[FF G] Beautifull Drive Chap (1/2)

beautifull drive copy

Title : Beautiful Drive

Author : Hyuna_Taby

Cast : G-Dragon Bigbang A.k.a Jiyoung and Park Soo Jin (You)

Other Cast : T.O.P Bigbang A.k.a Seung Hyun, CL 2ne1,  Dara 2ne1, BOM 2ne1 and Taeyang Bigbang

Genre : Romance

Rating : Teen 15 +

Disclaimer : Soo Jin tinggal di sebuah apartement sederhana dengan nomor kamar 157 dan kebetulan kamarnya bersebelahan dengan kamar Seung Hyun yang berpropesi sebagai penyanyi Cafe di seoul dengan nomor kamar 156, Soo jin adalah mahasiswa Seni musik yang hidup sederhana dalam kesehariaannya, ia bekerja paruh waktu sebagai Sopir pangilan, kehidupannya berubah setelah Seung Hyun tetangga tampannya itu memintannya untuk mengantarkan Hyungnya, ingatan Soo Jin kembali ke Flashback setalah ia tahu siapa yang ia antarnya… penasarankan … ?? Stay Here and don’t Go Anywere Chingu😀

Note : FF ini aku persembahkan untuk Biasku yang sebentar lagi akan ulangtahun, Hopely Reader’s like this my FF😀

***************

“Soo Jin-ah..” tanya CL memulai percakapan

“Ne…” Gerutu  Soo Jin yang tengah fokus dengan setir mobil yang ia kemudikan

“Carilah apartement yang layak untuk kau huni, jika sampai Appamu tahu ia pasti takkan mengampunimu..” ujar CL yang saat itu duduk di samping Soo Jin, CL dan Soo Jin adalah Best Friends dari kecil, hingga tak salah jika CL terkadang sangat cerewet pada Soo jin yang terkenal dengan ‘pemberontakannya’ “jadi, sampai kapan kau akan terus memberontak seperti ini..?”

“Sampai aku jadi seorang seniman” jawab Soo Jin singkat

“Aisshh…. kenapa kau begitu keras kepala…” bentak CL pada Soo jin, “Kau masih saja mengejar mimpi konyolmu itu, sedangkan….” namun Soo Jin tak ambil pusing dengan semua ocehan CL yang sering kali terngiang-ngiang di telinganya

“Rumahmu, kita sudah sampai di rumahmu, turunlah sebelum Eommamu mencarimu..” Gumam Soo Jin pelan manakala ia memberhentikan mobil sedan berwarna merah kesayangannya

“Gheureyo…” jawab CL sedikit kesal, dan lagi-lagi semua ocehannya tak satupun menempel di benak Soo Jin, sebenarnya CL mengoceh setiap hari karena ia peduli pada Soo Jin yang mengantungkan hidupnya pada penghasilan sebagai Sopir panggilan. Setelah CL turun dari mobil Soo Jin, dengan lihai Soo Jin menginjak gas mobilnya dan melajukannya dengan kencang meninggalkan CL yang hanya bisa berdiri di depan gerbang rumahnya “Ahh…” CL menghela napas panjang ketika melihat Chingunya pergi mengendarai mobil kesayangannya “hehe… anak Orang kaya yang lari dari rumah demi impian.. sangat konyol…” ketus CL sembari tersenyu m kecil

Sedikit cerita, Park Soo Jin adalah putri dari pengusaha Korea bernama Park Hyun Byul dengan Eoni bernama Park BOM yang tinggal di Amerika, Tuan park memang menginginkan putri-putrinya untuk menjadi pengusaha seperti dirinya, namun keinginnya di berontak oleh anak bungsunya, Park Soo Jin memilih untuk meninggalkan rumah karena ia sangat terobsesi dengan Dunia musik dan mimpinya ia di janjikan dengan seseorang, ia membawa semua barang-barang kesayangannya dan tak lupa ia membeli mobil sedan merah sebelum kartu kreditnya di blokir oleh Appanya, kehidupannya berubah drastis ia harus hidup sederhana di sebuah Apartement sederhana, dan juga ia menyambung hidupnya dengan menjadi sebagai sopir panggilan, meskipun kadangkala orang-orang di sekitarnya sering membicarakan tentang ‘anak orang kaya yang lari dari rumah’ kepada dirinya, Soo Jin selalu bersikap seolah-olah tidak tahu apa-apa.. Park Soo Jin… ya dia adalah Park Soo Jin mahasiswa Seni di Seol University dan tinggal di Apartemen sederhana bernomor 157.

“kau baru palung..?” Tanya seorang namja yang mengagetkan Soo Jin ketika sedang memasukan kode kunci pintu Apartementnya

“Seung Hyun-shi..” Soo Jin tersenyum sejenak manakala Seung Hyun menyapanya “ne, tadi aku baru saja mengantarkan Chinguku pulang kerumahnya, Seung Hyun-Shi, kau mau berangkat kerja kah ? kalau begitu jika tak keberatan bolehkan aku mengantarmu ? Ujar Soo Jin pada Seung Hyun yang hendak berangkat bekerja di sebuah Cafe malam itu

“Anio, kau pasti sangat lelah… Kajja istirahatlah…” Balas Seung Hyun dengan senyuman ramahnyanya, lalu ia pun membungkukan badannya dan meninggalkan Soo Jin sendiri di depan pintu Apartementnya

“Ne.. Gheureyo..” Ketus Soo Jin pelan ketika melihat namja tampan itu  pergi meninggalkannya setelah menolak tawarannya.

Soo Jin lalu membuka pintu setelah itu ia menyimpan tasnya tak lupa ia mengantukan Baju hangatnya lalu merebahkan badahnya di atas ranjang yang 2 tahun menemaninya saat ia pindah ke Apartement sederhana ini. “Seung Hyun-Shi, kau tak sadar apa… kau begitu tampan… Aish…. aku jadi ingat orang itu.. ne… orang yang menciumku di saat perayaan pesta tahun baru di amerika” Gumam Soo Jin seraya membolak-balik badannya di atas ranjang “Akh… kenapa aku tak bisa tidur… ” Gerutu Soo Jin yang masih berusaha untuk tidur

3 Jam Kemudian

Trettt… tretttt….

Ponsel Soo Jin berbunyi, “Seung Hyun..” gumam Soo jin dengan mata yang nampak masih berat untuk di buka, tidurnya malam ini tak senyenyak malam-malam “Ne, Yeoboseyo..”

Soo Ji-ah, You can help me, please you must come to Hanyang Cafe, Right now..” Ucap Seung Hyun yang pasih berbahasa Inggris memintanya untuk segera datang ke Cafe dimana ia bekerja dengan suara yang sedikit membuat Soo Jin khawatir

“Wae… wae….” jawab Soo Jin resah ketika mendengar ucapan Seung Hyun yang begitu serak seperti seseorang yang sedang berada di dalam kesulitan

Tut..tut…

Seung Hyun mengakhiri percakapan tanpa menjawab pertanyaan Soo Jin, tanpa pikir panjang Soo Jin bergegas untuk datang ke Cafe Hanyang di Seoul, ia turun dengan Lift Apartementnya, berlari bagai orang yang lari dari gedung kebakaran, sesekali ia mengigit bibirnya untuk menutupi rasa ketakutannya akan apa yang terjadi pada namja tampan tetangganya itu

“Seung Hyun tunggu aku sebentar.” Gumam Soo Jin seraya mengeluarkan mobil sedan merahnya dari Area parkir

At Hanyang Caffe

“Seung Hyun-Shi…” Teriak Soo Jin seraya menghampiri Seung Hyun yang tengah berdiri di luar Cafe untuk menunggu kedatangan Soo Jin

“Soo Jin, syukurlah kau segera datang” jawab Seung Hyun sedikit gugup

“Memangnya ada apa ? apa terjadi sesuatu padamu Seung Hyun? apa kau terluka !” ujar Soo Jin yang tak bisa memendam rasa cemasnya pada Seung Hyun

Seung Hyun hanya mengelengkan kepalanya seraya tersenyum lalu tanganya kanannya memegang pundak Soo Jin lalu memeluk Soo Jin seraya berbisik “Soo Jin temanku mabuk berat, ia baru saja pulang dari Amerika, sedangkan aku tak bisa mengantarkannya pulang karena aku harus bekerja, jadi bisakah kamu mengantarkan Hyungku ?”

Lagi-lagi Soo Jin mengigit bibirnya mencoba mengendalikan emosinya “aku pikir terjadi sesuatu padamu Seung Hyun” Batin Soo Jin mengerutu sedikit kesal

“Soo Jin, kau bisa membantuku …?” Pinta Seung Hyun dengan senyuman manisnya

“Ne.. ne.. berikan aku alamat hyungmu itu, lalu aku akan mengantarnya” jawab pelan Soo Jin dengan sedikit kesal

At Home Taeyang

“Baik kita sudah sampai Tuan..” ucap Soo Jin pada Jiyoung yang masih tak sadarkan diri berbaring lemas di kursi belakang mobil Soo Jin “Aissh.. ia tak mendengarku.. Hah… my God kenapa aku harus bertemu dengan dia.. SIAL…” Teriak Soo Jin dan membangunkan Jiyoung

“hya.. hya.. kau berisik sekali..” Ketus Jiyoung yang masih dalam keadaan di bawah kesadarannya karena pengaruh alkohol

“Hah…” Soo Jin menghela napas panjang “ingat Soo Jin, kata Seung Hyun ia mempunyai Sepupu yang galak, jadi… jika ia terlihat mabuk maka ia akan di marahin Sepupunya.. apakah begitu… Aishh… kepalaku semakin pusing… mana ada sepupu segalak itu hehe” Soo Jin berusaha menahan semua Eomisnya

“Uah.. ini sudah sangat larut malam..” ketus Soo Jin ketika ia melihat jam tangan yang menempel di tangannya yang menunjukan pukul 02:00 malam “Gheureyo.. karena tuan ini tak kunjung bangun maka aku… aku akan berusaha membangunkannya lalu membuatnya turun dari mobilku..” Kata Soo Jin penuh semangat untuk mengusir Jiyoung yang masih berbaring karena mabuk berat

Soo Jin pun turun dari mobilnya, lalu ia membuka pintu belakang mobilnya, terlihat jelas Namja dengan mantel merah melilit lehernya terlihat hangat ketika ia berbaring di jok belakang “Tuan bangunlah.. Tuan.. aku mohon bangunlah…” Soo Jin beberapa kali mengoyang-goyangkan tubuh Jiyoung dan berharap ia terbangun, saat itu memang Jiyoung sudah terbangun namun ia tak berdaya untuk membangunkan tubuhnya “Tuan bangunlah, cuaca makin dingin, anda harus segera masuk..” kesabaran Soo Jin mulai habis ia akan berteriak keras “Tuan……”

Jiyoung membuka matanya dan bangun perlahan-lahan, nampak jelas wajah Jiyoung masih dalam pengaruh alkohol, namun tangannya menarik Soo Jin dan kembali berbaring di kursi mobil belakang hingga mereka terlihat seperti bertindihan dengan posisi Jiyoung di bawah dan Soo Jin di atas

Deg… deg… deg..

Dada Soo Jin bergemuruh dan berdebar kencang, sedangkan Jiyoung malah memeluk hangat Soo Jin dengan erat “Diamlah sebentar.. kau begitu hangat” Ucap Jiyoung pelan tampak membuka kedua matanya.

Soo Jin merasa ini adalah mimpi ia terus saja melihat wajah namja yang begitu dekat dengan wajahnya “Waeyo… dadaku bergemuruh serta detukan jantungku begitu kencang, namja ini.. namja ini.. Jiyoung-Shi kah ?? benarkah ini dia.. ? Tidak mungkin, dia hanya mirip dengannya” batin Soo Jin berseru ketika tak henti-hentinya ia menatap ketampanan Jiyoung yang ada di hadapannya serta mengingat kembali akan cinta pertamanya

“Hya……… Kalian ini”

Teriakan seorang namja menyadarkan Soo Jin Refleks ia terbangun dan keluar dari mobilnya, wajahnya berpaling pada seseorang yang berteriak “inikah Sepupunya..” Ketus Soo Jin mulai salah tingkah

“Jiyoung-Shi bangun..” Teriak Taeyang, dengan sekali teriak Jiyoung  pun terbangun dan ikut keluar dari mobil Soo Jin,sambil berjalan sempoyongan

“Hyung… kenapa teriak-teriak di tengah malam..” ucap Jyoung pada Taeyang “Siapa yeoja ini.. hei.. kau pacarnya Taeyang ya..?” Tanya Jiyoung seraya menunjuk-nunjuk kearah Soo Jin

“Anio… aku… aku..” tak sempat menyelesaikan perkataan, Jiyoung kembali jatuh pada tubuh Soo Jin dan membuat mereka berdua jatuh di hadapan Taeyang

“Hya.. hya…” Soo Jin berteriak keras, ketika tahu bahwa jaketnya telah di muntahin Jiyoung

“Jiiiiiyounggggg…” Teriak Taeyang memperparah keadaan

2 Jam kemudian

“Gomawo sudah mengantarkan Jiyong, dan Mian karena dia jaketmu kini jadi kotor, kenapa kau tak mau meninggalkan jaketmu di sini, biar jiyoung yang memcucinya” ujar Taeyang pada Soo Jin dengan sedikit sinis ketika menyebut nama adik Sepupunya

“Akh.. gwenchanayo..” jawab Soo jin sedikit kesal namun berusaha menyembunyikannya

“Jadi kau adalah yeojachingunya Seung Hyun ?” tanya Taeyang dengan ramah

“Akh.. anio.. kita hanya tetangga..” ucap Soo Jin seraya mengangkat tangangnya yang bertanda tidak pada Taeyang

“Ouh.. Gheuereyo.. mian jika sudah merepotkanmu..” Taeyang pun membungkukan badannya, lalu Soo jin pun membalasnya setelah itu ia pun pergi dengan mobil kesayangannya

*************

“Hei…Bangun ” Teriak Taeyang pada Jiyoung yang masih saja tertidur di siang itu “Hei… jika kau tak kunjung bangun, hari ini juga aku akan mengirimu kembali ke Amerika…” Tegas Taeyang mengancam Jiyoung yang baru saja tinggal di Seoul dua hari yang lalu.

Yes.. yes… I’m wike up…” Jawab Jiyoung seraya berusaha membelalakan matanya dan membangunkan tubuhnya dari tempat tidur “Funk..” Kata Jiyoung pelan

“Hei…. kapan kau akan berubah, tak bisakah kau hidup seperti orang normal yang lainnya..” bentak Taeyang memancing emosi Jiyoung

“Hyung… memangnya aku kenapa ? memangnya aku hidup tidak normal apa !! hidupku normal, aku punya orangtua yang kaya raya, uangku banyak lalu kenapa bisa kau bilang hidupku tidak normal..?” Bentak Jiyoung yang merasa kesal pada pernyataan Taeyang

“kau tak punya cinta… sejak di tinggal Dara, kau nampak orang tersesat.. hidupmu begitu hancur !!” Jawab Taeyang seraya meninggalkan Jiyoung sendirian di kamarnya

Mendengar ucapan Taeyang, Jiyoung hanya bisa menundukan kepalanya, tangannya mengepal dengan penuh emosi.

2 tahun yang lalu, hidup Jiyoung memang terlihat sempurna, orangtuanya adalah pengusaha yang berbisnis secara Global di Amerika serta ia selalu mendapat cinta di mana-mana, San Dara Park adalah yeojachingunya yang di jodohkan oleh orangtuanya, namun kehidupan Jiyoung berubah setelah kecelakaan maut yang menimpa mereka. Sampai saat ini Jiyoung terus merasa bersalah atas kematian Dara, Mobil yang ia kemudikan mendadak hilang kendali ketika berusaha menyalip mobil yang berukuran besar tragisnya mereka baru saja pulang liburan dari pantai Jamaica di Amerika. Mobil yang mereka tumpangi masuk kejurang setelah menabrak pembatas jalan, terguling-guling beberapa kali, hingga ia menemukan sosok yeojachinguya sudah tidak bernyawa.

“Hyung.. Hyung…” Teriak Jiyoung usai mandi dan terlihat dengan pakaian rapih seperti akan pergi ke suatu tempat

“Waeyo…” Balas Taeyang yang tengah asik membaca koran dan di temani secangkir Cofe di simpan di atas meja tepat di hadapannya

“Aigo… Dompetku hilang..” Ucap Jiyoung seraya menghampiri Taeyang yang sedang duduk santai di halaman depannya

“Aissh…. kau ini, bisanya hanya menyusahkan saja, kau tak sadar jika semalam kau baru saja menyusahkan seorang yeoja..” Ketus Taeyang pada Jiyoung dengan wajah sinisnya

“Yeoja… maksudmu.. Hyung ?” Tanya Jiyoung sedikit keheranan

“kau tak ingat apa-apa ? Uah… kau ini benar-benar…!!! Kau bahkan menariknya hingga dia terjatuh di pelukanmu, dan yang lebih parah kau muntah di jaketnya, setidaknya kau harus berterimakasih karena yeoja itulah yang mengantarkanmu pulang” jelas Taeyang membuat Jiyoung kaget

“Omo… Siapa Yeoja itu ?” gertak Jiyoung pada Taeyang

“dia adalah teman dari Seung Hyun, kau harus minta maaf padanya” jawab Taeyang Seraya meminum secangkir Cofe yang sudah tersaji

“Teman Seung Hyun…” Gumam Jiyoung  pelan seraya memikirkan siapa yeoja yang semalam telah mengantarkannya pulang

********

“Aissh… Mobilku jadi bau Alkohol..” Teriak Soo Jing yang tengah konsen dengan mobil yang ia kemudikan, setelah itu ia pun memberhentikan mobilnya tepat di gerbang rumah CL, CL pun masuk ke dalam mobil lewat pintu depan

“Aigoo… semalam kau minum..” tanya CL yang kala itu berniat masuk kedalam mobil Soo Jin

“Anio.. cepat masuklah..” Ajak Soo Jin yang masih belum bisa menjelaskan pada CL kenapa mobilnya bisa bau alkohol

“Aissh… aku tak mau duduk di depan, aku ingin duduk di belakang saja..” Ucap CL yang kembali menutup pintu depan mobil dan pindah membuka pintu belakang mobil lalu masuk dan duduk manis “Omoo.. di belakang malah lebih parah, bau alkoholnya semakin tercium.. Ya.. ya… Soo Jin-ah aku mencium bau Namja di Jok kursi mobilmu…!! jangan-jangan kalian….” Ledek CL yang tak henti-hentinya berceloteh pada Soo Jin, ucapa CL terhenti ketika tangannya tak sengaja menyentuh sesuatu “We… apa ini Soo Jin” Ujar CL seraya mengambil benda tersebut “Dompet…”

“Dompet…” Soo Jin refleks mengerutkan dahinya “Ouh My God.. jangan-jangan itu dompet Jiyoung-Shi” Teriak Soo Jin kaget

“Jiyoung..” jawab CL yang masih kebingungan “Jiyoung cinta pertamamu bukan ?” Tanya CL yang malah tak di jawab Soo Jin

Soo Jin melajukan mobilnya, sepanjang perjalanan menuju kampusnya, Soo jin tak henti-hentinya bercerita tentang namja yang ia temui semalam yang tak lain adalah Jiyoung, CL yang mendengarnya hanya bisa menertawakannya

“Hei.. kenapa kau malah menertawakanku.. memangnya ada yang lucu ya..” gerutu Soo Jin pada CL yang terlihat enak sekali menertawakannya

“Anio… ani… aku tak bisa membayangkan kau pulang dengan jaket yang sudah di muntahin oleh Namja yang mirip sekali dengan Kwon Jiyoung.. hahahaha…”

“Tidak Lucu..” jawab Soo Jin dengan wajah nampak sekali kesal

Tanpa sepengetahuan Soo Jin diam-diam CL membuka dompet “Soo Jin, kau ingat ketika kita masih tinggal di Amerika bersama.. mungkin 3 tahun yang lalu, tepatnya ketika kita sekolah di High school new york” Ujar CL pada Soo Jin yang masih fokuc pada jalan

“Ne, Of Course, why..?” jawab Soo Jin tanpa memalingkan wajahnya ke arah CL yang duduk di belakang

“Kau ingat tidak, Jiyoung-Shi, Namja yang menciummu di perayaan pesta tahun baru” jelas CL pada Soo Jin

Refleks Soo Jin memberhentikan mobilnya di pinggir jalan, ia memegang setir mobilnya dengan penuh energi seraya berpikir keras tentang namja yang di maksud CL yaitu Kwon Jiyoung

“Kwon Jiyoung.. Anak orang kaya yang tidak tahu malu itu.. Tentu saja aku mengingatnya dengan jelas” Jawab Soo Jin seraya membalikan badannya ke belakan ke arah CL

“Kau jangan bicara seperti itu, bagaimana pun juga dia cinta pertamamu, buktinya ia memberikan sebuah kalung berlian untukmu..” Gertak CL pada Soo Jin yang cuman bisanya Mencecar Jiyoung “Bukankah kau sekolah musik karena dia… !!”

“Maksud mu apa chingu, mendadak kau membicarakan dia.. aku tidak bermaksud untuk mengingatnya kembali, kau tahu setelah menjadi penyanyi terkenal dan media menyatakan bahwa ia sudah bertunangan dengan San Dara Park Model asal korea” Soo Jin mendengus kesal

“tapi pemilik dompet ini adalah Jiyoung, Kwon Jiyoung” Tegas CL seraya memberikan Dompet tersebut “sedang apa dia di korea ?” ketus CL pada Soo Jin, sedangkan Soo Jin masih saja menatap Dompet Jiyoung yang ia pegang

“Jiyoung, lahir tanggal 18-8-1988 bershio Naga, dan orang itu memang Egois, namun ia sosok yang idealis dan prefeksionis dan kadang selalu bersikap agresif..” ucap Soo Jin ketika ia ingat pada Jiyoung

“Jadi kau mengingatnya…!!! apa kau juga ingat jika dia adalah ciuman pertamamu, Akh… aku melihatnya dengan jelas ketika ia hanya bisa mengengam tangamu lalu mencium.. hehe” semringahnya CL saat itu ketika menceritakan masa lalu Soo Jin bersama Jiyoung

“ ternyata kau juga mengingatnya Chingu.. Akh… aku pikir yang semalam itu bukan dia, bagaimana bisa ia tak mengenaliku” Pikir Soo Jin saat itu

“dia sedang mabuk, mana mungkin ia ingat pada mu Soo Jin, tapi buktinya kalau dia semalam memelukmu, Jeongmal..” balas CL yang ikut berpikir keras “Akh.. Soo Jin sebaiknya antarkan aku ke Cafe Ceon Dam Dong, mendadak aku tak mau kuliah..” Gerutu CL pada Soo Jin

“Aissh.. kau ini, Gheureyo..” Soo Jin kembali menginjak gas mobilnya dan membawakan Mobilnya dengan sangat hati-hati

Setelah sampai di Cafe Ceon Dam Dong, CL pun turun dengan wajah tersenyum ia mengetuk kaca bagian Soo Jin duduk, lalu Soo Jin pun membukanya seraya mengangkat kedua alisnya

“Chingu, jika kau mengingatnya, tentunya kau ingat jika seminggu lagi adalah hari ulang tahunnya” ujar CL membuat Soo Jin tertegun atas ucapan CL

“Ne… mulon imnida, aku sangat mengingatnya, jika seminggu lagi ia akan berulang tahun” batin Soo Jin seraya tersenyum tanpa membalas pernyataan CL

********

Sore itu, Soo jin berjalan menelusuri Koridoor Apartementnya, ia nampak sangat lelah saat itu, ketika hendak membuka kunci pintu apartementnya, tiba-tiba pintu Apartement dengan nomor 156 terbuka

“Seung Hyun-Shi..” Eja pelan Soo Jin, namun yang ia lihat ternyata salah. Yang keluar adalah Jiyoung

“Annyeong…” Jiyoung menyapa Soo Jin yang tertegun di depan pintu kamarnya “Hyung.. Hyung…” teriak Jiyoung membuat Seung Hyun keluar dari Apartementnya

“Waeyo…?” Tanya Seung Hyun dengan santainya menghampiri mereka yang masih berdiri di depan pintu

“Mungkinkah ini Park Soo Jin yang kau maksud Hyung..?” tanya Jiyoung pada Seung Hyun

“Ne, ia Park Soo Jin yang semalam telah mengantarkanmu” jelas Seung Hyun pada Jiyoung

“Ouh.. Annyeong.. Kwon Jiyoung Imnida..” Jiyoung membungkukan Badanya bak orang yang baru saja kenal

“Wae..” Soo Jin kaget melihat tingkah Jiyoung yang terlihat aneh “kenapa ia malah memperkenalkan diri, dia tidak ingat denganku..?” isi hati Soo Jin bergumam melihat tingkah aneh Jiyoung “Park Soo Jin imnida, Akh.. aku tak punya banyak waktu… ouh iya, Dompetmu, ini dompetmu bukan ?” Tanya Soo jin seraya mengeluarkan Dompet Jiyoung dari dalam tasnya, lalu memberikannya pada Jiyoung

“Uah.. Gomawo.. Gomawo..” Beberapa kali Jiyoung membungkukan badannya, dan Soo Jin pun membalasnya

Tanpa banyak kata lagi, Soo Jin dengan cepat-cepat memencet tombol kunci apartementnya, pintu pun terbuka, ia membuka pintu Aparetementnya, namun ucapan Jiyoung membuat langkahnya terhenti kembali

“Soo Jin-ah, Jika kau punya banyak waktu maukah kau mengantarku untuk pergi ke suatu tempat ? aku tahu dari Seung Hyun jika kau adalah seorang sopir panggilan, Eotteoke..?” jelas Jiyoung membuat Soo Jin tak bisa berkata-kata “Soo Jin-ah ?”

“Ne, besok aku akan mengantarmu..” balas Soo Jin tanpa membalikan badannya, dan menutup pintu Apartementnya dengan rapat

Soo Jin langsung menjatuhkan dirinya pada ranjang kasur yang empuk, ia mendekap dadanya, detakan jantungnya berdebar kencang percis seprti malam kemarin ketika ia dipeluk oleh Jiyoung “Tuhan, apa maksudnya, ia malah memperkenalkan dirinya kembali.. maskudnya apa.. jadi benar dia tak ingat”  Batin Soo Jin bergemuruh.

“Haah…” Soo Jin menghela napas panjang “Jiyoung-Shi, kenapa kau hadir dengan sosok yang berbeda, Jiyoung-Shi kau cinta pertamaku, kau ciuman pertamaku, aku sangat ingat itu, namun apakah kau mengingat ketika kau berusaha untuk menyenangkan hatiku, hingga dengan beraninya kau menciumku.. apa kau tak ingat dengan itu… Jiyoung yang tadi itu… kau bercandakan, kau berpura-pura seakan-akan tak mengenaliku karena ada Seung Hyun kan.. ? maka dari itu kau kembali memperkenalkan dirimu, begitukah caramu..!!! Haahhh…” Soo Jin hanya bisa menutup matanya, dan jatuh dalam tidur yang penuh kelelahan

**********

“Hari Sabtu yang sangat cerah…  Soo Ji-Ah berjanjilah kau akan mengantarkanku ketempat yang terbaik di Korea” Ujar jiyoung ketika Soo Jin memenuhi permintaannya untuk mengantranya ke suatu tempat

“Kau mau ke pantai..?” tanya Soo Jin yang masih fokus dengan setir mobilnya

“pantai… kenapa kau memilih pantai ?” tanya Jiyoung yang keheranan

“Menurutku, pantai adalah dimana seseorang akan mengingat pada masa lalu kita” jawab Soo Jin dengan santainya

“Jinja…? aku tak suka dengan pantai yang ternyata hanya bisa mengingatkan kita kembali kemasa lalu” balas Jiyoung membuat Kaget Soo Jin

“apa masa lalumu begitu buruk hingga kau tak mau mengingatnya..?” Gertak Soo Jin yang masih tak paham akan sikap Jiyoung yang aneh

“Soo Jin, kau sedang mengendarai mobil, bisakah kita mengobrol di pantai saja” jawab Jiyoung mengalihkan pembicaraan

“Bukankah kau tak suka pantai Jiyoung-Shi..” Cecar Soo Jin pada Jiyoung

“Anio.. karena kau yang membawa mobil, aku akan menuruti apapun yang kau katakan” Kata Jiyoung yang kembali menatap jalan

“Aissh… ternyata aku benar-benar Seorang Sopir..” Oceh Soo jin meledek dirinya seraya mengelemg-geleng kepala

At Busan

“Kita datang pas hari mulai senja, Haah…” Jiyoung merebahkan badannya di atas pasir putih di pinggir pantai busan

“Jiyoung, kenapa kau sangat membenci masa lalumu…?” tanya Soo Jin serius memulai pembicaraan yang tengah duduk di samping Jiyoung yang sedang berbaring dengan tenangnya di atas pasir

“Jika aku mengingat kembali masa lalu ku, aku akan sedih..” jawab Jiyoung pelan

“Waeyo..” Soo Jin menatap Jiyoung dalam, sedangkan Jiyoung hanya menatap betapa luasnya langit saat itu

“aku kehilangan orang yang sangat aku sayangi, dari situ aku hanya bisa menyalahkan diriku” Ujar Jiyoung menjawab pertanyaan Soo Jin

“Siapa orang itu..?” tanya Soo Jin berharap jawabnya tidak melenceng dari pikirannya “jawablah jiyoung bahwa itu adalah aku” isi hati Soo Jin mulai cemas

“San Dara Park” jawab Jiyoung pelan seraya meneteskan air mata yang tak bisa ia tahan, lalu Jiyoung pun terbangun dari baringannya lalu melihat Soo Jin “kenapa raut wajahmu nampak sedih Soo Jin ?”

“Akh.. anio, Gwenchanayo…” Jawab Soo Jin yang tak bisa menyembunyikan kekecewaanya “dia benar-benar sudah tidak ingat denganku..aku Park Soo Jin Cinta pertama mu… kau bahkan tak ingat itu” batin Soo Jin menagis “Jiyoung.. aku menyayangimu, kehadiranmu kembali membuatku ingat kembali betapa indahnya masa lalu kita..tapi kau datang seakan-akan kita baru saja kenal”

“Soo Jin, Park Soo Jin… aku tidak suka perpisahan, berpisah dengan orang yang dekat denganku dan tidak bisa melihat satu sama lain, aku tidak menyukainya..” kata Jiyoung yang masih menatap Soo Jin

“Lantas kenapa kau berpisah dengannya ?” tanya Soo Jin kembali

“Kita mengelami kecelakaan, dan Dara meninggal..” ucap Jiyoung singkat

Mendengar perkataan singkat Jiyoung, Kini Soo jin mulai mengerti mungkin saja ia lupa pada masa lalu, karena seseorang akan hilang ingatan jika ia mengalami syok berat, tapi jika memang ia hilang ingatan, tidak mungkin jika ia sampai tak mengenal Soo Jin

“aku mengalami amnesia..” celetuk Jiyoung membuat Soo Jin membelalakan matanya dan melihat kearah Jiyoung yang sesekali tersenyum dalam kesedihan “kata dokter, sebagian ingatanku hilang, maka dari itu aku hanya mengingat kecelakaan itu saja, dan aku tak ingat seperti apa aku tumbuh, dan seperti apa wajah teman-temanku dulu, bahkan taeyang barkata aku tak ingat siapa cinta pertamaku, jika harus memilih aku lebih baik hilang ingatan seutuhnya, tanpa harus mengingat betapa menyedihkannya aku ketika kehilangan Dara..” jelas Jiyoung

Soo Jin hanya bisa menutup mulut dengan tangannya, berharap Jiyoung tak mendengar isakan tangisannya, Jiyoung manatap Soo Jin keheranan ketika Soo Jin menahan tangisannya

“Waeyo…?” tanya Jiyoung

“Akh.. anio, gwenchanayo..!!” Jawab Soo Jin berusaha membuat raut wajahnya kembali kesemula, dengan sigap ia membasuh air matanya dengan tangan “Jiyoung kau bahkan tak ingat wajah teman-temanmu itu ?”

******TBC******

Ya… Ya…. penasarankan chingu dengan kelanjutannya, Ouh ya, karena Author ingin tahu sebanyak apa pembaca FF ini, maka dari itu Auhtor pasang (kacangin reader’s) Pasword, untuk mengetahuinya bisa inbox di FB Auhtor : BingguBinggun Taby Hyuna

So… Check it Dot… Beautifull Drive part 2 (End)

 

4 thoughts on “[FF G] Beautifull Drive Chap (1/2)

  1. Hai…
    Aku reader baru disini…
    Aku dapet web ini dari web ff lain…
    Ceritanya bagus…
    Kasian Soo Jin dilupakan…
    Btw minta password yang part 2 ga?
    Mian ga bisa komen banyak”

    1. selamata datang blog saya hehe#tabur bunga
      Thank’s yah , sudah mengunjungi blog aku hehehe
      ouh ya, ini pas part 2 : 1579
      mian klo balasnya telat
      author akhir2 ini emang sibuk #prett..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s