[FF-G] Before The Wedding… Chapter 4

after-the-wedding-copy2.jpg

Tittle : After The Wedding part 4

Author : Hyuna_Taby @Lira_tabi

Cast :    Gyuri Park A.k.a Gyuri (OC)

Jenifer Park A.k.a Park Bom (2ne1)

Sandara Park A.k.a Dara (2ne1)

Choi Seung Hyun A.k.a TOP (Bigbang)

Kwon Jiyoung A.k.a G-Dragon (Bigbang)

Other Cast : YG Family

Genre : Romance (?) and Friendship

Rating : T (15+)

Disclaimer From part 3: GD membalikan badannya, menghampiri Dara dan medekatkan bibirnya di telinga Dara “aku bukan domba yang tertangkap basah oleh serigala, aku.. aku.. serigala yang sedang mengincar serigala betina” ucap GD menekan Dara

Dara menelan ludahnya dan tak berkutik “apa maksudnya..” itulah yang membuat Dara kebingungan, setelah GD menjauhkan wajahnya dari telinganya. Dara tersihir akan ucapan GD barusan, lalu membiarkan GD pergi begitu saja meninggalkan kamarnya.

************

“Gyuri.. bangun.. bangun.. ini sudah pukul 6 pagi, sebentar lagi matahari akan muncul.. bukankah kita akan melukis kembali..” Gertak Dara yang beberapa kali membangunkan Gyuri, namun Gyuri malah semakin menarik selimutnya “Heuh.. kau minum lagi ya..? hei ingat ini korea buka New York jangan sampai Eonni mu tahu..”

“Aissh… aku tahu, ini korea..” teriak Gyuri yang langsung terbangun dari tempat tidurnya “Aish.. kepalaku pusing, aku tak bisa melukis jika kepalaku pusing seperti ini..” ujarnya pada Dara, sedangkan Dara hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya

“Hmm.. ouh ya, semalam kau dinner dengan Seung Hyun ya..?”

“Ne.. rasanya aku ingin muntah.. Uoo…uoo…” tanganya menutupi bibirnya dan berlari kearah kamar mandi

“Akh.. Gyuri.. kau ini, dari luar kau terlihat bak Putri dari keluarga bangsawan tapi dari dalam kau begitu nakal dan memberontak..” Ketus Dara

Gyuri keluar dari Toilet dan kembali duduk di atas ranjang “Aissh, aku malas mendengarkan ucapanmu tentang aku adalah Putri yang berwibawa”

“Gyuri, boleh aku bertanya sesuatu ?” Tanya Dara serius

“Waeyo..? apa kau mau bertanya apa rasanya wine ?”Gyuri malah mengoceh

“Anio, bukan itu, tapi apa maksud serigala yang sedang mengincar serigala betina ?”

“Namja itu menyukai seorang Yeoja, bisa jadi dia memiliki hasrat untuk meiliki Yeoja itu, kenapa kau bertanya seperti itu. Memangnya kau ini Serigala betina apa..?” Gusar Gyuri seraya membaringkan kembali badannya

“Anio, bukan itu.. ekh..ekh.. kau malah tidur kembali, bukannya kita mau melukis..?” Santer Dara yang malah mendekap Chingunya itu untuk bangun “kalau kau tidak bangun aku akan minum wine” dengan terpaksa Gyuri bangun setelah mendengar ancaman dari Dara

Gyuri tak mau jika Chingunya ikut menjadi peminum seperti dia, baginya Dara bukanlah sekedar teman biasa, melainkan ia sudah mengangapnya sebagai Eonni. selama tinggal di Amerika Dara begitu menyayangi Gyuri dan selalu menjaganya, namun itulah kelemah Gyuri, setiap weekend ia pergi dengan teman-temanya yang juga suka minum

*********

What…” Nada Suara GD melonjak “dia adik tiri Bomie” ucapnya seraya menghampiri TOP yang sedang duduk di meja makan “kau harus menghentikan kebohongan ini..”

“maksudmu ?”

“identitasmu sebagai pemilik Caffe, kau bodoh atau apa.. bukankah RJ dan JP adalah phatner berbisnis, bagaimana bisa kau membohongi putri dari tuan Park” ungkap GD yang ikut resah

“aku tak tahu jika Gyuri itu adik dari Bomie, jika memang aku sudah tahu terlebih dahulu aku takkan menyembunyikan identitasku..” Gertak TOP yang malah membingunkan diri sendiri

“kau tahu, bukankah di koran mengtakan kau akan di jodohkan dengan Bomie demi berjalannya perusahaan kalian.. aku tak habis pikir kenapa Gyuri malah sekolah seni..” GD pun mengeleng-gelengkan kepalanya

“Hei.. tak usah bawa-bawa Gyuri dan dikaitkan dengan perusahaan” bentak TOP membela Gyuri

What.. kini kau sudah mulai membelanya… TOP-shi ingat, jika ia mengetahui siapa kau.. akh.. aku tak bisa membayangkan bagaimana seorang yeoja di bohongi..”Balas GD yang membuat TOP kebingungan

“aku sudah bilang, aku tak tahu jika ia putri dari RJ Group” Cecar TOP pada GD

“Ne.. kau terlalu memikirkan Hayi si penyanyi itu, yang telah memerasmu.. ingat dia Gyuri, Gyuri Park Putri dari Tuan Park, adik dari Bomie Noona”

“Akh.. kau, kau menuduhku Hyung..?” Teriak TOP sambil menunjuk kearah GD

“tentu saja, jika kau jujur dan melupakan Hayi semuanya takkan seperti ini..” GD kembali beridiri dan berjalan keluar kamar

“Akh.. aku rasa aku sudah gila” cecar TOP pada dirinya, ia mengigit bibirnya betapa ketakutannya dia, ketika suatu saat identitsanya terbongkar

Lee Hi, yang akrab di panggil Hayi dulu ia adalah yeojachingu TOP, namun keadaan berubah ketika Hayi sudah menjadi penyanyi terkenal, padahal sebelum ia menjadi penyanyi, TOP lah yang memasukannya pada sebuah label ternama di Korea untuk memulai kariernya, tentunya ia menghabiskan banyak Uang hanya untuk memastikan bahwa Hayi akan menjadi penyanyi terkenal, tapi apa daya TOP, hayi tertangkap basah oleh para wartawan ketika ia pergi berlibur dengan Seungri dengan panggilan ‘beken’ VI yang juga seorang penyanyi. Dan dari situ Hayi lah yang telah menghianati TOP. TOP menutup hatinya hingga bertahun-tahun, dan kini ia berani membuka Hatinya kembali untuk Gyuri, namu cara yang ia tempuh adalah salah.

***********

“apa kau baik-baik saja ?” tanya GD pada Gyuri ketika mereka bertemu di pinggir pantai

“Ne, Waeyo..?” jawabnya pelan tanpa melirik GD karena telah Fokus pada lukisanya

“kenapa ia malah bertanya seperti itu pada Gyuri, bukankah aku yang pantas diberi ucapan itu” isi hati Dara mendengus ketika tahu GD malah lebih mengkhawatirkan Gyuri

“Anio, TOP.. Akh.. maksud ku, Seung hyun bilang kau semalam mabuk berat” jelasnya

“Akh.. itu, aku sudah biasa seperti itu, jadi jangan khawatir, memangnya kenapa dengan dia, kenapa dia tak ikut dengan mu ?” ujar Gyuri sedikit aneh pada kata-kata GD

“aku rasa dia sedang tak enak badan, badanya begitu panas..” jelas GD pada Gyuri, reaksi Gyuri mulai berubah ia mempercepat mengulas-ngulas kuas pada kanfas tersebut “Dara-ah kau tak Apa-apa ?”

Refleks Dara melototi  GD, yang seolah-olah memberi tanda pada GD “ah.. maksudmu apa ? aku tidak apa-apa ?”

“tidak apa-apa.. memangnya ada apa chingu ?” tanya Gyuri yang mulai keheranan

“Akh, semalam Dara..” baru saja mulai bicara namun sudah di potong oleh pembicaraan Dara

“semalam, aku terkatuh di lantai tapi sudah tak apa-apa” jelasnya sedikit ‘cengengesan’

Ouh My God.. kenapa kau tak bilang padaku Dara..” Sontak Gyuri memlepaskan ‘celemek’ dan menghampiri Dara dengan mimik wajah Khawatir

“Chingu-ah.. sudah tak apa-apa.. ini sudah sembuh, sebaiknya kau lihat Seung Hyun sana” mendegar ucapan Dara, Gyuri malah kebingungan “tak usah bingung, aku sudah tak apa-apa, pergilah..”

“Ne, GD-Shi bisakah kau menjaga Dara ?” tanyanya seraya melihat GD, GD mengangkat kedua Alisnya lalu menunjuk darinya “kau lama sekali, anggap saja kau setuju Ok..” tanpa panjang lebar lagi, Gyuri berlari dan meninggalkan mereka.

“itu mimik Khawatir pada Seung Hyun kan ?” tanyan Dara yang melanjutkan lagi melukis

“Anio, ia juga khawatir pada dirimu..” jawab GD yang terus melihat Gyuri berlari

“aku rasa ia sudah mulai Jatuh cinta pada Seung Hyun..” gumam dara pelan

“Jatuh Cinta..” pikir GD “Eottokke, Gyuri benar jatuh cinta pada Namja yang membohonginya” matanya melirik kearah Dara yang begitu cekatan melukis di atas sebuah kanpas “lukisanmu begitu bagus..” tangannya yang sedang mengulas-ulas cat air terhenti lalu melirik kearah GD

“apa yang barusan aku dengar, ia memuji lukisanku ?” tak mau terlalu terdramatisir, ia mengelak dengan melihat lukisan Gyuri “My God, kenapa ia malah meninggalakn semua alat lukisnya disini” sahut Dara ketika melihat barang-barang Gyuri tergeletak begitu saja.

“hehe.. kau ini, Gyuri memintaku untuk menjaga mu, tak usah risau biar aku yang membereskannya” celetuk GD yang langsung melangkah ke tempat Gyuri melukis.

************

Tett.. tett..

“Ne..” seru TOP seraya berjalan lalu membukakan pintu, setelah itu ia keheranan ketika melihat Gyuri telah membawa beberapa obat-obatan

“GD bilang kau sakit, bisakah aku masuk ?” tanyanya dengan penuh senyum, lalu menerobos masuk kedalam kamar hotel

“sakit..” Batin TOP “Duduklah..” pintanya tenang

“kau sakit apa..?” tanyanya mulai mengoceh

“mulai cerewet” gumam isi hati TOP

“apa kau sudah makan ? akan aku buatkan makan..” gertaknya yang langsung berjalan keluar kamar

“hei.. kau mau kemana ?” teriak TOP menghentikan langkahnya

“mau beli makan” jawabnya seraya menunjuk pintu keluar

“aku sudah makan, tadi GD yang memasakan makanan untukku ?” jelas TOP yang masih sabar

Gyuri kembali ketempat duduk “apa kau sudah minum obat ?”

“ouh my god, apa yang GD katakan hingga membuat ia khawatir seperti ini” tingkah Gyuri yang seperti anak kecil kebingungan malah membuat kepala TOP sakit “Duduklah” Gumam TOP pelan

“kalau begitu, minum obat dulu ya, aku membeli obat penurun panas, setelah itu kau istirahat..aku..”

“Ne.. kau cerewet melebihi Eommaku, kau begitu pantas jika kau jadi Ajhuma hehe”

“Kau malah tertawa, ayo cepat diminum obatnya” Ujar Gyuri yang menyodorkan beberapa obat, tak lupa ia pun memberikan sebotol air putih

“Sudah.. Ajhuma Cerewet.. hehe” Sindir TOP pada Gyuri “kau khawatir sekali padaku..”

“Akh.. anio.. biasa saja, bukankah malam ini kau akan mengjakku untuk jalan-jalan di Jeju ini ?”

“Jinjayo ?” TOP mengankat kedua alisnya

“ne, kau lupa aku mabuk, setelah itu kau membisikan jika besok sebaiknya kita jalan-jalan di jeju untuk menghilangkan segala penat” jelas Gyuri pada TOP, memang pada malam kemarin TOP sempat biacara seperti itu, meskipun Gyuri sedang dalam keadaan mabuk, namun ia tetap mendengarkan semua ucapan-ucapan yang orang katakan

“akh.. ne, mulon imnida, aku ingat” kata TOP sambil sedikit-sedikit tertawa

“akh, aku rasa kepalamu begitu pusing sampai tak ingat hal-hal kecil, sebaiknya kau istirahat, jalan-jalan malam ini kita batalkan saja” jelas Gyuri pada TOP yang duduk di sampingnya

“Wae.. kenapa di batalkan.. nanti juga aku akan merasa baikan..”

“Janji..”

“Ne..”

“Berjanjilah, jika kau sudah berasa baikan, temui aku .. janji” ujarnya yang menyodorkan jari kelingkingnya

“ne..” TOP membalas jari kelingking Gyuri dengan mengaitkan kelingkingnya

************

“Gyuri, aku akan pulang telat.. aku bersama GD akan pergi dinner, tak apa-apa kan jika aku tinggal sendiri” pesan singkat Dara yang tertuju untuk Gyuri

“Ne, Good luck” balasnya simple dan menyimpan kembali ponselnya di atas meja

Nanananan….

“Gyuri-ah, aku sedang berdiri di depan pintu kamar mu “ isi SMS TOP yang ia kirim untuk Gyuri

What.. kenapa aku begitu kaget dan gerogi, tak biasanya aku seperti ini” ketusnya seraya melangkahkan kakinya menghampiri pintu dan membukanya

“kau sudah siap ?” tanya TOP sambil tersenyum kecil

“Ne.. Seung Hyun, tunggu sebentar” Gyuri kembali kedalam kamar bak ketinggalan sesuatu dan kembali menghampiri TOP “kau bilang angin di jeju begitu kencang, kau harus pake jaket yang tebal” ucapnya sambil memberikan jaket TOP yang 2 hari kemarin menginap di kamar Gyuri

“Ne.. Gomawo..” balas TOP merasa tersentuh akan tindakan Gyuri yang begitu perhatian padanya.

************

Sepulangnya dinner “Jadi, keluargamu tinggal di Filipine dan kau punya sodara di Busan, kenapa kau tak berlibur ke Busan saja” Ketus GD yang saat itu berjalan bersamaan dengan Dara menelusuri koridoor hotel

“Akh.. liburan kali ini begitu terbatas, aku tak sempat mampir ke Busan” jawabnya pelan “kenapa malam ini Hotel begitu sepi” ketusnya yang terus berjalan bersamaan dengan GD

“hmm haruskan aku mengajakmu kembali ketempat yang ramai ?” Sindirnya pada Dara

“Akh.. tidak usah, tadi siang aku sangat senang bisa berjalan-jalan di jeju, Gomawo” jawabnya sambil ‘cengengesan’

“Ne, Cheonma. Aku juga sangat senang..” Kata GD seraya mengecak-acak sedikit rambut Dara

“Senang..”

“….”

“Waeyo..” dara keheranan

“Senang bisa berjalan dengan mu..” ucapanya telah membuat Hati Dara sembringah di tambah lagi detak jantung Dara semakin berdebar debar “biar aku yang bawa tas punya mu”

“Tidak usah, kau membawakan tas Gyuri saja, Gomawo” ujarnya yang menundukan kepalanya sambil berjalan pelan

“apa perlatan lukis itu begitu berharga buat kalian ?” tanyanya

“Ne, mulon iminda, kita tak bisa mengembangkan pikiran jika tanpa alat-alat ini” ujar Dara seraya beberapa kali tersenyum

“mana yang kau pilih ?”

“apa..?”

“Seni.. atau Namja ?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu ?” Dara menelan ludahnya, dan mulai tak nyaman dengan pertanyaan GD yang begitu serius

“Kau begitu serius, aku kan hanya bertanya  hehe ?” sindir GD yang malah membuat Dara semakin tersenyum “Dara-ah”

“Ne..” Jawabnya pelan sambil berjalan

“aku rasa, aku sudah mengikat serigala betina itu..?”

“Hmm.. siapa serigala betina yang kau ikat itu..?” jawab Dara tanpa menghiraukan GD yang begitu serius melihatnya

“Dara-ah, itu kau..”

Dara menghentikan langkahnya lalu melirik pada GD, GD tersenyum dan menghampirinya, tanganya menarik pundaknya dengan perlahan dan melayangkan sebuah ciuman lembut tepat di bibir Dara, matanya membelalak ketika tahu GD menicumnya, tas yang ia pegang jatuh begitu saja dan membuat GD melepaskan ciuman itu.

“Mainhe..” Ucapnya pelan seraya mengambil tas Dara yang terjatuh.

Dara tertegun, tak percaya apa yang telah menimpanya, ia mendekap Dadanya yang begitu bergemuruh “Tuhan.. dunia begitu adil.. orang yang aku sukai, begitu menyukaiku..” Batinnya begitu senang namun mimik wajahnya masih kebingungan

“Kajja..” kata GD membuyarkan lamuan Dara

“Ne.. ne..” Eja Dara yang sangat malu, sesekali GD membelai-belai rambut Dara dan tersenyum penuh kebahagiaan

*************

“tanganmu begitu indah..” puji gyuri pada TOP

“kenapa kau selalu berkata seperti itu ?” ucap TOP yang kala itu memegang tangan Gyuri

“tangan mu seperti orang bangsawan, begitu halus dan juga tertata rapih” jelas Gyuri dengan senyuman yang menawan

“haha.. kau ini, aku lepaskan yah..” TOP malah melepaskan genggamannya yang malah membuat Gyuri terlihat lebih Jutek “Haha.. kau nampak seperti kucing yang sedang memohon-mohon ketika aku melepaskan gengamanmu” TOP berusaha mengenggam kembali tangan Gyuri, namun malah di sangkal oleh Gyuri “Ciah.. kau benar-benar marah kah ?”

“Anio.. kamu tahu, aku mahasiswi Seni jadi kemampuan mengobservasiku sangat bisa diandalkan” pujinya pada diri sendiri yang kembali memancarkan senyuman di wajahnya

“Ouh.. begitu yach..”

“Begitu.. apanya yang begitu.. apa karena aku mahasiswa seni, atau kemampuan mengobservasiku, apa karena pujianku pada tangannya yang begitu indah, akh.. sungguh bikin kesal” Batin Gyuri saat itu, langkahnya terhenti ketika Gyuri sudah berada di depan dipintu kamarnya

TOP begitu tampan. Ia terlihat memabukkan saat sedang tersenyum. Seperti sekarang, ketampanannya saat tersenyum membuat orang kehilangan akal.

“besok malam, aku akan mengajak mu makan malam” ajaknya pada Gyuri

“Makan malam ?” ucapnya dengan hati sembirngah ia mengangukan kepalanya

“Masuk lah.. sebelum Dara mencarimu” Seru TOP yang juga merasakan hal yang sama, hatinya begitu senang saat itu.

Gyuri ingin memberikan salam perpisahan, tapi tiba-tiba semua terasa gelap, kerana TOP yang berbadan besar darinya menutupinya. Karena TOP mengecup keningnya. Gyuri tertegun dan tak bisa berkata-kata.

“masuklah.. dan terimakasih hari ini begitu menyenangkan” gumam TOP

Gyuri kaget, tak bisa berkata apa-apa, ia membuka pintu pelan-pelan dan masuk kedalam kamar hotel, ia membuka jaket yang ia kenakan, lalu meminum sebotol air putih, ketika ia akan membaringkan badanya, ternyata Dara lebih dulu membaringkan badannya di di atas ranjang

“kau sudah pulang ?”

“Ne, aku kira kau sudah tidur”

“Gyuri.. aku rasa aku..” tanya Dara

“Dara.. aku merasakan hal yang aneh” Gyuri pun berbaring di sebelah Dara

“Apa yang kau rasakan ? aku jatuh cinta !” Dara memutar badannya hingga mereka saling bertatapan

“Waeyo.. kau jatuh cinta pada GD kah ?” tanya pelan

“Ne, Serigala itu, serigala yang mengincar serigala betina.. serigala betina itu adalah aku, aku kini telah terikat” jelasnya dengan tatapan kosong.

“Jeongmal.. Chukkae..” jawab Gyuri pelan, yang tak seperti biasanya ia jadi pendiam

“Kau kenapa.. apa yang kau rasakan, hingga membuatmu diam.. tak biasanya” tanya Dara dengan nada yang sangat pelan

“aku seperti kucing kecil yang sedang jatuh cinta pada Kucing jantan, tangannya begitu indah” gumam Gyuri yang tangannya menempel di tubuh Dara

“apa yang membuat kucing kecil itu jatuh cinta pada kucing jantan ?” tanya Dara dengan tatapan yang serius

“PERTEMUAN… TAKDIR… dan KECUPAN di keningku..” Eja Gyuri seraya tersenyum kecil

“Chingu..” Dara memeluk Gyuri “Kita sedang jatuh cinta”

“Ne..” Balas Gyuri seraya tersenyum “Jatuh cinta itu sangat indah bukan..”

“Ne.. seperi orang yang duduk di atas kursi yang kerumuni Bunga-bungaan yang sangat wangi”

binggo..”

********

Janji makan malam selalu bertambah. Akhirnya mereka selalu bertemu setiap hari selama berlibur di pulai jeju, Gyuri dan TOP sangat menikmati keseharian mereka. begitu juga dengan Dara dan GD keseharian mereka adalah diving dan juga berwisata kuliner.

“Hei.. sebentar.. kita Foto dulu yach..” Seru Gyuri yang memberikan Camera Digital pada GD untuk memfotonya bersama TOP

“Ok.. Siap..1…2..3..”

Cekrek

“1 kali lagi, Hyung bersiaplah” pinta GD pada Gyuri dan TOP

Cekrek

Sebuah Foto telah dibuat, TOP mencium pipi kiri Gyuri dan juga sebaliknya, tak mau ketinggalan Dara dan GD pun berfoto bersama namun dengan gaya yang berbeda, karena Dara tak mau jika kemesraan mereka di umbar-umbar.

**************

At Seoul..

“apakah saengmu sudah datang ke Gangnam ?” tanya Daesung yang tetap fokus dengan setir mobilnya

“dia bilang malam ini ia akan tiba di Incheon” jawab BOM pelan “Ouh ya, apakah TOP-shi sudah pulang dari liburannya ?” Gertak BOM yang ingat pada pather bisnisnya

“Akh.. saiangnim.. Ne ia sedang berlibur dengan Hyungnya Jiyoung-Shi, tapi aku tidak tahu kapan mereka akan pulang..” jelasnya pada BOM

“Oppa..hmm..”

“Oppa.. kau panggil aku Oppa, saiangnim ?” Daesung reflesk melihat kearah kaca kecil yang terletak di atas kepalanya untuk melihat BOM

“Ne, Oppa, bisakah aku panggil kamu Oppa ?” jelasnya yang juga melihat Daesung dari kaca kecil itu

“aku rasa itu sangat berlebihan saiangnim. Jika…”

“jika apa..?” potong BOM sedikit geram “jika TOP-Shi mendengarnya, apa itu maksudmu ? aku benci dengan Gosip bahwa kita akan di jodohkan” Gertak BOM yang mulai emosi

“itu bukan gosip, saiangnim..”

“jangan panggil aku saiangnim, bukankah Bos mu itu TOP kan ? aku hanya pathner kerja, aku tak pantas di sebut saiangnim oleh mu meneger kang..” Tak disangka BOM malah gusar akan kepolosan dan keluguan daesung “kau ingat kan, aku, TOP, GD, dan kau kita sekolah di Universitas yang sama, setidaknnya kau menanggapku sebagai teman.. kalau tidak mau menganggapmu sebagai ‘Yeoja’” mendengar penjelasan BOM yang sedang marah, Daesung menghentikan mobilnya. “kenapa kau manghentikan mobilnya, ini sudah malam aku tak punya waktu untuk bermain-main..” teriak BOM yang semakin kesal pada Deasung. Keduana diam. Daesung tak kuat untuk membalik wajahnya ke belakang untuk melihat BOM yang mengeluarkan air mata karena ulahnya. Dalam keheningan daesung terdiam tangannya bergemetar dan semakin kuat memengan setir mobil.

Fash back

“Oppa.. congratulations…” kecupan melayang pada pipi kiri Daesung saat ia di nobatkan sebagai mahasiswa terpintar saat itu, BOM salaku yeojachingunya begitu bahagia dan bangga padanya

“Ne, gomawo Bomie-ah” jawab Daesung dengan senyum yang sangat mengingat seraya mengacak-acak rambutnya

“Oppa, setelah ini apa rencana mu ? aku kasih saran, bagaimana jika bekerja di RJ Group saja, Appaku akan sangat senang jika mempunyai pegawai sepintar Oppa” ujar BOM dengan sembringah

Wajah Daesung berubah menjadi kecut dan masam, itulah kelemah Daseung ia tak bisa menyembunyikan kesedihannya. “Mianeyo…”

“Waeyo..?” Mimik wajah BOM kala itu ikut masam

“terlebih dahulu, aku sudah menandatangi kontrak untuk bekerja di PJ Group” katanya yang seraya memutarkan badannya kearah jendela

“bukankah itu perusahaan TOP-Shi ?”

“Ne..” Kembali merilik kearah BOM “Bomie, sebaiknya kita akhiri semuanya sampai disini” ucapanya dengan nada rendah dan serak

“jabatan apa yang mereka berikan padamu, hingga kau mengorbankan Cintamu untuk Fokus pada kerjaan ?” BOM mulai gusar atas perkataan Daesung

“Manager..” Daseung menatap dalam-dalam BOM, ia tahu BOM sangat kesal atas semua keputusannya, tapi ia tak punya pilihan, jabatan itu sangat mengiurkan bagi daesung, tentulah konsekuensinya adalah berakhirnya hibungannya dengan BOM

“aku tak terima ini Oppa.. aku benci kau.. aku benci.. aku benci….” teriak BOM sambil berlari untuk menghilang dari hadapan Daesung

Flash back end

“kau tetap tak berubah, kau terlalu polos dan terlihat Konyol” ujar BOM seraya menatap pada jalanan yang sepi “TOP takkan mau dijodohkan, karena ia tahu kaulah yang aku miliki”

“berhenti..” Daesung menderam “kau bicara seperti itu, seolah-olah aku yang salah”

“Tentu saja, jika memang kau tak mengakhiri semuanya, aku takkan bersikeras untuk menjadi direktur.. aku bahkan sudah punya rencana jika kau lah yang akan menjadi direktur RJ Group” jelas BOM mengusar penuh dengan api yang begitu membara di dalam hatinya

“haaahh..” Daesung menghela napas, ia tahu betul sifat BOM.

BOM adalah Yeoja dengan emosi yang tinggi dan tak bisa menahan kemarahan pada seseorang. Maka dari itu dari dulu Daesung selalu mengalah, mengalahnya dia bukan karena ia takut pada BOM, melainkan ia sangat cinta pada BOM, dan ia selalu berharap BOM bisa menerima akan kelemahannya yang selalu terlihat lugu dan polos.

“Sebaiknya kau harus cepat pulang, sebelum Gyuri datang terlebih dahulu kerumah” ketus daesung yang saat itu akan menyalakan mobil, namun apa yang terjadi BOM keluar dari mobil dan berlari meninggalkannya. Melihat tingkah BOM yang aneh ia ikut keluar dari mobil dan mengejar BOM, memang jalanan malam itu sangat sepi, hingga tak ada satupun orang yang lewat.

“Cinta tak terbalas memang menyakitkan” Gumam BOM yang terus berlari, namun Daesung cekatan ia menyusuk BOM dan menarik tangan BOM Hingga BOM jatuh pada pelukannya. “lepaskan aku..lepaskan”

BOM terperangkap dalam pelukan Daseung, Dekapan desaung begitu kuat, hingga BOM tak bisa berbuat apa-apa. BOM berusaha melepaskan diri, namun apa yang terjadi Daseung mencium bibir lembut BOM hingga beberapa kali, karena BOM berusaha melepaskan.

Namu tanpa mereka sadari sebuah taxi melewat tak jauh dari BOM dan Daesung “what.. Ajhushi bisa berhenti sebentar” pinta dara pada Driver Taxi tersebut

“ada apa Dara, aku sangat lelah.. aku ingin cepat pulang..” ketus Gyuri

“Gyuri bangun sebentar, lihatlah keluar.. bukankah itu BOM Eonni ?” Gertak Dara yang sangat kaget

“Mana ?” Gyuri lalu bangun dan melihat kearah dua orang yang sedang berciuman “Ommo.. itu ciuman HOT yang pernah aku lihat..”

“Gyuri-shi siapa Namja yang mencium BOM Eonni ? lihatlah Eonnimu berusaha melepaskan diri, namu Namja itu selalu menyangkalnya dan terus mekukannya hingga beberapa kali” Celoteh Dara yang masih kaget ketika melihat BOM Eoni

“Daesung Oppa, aku tahu dia, Eonni ku suka bercerita tentang dia.. Akh sudahlah itu urusan Eonniku, aku tak mau tahu.. Ajhushi ayo jalan” pinta Gyuri tanpa pikir panjang lagi

“Akh.. kau ini padahal masih seru..” gerutu Dara

“maskudmu seru apaan, aku merasa Eonniku sedang mengalami sebuah masalah” Ujar Gyuri yang kembali membalikan badannya kearah depan, dan taxi pun melaju.

BOM menangis, Daseung pun melapaskan dekapannya. “Bumi tempat aku berpijak seolah berhenti berotasi, jantung mendadak berhenti berdetak, lemah seolah tanpa darah” Batin BOM seraya menjatuhkan diri dan di hadapan Daesung

“Mian.. jeongmal mianhe Noona” tak mampu menyembunyikan kesedihan, Daesung menderaikan airmata dan membasahi pipinya “saranghae.. saranghaeyo..” Daseung mendekap kembali BOM yang terjatuh di atas jalanan aspal, dan mencoba merangkulnya kembali untuk masuk kedalam Mobil.

*********

(masih penasaran ?? klik here Chapter 5)

Please Coment and Like🙂

2 thoughts on “[FF-G] Before The Wedding… Chapter 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s