat.. bukankah itu janji kita. ?” isakan tangis Soo Jin semakin menjadi-jadi, sedangkan Jiyoung tak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikannya, Jiyoung berusaha kembali memeluk Soo Jin, namun Soo Jin malah berlari meninggalkan Jiyoung bahkan Soo Jin melepas kalung yang diberi jiyoung

kalung-hati-silver_l-58621-99418

“Soo Jin… Soo Jin-ah.. Park Soo Jin…..” Teriak Jiyoung tak di hiraukan Soo Jin lalu ia pun mengambil kalung yang telah di lempar Soo Jin

Setelah malam itu, Jiyoung tak bisa menemui Soo Jin, Soo Jin menghilang dan ternyata Ajhuma yang tinggal di rumah Soo Jin di New York berkata bahwa Soo Jin lari dari rumah dan setelah di cari ia pergi ke korea, hal itu di temukannya dengan adanya Paspord atas nama Park Soo Jin

Kehidupan Jiyoung mengalami keterpurukan yang hebat, ia selalu menghabiskan waktunya dengan minum-minum dan berkeliaran di jalanan, ia nampak seperti ‘Bad boy’

Flashback end

“Ini semua salah ku, andai saja dulu aku menuruti keinginan Appa untuk kuliah di New york, mungkin tak akan terjadi sesuatu padamu Jiyoung Oppa..” Batin Soo Jin menjerit, ketika ia sadar bahwa ia sangat bersalah pada Jiyoung

“Soo Jin, sop buatan mu sangat enak, Uah… andai saja di rumahku ada seorang Ajhuma yang mau membuatkan Sop setiap hari untuku..” Gerutu Jiyoung yang tengah Asik menyantap Sop buatan Soo Jin

“Tanganmu sudah tidak apa-apa ?” tanya Soo Jin seraya melihat Jari Jiyoung yang sudah di perban

“Akh.. Gwencahanayo…!! Soo Jin kau tak memakan Sopnya ? ayo cepat makan, bukankah hari ini kita akan pulang ke seoul ?” Ujar Jiyoung yang semangat memakan Sop hangat buatan Soo Jin

“Ne, Ghereuyo…” Soo Jin pun memasukan sesendok Sop kedalam mulutnya dan sesekali melihat Jiyoung yang sepertinya ia sangat bahagia “Kau Nampak bahagia sekali Jiyoung-Shi ?”

“Anio, aku merasa aku hidup kembali” Kata Jiyoung dengan entengnya

“Kau bahagia ya.. lalu kenapa kau tidak mau mengetahui masa lalu mu ketika waktu Sekolah menengah Atas ?” tanya Soo Jin yang masih mengunyah sayuran

“Anio, aku rasa aku lebih nyaman menjadi Jiyoung yang sekarang..” lagi-lagi Jiyoung menjawab pertanyaan Soo Ji dengan Enteng

Mendengar jawabannya Jiyoung, Hati Soo Jin merasa teryayat dan sedih tak terbendung “ia benar-benar akan melupakan ku..” pikir Soo Jin cemas “Tuhan jika memang ini yang terbaik untuk dirinya, lebih baik bairkan dia menjadi Jiyoung yang sekarang di banding dengan jiyoung yang dulu..Gwenchanayo… Gwenchanayo…”

“Soo Jin-ah, apa Seung Hyun adalah Namjachingumu ?” tanya Jiyoung mengagetkan Soo Jin

Ohok… ohok…

“Akh.. pertanyaan mu membuat aku kaget, kita hanya tetangga..” Jawab Soo Jin dengan tegasnya

“Wah.. kau begitu galak, aku tak bisa bayangkan Namjachingu mu yang dulu seperti apa jika kau galak seperti ini..” ejek Jiyoung pada Soo Jin yang masih mengerutka dahinya

“Namjachinu ku dulu, jauh lebih galak.. ia egois, keras kepala, tak mau mengalah tapi ia tipe idealku meskipun ia kadang suka bersikap agresif..” batin Soo Jin membalas pertanyaan Jiyoung “Jiyoung, bagaimana jika cinta pertamamu lebih indah..” Tanya Soo Jin pada Jiyoung yang tengah asik mengunyah sayuran

“Maksudmu..”

“Kau selalu berpikir bahwa masa lalumu begitu buruk, mungkin saja ada masa lalu yang membuat mu bahagia..” celetuk Soo Jin percaya diri

“Jeongmal…” Jawab Jiyoung seraya menimun segelas air putih

“Ne.. tidak semua orang hidup dalam kesedihan, pasti di dalam kehidupannya selalu ada kebahagian, meskipun hanya setitik kebahagiaan..” ujar Soo Jin seraya tersenyum

Jiyoung terdiam dengan sendok masih menempel di tangannya, lagi-lagi di benakknya ada sosok seorang yeoja yang masih memakai kalung indah itu “Oppa.. kenapa kau mencium ku..?”

“kenapa… kau tidak suka..”

“Anio… kau telah..”

“kenapa chagiya..” Jiyoung keheranan

“itu… itu… my first kissing..”

“Jiyoung kau tidak apa-apa ?” tanya Soo Jin membubarkan bayangan Jiyoung

“Akh.. anio…” Jiyoung mengeleng-gelengkan kepalanya

“Wajahmu nampak pucat, apa Sopnya tidak enak ?” tanya kembali Soo Jin membuat Jiyoung semakin pusing

“Soo Jin aku ingin pulang ke seoul…”

“Jiyoung kau kenapa.. ?” batin Soo Jin kembali Khawatir

**********

At Seoul

Setelah pulang dari Busan, Jiyoung hanya bisa diam di kamarnya dan bermain-main dengan Ipad kesayangannya

“Jiyoung kau sudah pulang ?” tanya Taeyang membuat Jiyoung kaget “Kau sakit.. ? kenapa wajahmu sangat pucat..?” tanya Taeyang seraya duduk di saping Jiyoung

Pertanyaan-pertanyaan Taeyang nampaknya tak di hiraukan Jiyoung, sedangkan Jiyoung masih saja sibuk dengan ipadnya “Taeyang, kau tahu tidak galeri foto-fotoku waktu SMA”

“Mana aku tahu, bukannya aku tinggal di korea dan kau di Amerika..” Jawab Taeyang enteng “jika kau ingin tahu teman-temanmu waktu SMA, kenapa kau tak bertanya pada Eommamu, bukannya dia lebih tahu  “Sudahlah, bukannya kau tidak mau mengingat masa lalu, kenapa sekarang kau berusaha untuk mengingtanya kembali..!!”

“Anio.. aku tarik kembali omonganku, kau tahu seharian ini aku seperti melihat sosok seorang yeoja dengan kalung indah penuh berlian mengelilingi bentuk hati melingkar di lehernya” jelas Jiyoung dengan wajah pucat

“Itu kalung yang kau berikan pada cinta pertamamu, bukankah kau masih menyimpannya ?” kata Taeyang membuat Jiyoung ingat pada sesuatu

“Kalung… Aissh… kalung yang mana ?”

“Maka dari itu kau harus pulang ke Amerika dan mencari tahunya, mungkin saja Eommamu menyimpan kalung itu”

“Sebenarnya kau tahu siapa cinta pertamaku ?” Tanya Jiyoung membuat keheranan Taeyang

“anio.. kau hanya membicarakannya tanpa menyebut namanya, Ouh My God…” Taeyang Mulai pusing dengan tingkah Jiyoung yang mulai aneh

“Waeyo…” Gertak Jiyoung pada Taeyang

“Kau mungkin tak ingat, dulu kau hidup bahagia dengan yeoja yang kau cintai, namun yeoja itu tak mau mendengarkan kata-katamu sehingga ia pergi meninggalkanmu dengan melempar kalung yang kau berikan..!!” jelas Taeyang pada Jiyoung, Ya… itu kata-kata Jiyoung ketika di tinggalkan oleh cinta pertamanya

“Jinja.. ?”

“Ne, yang aku bilang itu sesuai dengan ungkapanmu ketika kau di tinggalkan oleh Yeoja itu, kau tak ingat jika saat itu yeoja mu pergi ke korea untuk sekolah..” Jawab Taeyang memperjelas jawabannya

“Sekolah…!!!” teriak Jiyoung dengan membelalakan kedua matanya

“Kau ini… kau sendiri yang membuat dirimu pusing, sekarang aku tanya, apa saja isi di dalam dompetmu.. ? bukankah kau pernah bilang kau tak pernah mengeluarkan isi dompetmu kecuali kartu kredit, mungkin saja ada foto kecuali dara” bentak Taeyang seraya meinggalakan Jiyoung sendirian di kamarnya

Mendengar penjelasan taeyang, Jiyoung pun terdiam “Benar… aku tak pernah tahu isi di dalam dompetku setlah 3 bulan yang lalu tepatnya saat terjadi kecelakaan, kecuali kartu kredit” gumam jiyoung yang langsung mengeluarkan dompetnya

Semuanya ia keluarkan, mulai dari uang, kartu kredit, serta kertas-kertas kecil yang menyelip di bagian sudut-sudut dompet, namun ia tak menemukan apapun kecuali foto-foto dara, tak mau meyerah, ia membuka kertas-kertas kecil itu yang telah ia lipat mungkin yang sudah beberapa tahun yang lalu, hingga “Haah..” Jiyoung menarik napas panjang ketika ia melihat selembar kertas foto yang ternyata di dalamya terlihat jelas dirinya dan seorang yeoja

cute-girl-korean-ulzzang-Favim

“Soo Jin… bukankah ini seperti Park Soo Jin..” Gumam Jiyoung membuat Taeyang menghampirinya kembali

“Ne… yeoja ini mirip dengan Yeoja yang malam itu mengantarkanmu pulang, mungkin… apa mungkin ia cinta pertamamu.. ?” Tanya Taeyang semakin memperkeruh pikiran Jiyoung, Jiyoung langsung berdiri dengan tangan masih mengengam foto tersebut “kau mau kemana ?”

“Ke tempat Soo Jin..” jawab Jiyoung seraya menatap Taeyang

“Jangan terburu-buru, bagaimana kalau ini bukan Soo Jin, andai kata kau membawa kalung tersebut dan tahu wajah-wajah teman SMAmu mungkin kau akan tahu siapa cinta pertamu itu..”

Mendengar penjelasan taeyang, Jiyoung hanya bisa menghela napas panjang “Hyung, besok aku mau pulang di Amerika…” tegas Jiyoung

“Waeyo.. kenapa begitu mendadak..!!” Teayang kaget akan keputusan Jiyoung yag begitu mendadak

“Anio.. aku merasa bahwa aku harus tahu masa laluku, aku sadar ketika seseorang berkata bahwa ‘tak selamanya manusia hidup dalam kesedihan, pasti ada kebahagiaan di dalam hidupnya, meskipun hanya setitik kebagaiaan’ ucapan itu membuat aku ingin tahu, dimana letak kebahagiaanku..”

“Hm… siapa yeoja yang berkata seperti itu ?” tanya Taeyang seraya mengangkat kedua alisnya dan tangan memegang dagunya

“Park Soo Jin.. entahlah…. dengan begitu aku punya alasan untuk hidup, jika aku sudah tahu dimana letak kebahagiaanku..” ucap Jiyoung dengan tersenyum

**********

2 Hari kemudian tepatnya tanggal 18-8-1988

Saengil chukkae hamnida… saengil chukkae hamnida… saengil chukkae hamnida Jiyoung Oppa..

Begitulah setiap tahun Soo Jin merayakan ulangtahun Jiyoung, di Apartement kecilnya ia membuat Cake dan beberapa makanan kesukaan Jiyoung, mungkin alangkah lebih indahnya jika di sana ada Jiyoung, Soo Jin merasa mearayakan ulangtahun tanpa jiyoung adalah hal yang biasa, apalagi sekrang ia harus menerima pil pahit karena kenyataannya Jiyoung hilang ingatan.

Gaun putih, rambut sedikit terurai serta hiasan bunga bertengker di kepala Soo Jin mempercantik tampilannya.

wed4d

“Aku nampak seperti orang gila..” Gumam Soo Jin yang merasa putus asa “jiyoung yang dulu mencintaiku, kini ia tak mengingat semuanya..” ucapnya seraya meminum segelas anggur yang ia sajikan hanya untuk dua orang, ia kembali meminum kembali anggur yang ia sajikan seraya menatap foto jiyoung yang sengaja terpangpang di atas meja makan

g-dragon_with_a_cute_denim_look-6179

11:30 am

“sudah sangat larut malam ya..” ketus Soo Jin yang kembali merunduk di atas meja makan yang berisi cake, makanan dan tak lupa untuk memperindahnya ia memasang lilin kecil

Tett… tett….

Bunyi seseorang memencet bell, tanpa pikir panjang Soo jin yang nampak seperti seorang putri berjalan menuju pintu lalu membukanya, Soo Jin melihat seseorang berjas hitam dan kaca mata yang namja itu pakai hingga membuat Soo jin tak mengenalinya

969019_204360073044559_1915759178_n

“Soo Jin..” Kata Jiyoung pelan seraya membukakan kaca matanya

“Jiyoung..” Soo jin mengerutkan Dahinya seakan-akan tak percaya akan kehadirannya

“Soo Jin-ah kau nampak cantik hari ini” Puji Jiyoung mulai menyadarkan Soo Jin, mendengar ucapan Jiyoung, Soo Jin merasa bahwa inilah jiyoung yang ia cintai dan sayangi kini kembali lantas ia pun memeluk jiyoung dengan hangatnya

“Jiyoung Oppa, benarkah ini kau..!!” ketusnya yang masih memeluk Jiyoung

“Ne..”

“Jinja… ?” Jawab Soo Jin yang masih tak percaya

Jiyoung pun melepaskan pelukan Soo Jin lalu masuk kedalam Apartement Soo Jin, Soo Jin pun mengikutinya dari belakang

“Kau sedang mengadakan pesta.. ?” tanya Jiyoung yang masih keheranan

“Aishh… dia masih amnesia..” ketus Soo Jin pelan dengan hati yang kesal “ternyata dia bukan Jiyoung Oppa..” Gumamnya, membuat Jiyoung tersenyum kecil yang masih berdiri di hadapan meja makan

“Soo Jin-ah, bukan kah itu Foto ku..?” tanyanya seraya menunjuk kearah poto tersebut

“Akh… bukan… dia hanya mirip dengan mu..!!” jawab Soo Jin seraya mengambil foto jiyoung dan menyimpangnya di rak lemarinya

“apa orang itu Egois, keras kepala, ingin menang sendiri, agak agresif tapi tetap tipe idealmu.. apakah orang itu seperti itu ?” ujar Jiyoung yang kembali tersenyum

“Oppa… kau jiyoung Oppa… ?” Ucap Soo Jin tersentak yang masih tak percaya “Hei.. kau pikir ini semua bercanda, kau pura-pura ingin menjadi Jiyoung Oppa yang ku kenal kah ?” teriak Soo Jin pada Jiyoung

“Anio… aku tak berpura-pura, dua hari yang lalu aku pulang ke Amerika untuk mencari siapa Yeoja yang ada di poto ini..” ungkap Jiyoung seraya memperlihatkan fotonya bersama Soo Jin

cute-girl-korean-ulzzang-Favim

Soo Jin membelalakan Matanya ketika ia tahu bahwa jiyoung masih menyimpan foto bersamanya “Soo Jin kau ingat tidak, kita berfoto bersama di saat musim semi di amerika mulai datang, bukankah saat itu kita berjalan-jalan di taman lalu kau mengajakku untuk meminum secangkir cofe, lalu apakah kau ingat…”

“ne…” Potong Soo Jin “kau memberiku sebuah kalung berbentuk hati dengan berlian mengililinginya..” jelas Soo Jin yang mulai tersenyum

“Ne… kau membuangnya ketika malam perpisahan sekolah kita, Soo Jin kau anak pemberontak yang pernah aku temui..” Kata Jiyoung membuat Soo Jin tersenyum

“He… kau kah Jiyoung yang menyebalkan itu..” ledek Soo Jin pada Jiyoung

“Ne.. Mulon imnida” Seraya mengeluarkan kotak kecil lalu membukanya “Soo Jin-ah, aku memang membencimu ketika aku tahu kau lari ke korea, namun hatiku selalu berpihak padamu..” Jiyoung menekan amarahnya

“Dara-ah… bagaimana dengan dara.. ?” tanya Soo Jin

“Kita hanya di jodohkan, agar bisnis Eomma dan Appaku berjalan dengan lancar.. Soo Jin duduk lah…” pinta Jiyoung pada Soo Jin, Soo Jin pun menuruti permintaan Jiyoung lalu Jiyoung pun melingkarkan kembali kalung yang sempat Soo Jin buang itu

“Oppa… Sa.. saengil Chukkae hamnida..” Ucap Soo Jin pelan “Oppa miane.. jeongmal mianhe…”

Jiyoung duduk dihadapan Soo Jin, lalu jiyoung memegang tangan soo Jin dengan hangat “Soo Jin-ah, kau tahu aku memang benci perpisahan, namun mengingat kembali masa lalu ternyata membuat aku kembali bahagia, kenapa.. ? karena kenyataannya kau Soo Jin-ah masih mencintai ku..!!!”

Soo Jin tersenyum penuh malu “Oppa, tapi aku.. aku…”

“Sssttt….. jangan bicara, aku ingin pesta ulangtahunku tahun ini penuh arti, dan penuh keromantisan..!!” jelasnya

“Romantis… sejak kapan kau suka suasa romantis, apakah kau selalu merayakan ulangtahunmu bersama dara setiap tahunnya.. ?” Ketus Soo Jin

“Kau cemburu.. hehe” Jiyoung mulai mengoceh

“Anio.. hanya saja…” tak sempat menyelesaikan perkataan namun sudah teropotong

“Sudahlah… Soo Jin-ah aku sebagai orang yang ulangtahun malam ini seharusnyakau memberikan aku sebuah kado atau kejutan..”  pinta Jiyoung seraya mengerlingakn salah satu matanya

“We… anio… Mollayo, kedatangan mu malam ini membuat aku terkejut, hingga aku tak punya kado untuk mu.. Hmm.. hm….” Soo Jin berusaha berpikir keras

Teng…. Teng   … 12:00 am

Jam menunjukan tepat pukul 12 malam, Jiyoung hanya terdiam melihat kecantikan Soo Jin malam itu terbesit beberapa senyuman Jiyoung menghiasi wajahnya yang bahagia ketika yeojachingya kembali memakai kalung yang ia berikan dulu, dan jiyoung kembali tertawa ketika melihat raut wajah Soo Jin yang begitu kebingungan memikirkan sebuah kado atau kejutan pada jiyoung

“Soo Jin-ah, jika tak bisa memberikan sebuah kado tak apa, dengan kau memasak makanan kesukaanku aku rasa itu semuanya sudah cukup” Kata Jiyoung membuat Soo Jin mengangkat Kedua alisnya

Namun Soo Jin berdiri dari tempat duduknya, lalu menghampiri Jiyoung yang sedang duduk manis di hadapannya, Tak banyak kata keluar dari mulut Soo Jin, ketika ia menatap Jiyoung dengan dekat serta tangan kanannya memegang bahu Jiyoung, jiyoung hanya bisa terdiam ketika tahu bahwa bibir kecilya telah di basuh lembut oleh bibir Soo Jin yang mungil itu, setelah itu mereka hanya bertatap nampak jelas wajah Soo Jin memerah penuh malu

“Ommo… Oppa apa kau terkejut…?” batin Soo Jin bergumam

“Soo Jin, kau menciumku..?” pikir Jiyoung yang masih tak percaya

“Oppa… Saengil Chukkae Hamnida…” Seru Soo Jin membuat suasana menjadi hangat dengan memeluk Jiyoung yang masih duduk di kursinya “Kau kenapa Oppa…?” Tanya Soo Jin yang mulai berjalan menuju kursinya kembali, baru saja satu langkah tangan Soo Jin ditarik oleh jiyoung

Jiyoung berdiri dan berbisik pada Soo Jin “Bukankah yang tadi itu sebuah Ciuman ? kau menicumku di malam ulangtahuku !!” semringahnya hati jiyoung malam itu

Soo Jin hanya bisa menganggukan kepalanya, ketika bisikan Jiyoung begitu sangat dekat dengan telinganya, Jiyoung menarik Tubuh Soo Jin tangan hangat Jiyoung membelai wajah Soo Jin yang cantik, perlahan ia menarik wajahnya dan menempelkan bibirnya di bibir Soo Jin dengan lembutnya, Soo Jin yang masih terlihat gugup dan canggung hanya bisa melihat Jiyoung yang menutup matanya, ia begitu menikmati ciuman itu. Jiyoung melepaskan ciumannya

“Soo Ji-ah Saranghae..” Ucap Jiyoung pelan pada Soo Jin

“Oppa…. Saranghae..” Balas Soo Jin tersenyum

Mendengar ucapan Soo Jin, betapa bahagianya Jiyoung malam itu, ia kembali mencium dengan sangat lembut, keduanya terbawa suasana yang begitu romantis

Jiyoung Said “aku memang agresif.. tapi ingat aku akan melakukannya hanya pada orang yang aku cintai…”

Soo Jin Siad “aku memang seorang pemberontak, namun ingat aku akan berlaku seperti itu demi seseorang yang aku cintai”

********

1 minggu kemudian

“Soo Jin-ah 2 hari lagi aku akan pulang ke amerika..!!”

“Ghereuyo…” jawab Soo Jin pelan yang masih saja sibuk menata piring yang sudah ia cuci di apartementnya

“berhentilah menjadi Sopir pangilan..” pinta Jiyoung pada Soo Jin

“waeyo… aku sangat menyukainya, bukankah akhir-akhir ini aku selalu menghabiskan waktuku bersamamu dan menolak beberapa pangilan..” Ketus Soo Jin seraya menghampiri Jiyoung yang sedang duduk manis

“Ne.. tapi… Tapi…”

“Waeyo.. ?” Ucap Soo Jin yang duduk di samping Jiyoung

“kau terlalu cantik untuk menjadi seorang Sopir panggilan, dan aku khawatir jika Seung Hyun akan suka padamu..!!” Gerutu Jiyoung pada Soo Jin “Soo Jin, ikutlah denganku ke Amerika..”

“Hehe.. Cemburu ?” Candaan Soo Jin mulai keluar “Akh… Oppa, kita sudah janji aku akan menjadi pengamat musik yang handal sedangkan kau sudah menjadi penyanyi terkenal..Haaahhh” Soo Jin menghela napas panjang

“Appa dan eonimu sangat mengkhawatirkan mu.. jadi ayo kita pergi ke Amerika..” kata Jiyoung pelan

“Tapi…” Eja Soo Jin seraya menundukan kepalanya

“kita akan menemui Appa dan Eonimu di sana, aku.. aku akan menyekolahkanmu kembali jika memang Appamu tidak setuju dengan tindakanmu…” sahut Jiyoung berusaha membuat Soo Jin untuk ikut bersamanya

“Oppa…” Mata Soo Jin Mulai berbinar-binar ketika mendengar semua perkataan Jiyoung yang begitu menyentuh hati

“Ne… aku akan bekerja keras untukmu, dan kau Soo Jin -ah belajarlah dengan baik, dengan begitu semua impian kita akan tercapai…” jiyoung tersenyum

“Oppa…” Derai air mata kebahagiaan pun mengalir begitu saja membasahi pipi Soo Jin

“Soo Ji-ah… Ayo kita pergi” Jiyoung pun mengecup kening Soo Jin dengan lembut “aku melakukan ini karena aku mencintaimu…. Saranghae…!!”

Soo Jin menganggukan kepalanya lalu tersenyum “Ne.. Saranghae…”

“Cinta itu adalah kenangan, dengan mengenang kenangan di masa lalu, kita tahu bahwa cinta itu berasal dari masa lalu… Takdir… berjalan-jalan lalu berputar-putar, tapi jika memang sebuah kenangan di masa lalu di takdirkan kembali untuk bersama.. itulah takdir Jodoh kita” Author Said #LOL

*********end*********

Iklan

One thought on “[FF G] Beautifull Drive Chap (2/2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s