[FF-G] Before The Wedding… Chapter 3

after-the-wedding-copy2.jpg

Tittle : After The Wedding part 3

Author : Hyuna_Taby @Lira_tabi

Cast :    Gyuri Park A.k.a Gyuri (OC)

Jenifer Park A.k.a Park Bom (2ne1)

Sandara Park A.k.a Dara (2ne1)

Choi Seung Hyun A.k.a TOP (Bigbang)

Kwon Jiyoung A.k.a G-Dragon (Bigbang)

Other Cast : YG Family

Genre : Romance (?) and Friendship

Rating : T (15+)

Disclaimer from part 3 : Ketika mereka begitu serius dengan kuas yang di pegang mereka lalu memcampurnya dengan beberapa warna lalu menempelkan pada sebuah kanpas hingga terbentuklah sebuah lukisan, tiba-tiba dua orang namja mengahampiri mereka. Seung Hyun menepuk Pundak Gyuri yang tengah asik menyelesaikan lukisannya

“Annyeong Haseyo..”

“Ouh My God” Gyuri membalikan kepalanya “Wae.. kalian.. kenapa kalian bisa berada di sini” Eja Gyuri yang tak percaya akan kedatangan TOP dan GD

(AND CHECK IT DOT.. :D)

******

“Ne, mian jika sudah membuat kalian kaget”

“Ne, kita disini sedang Survei lapangan untuk membuat Cabang caffe kita” Jelas GD yang meyakinkan Gyuri dan Dara, sesekali GD melihat Dara yang terus saja tersenyum

Flash back

At Caffe Gwanju

“Noona, bisakah kau menyimpan No ponsel mu di Ponselku” Ucap GD yang diam-diam mengikuti Dara kebelakang

“Ne” Jawab Dara pelan Seraya mengambil Ponsel dari tangan GD

Setelah selesai mengetik no ponsel dara pun mengembalikan ponsel milik GD padanya “Noona, apa besok kau punya waktu ?”

“Akh.. anio, aku dan Gyuri akan pergi ke pulau Jeju, jadi kita mungkin takkan ada di Gangnam sampai hari Sabtu..” jelas Dara pada GD dengan sedikit malu-malu “Oh My God, ia mengajaku dinner kah.. atau apa..” ketus isi hati dara saat itu

“Jeju… akh.. Gheuraeyo”

*********

“aku tak menyangka, kenapa kita bisa bertemu dengan 2 orang aneh itu” gerutu Gyuri pada Dara. Sedangkan ia hanya tersenyum-senyum sendiri “ekh.. Chingu, apa kau mendengar apa yang aku katakan barusan ?”

“akh.. mianhe.. mianheneyo.. aku mendengarnya Chingu” jawab Dara yang kembali menyedot minuman lemonnya “Gyuri, sudahlah jangan terlalu di pikirkan, bukankah mereka sudah bilang jika mereka kesini untuk pekerjaan”

“Ne, tapi aku tidak suka dengan pria yang bernama Seung Hyun itu ?”

“Waeyo..?”

“Ne, aku takut…” Gumam Gyuri dan melahap makanan yang di sebiakan di Caffe tersebut “Dara-ah kau menyukai GD kah ?” pertanyaan Gyuri membuta Dara kaget dan tersendak

Ohokk..ohokk..

“kau menyukainya ya ?” tanya kembali Gyuri yang semakin mengenjatkan hati Dara

“Omo.. lihat siapa yang mau menari malam ini ?” Gertak Dara pada Gyuri yang menunjuk kearah panggung di Caffe tersebut

529946_165795796900987_1579259054_n.jpg

“bukankah itu Seung Hyun-Shi ?” Eja Gyuri yang membelalakan matanya “apa yang akan dia lakukan di atas panggung tersebut !!”

Tanpa Gyuri dan Dara sadari ternyata TOP dan GD berada di Caffe yang sama, di atas panggung TOP menunjukan tarian enerjiknya di tambah GD yang berdiri di sebelahnya menyanyi semua penonton tak bisa mengalihkan pandangannya pada tempat lain kecuali keatas panggung di tengah-tengah lagu TOP menambahkan beberapa Rep.

9907_633941823301482_1344001736_n.jpg

ouh my God.. Gyuri ia pandai menyanyi..” puji dara pada GD “Hei.. hei…”

Gyuri tak bisa mengedipkan matanya ketika matanya terpanah pada TOP yang begitu hebat dalam ngerep “Bagaimana bisa ia sehebat itu” Gumam Gyuri yang seraya ‘bengong’ tak percaya melihat TOP

Pertunjukanpun selesai, malam itu Caffe sangat ramai, tak ayal tepuk tangan dari para pelanggan bergaung saat mereka turun dari panggung. Langkah mereka menuju meja Gyuri dan Dara

“Annyeong, malam ini kita bertemu lagi..?” Sapa GD pada Dara seraya duduk di sebelah Dara dan Dara pun hanya bisa tersenyum penuh malu

Gyuri merasa salah tingkah, ia tak mendapat sapaan dari TOP “haruskah aku yang menyapa duluan.. akh… tak bisa harga diri.. ingat harga diri Gyuri..” ketus isi hati Gyuri saat itu sambil melanjutkan kembali makannya

“bolehkan aku duduk di sini ?” Ucap TOP rendah

“Ne.. mulon imnida” jawab Gyuri tanpa melihat kearah TOP seraya memasukan beberapa sayuran kemulutnya “apa kau mau makan ?”

“Aku sudah memesannya, jadi tak apa kan jika aku dan GD makan bersama kalian..?” ujar TOP searaya tersenyum tipis

Dug…dug… “aku mohon jangan tersenyum seperti itu.. semua Yeoja yang melihatnya bisa ‘mabuk’” Dengus isi hati Gyuri

“Ne.. mulon imnida, kita makan bersama ya..” Ucap Dara dengan penuh semangat

Malam itu mereka menikmati makan malam bersama untuk kedua kalinya, namun di malam ini Gyuri terlihat malu-malu dan Canggung tak seperti malam pertama mereka makan bersama, Gyuri begitu lincah dan cerewet, mungkin waktu itu ia terdorong untuk terlihat baik karena telah melakukan kesalahan pada TOP masalah ponsel.

******

“malam ini begitu indah ?” Gumam TOP seraya berjalan di sepajang terotoar menuju Hotel, Gyuri yang berjalan bersamaan dengan TOP tak mampun mengeluarkan sebuah kata-kata, ia hanya berani melihat langit ketika TOP berbicara seperti itu “apa kau kedinginan ?” tanya TOP saat kedapatan Gyuri memeluk dirinya, di lepaslah jaket yang TOP kenakan lalu memakaikan pada Gyuri dengan menjuntaikan jaketnya di atas pundak Gyuri

“Seung Hyun, kau.. kau..”

“Tak apa.. pakailah.. Udara di Jeju memang seperti ini, ini di akibatkan oleh angin laut yang sangat kencang..” jelas TOP dengan langkah kaki yang pelan “kau menginap dimana ?”

“aku di Hotel jeju island..” Jawab Gyuri pelan

“kita berada di Hotel yang sama, sebaiknya ayo kita pulang sebelum GD dan Dara pulang lebih dulu” Ujar TOP yang kembali tersenyum kecil

“Ya.. tuhan kenapa jantung ini selalu berdebar kencang apabila melihatnya tersenyum seperti itu, melihatnya tersenyum tersirat bawah dia namja yang sangat hangat dan penuh kedamaiannya tentu saja orang-orang yang berada di dekatnya akan berasa hangat..”

Sesampainya di depan pintu kamar Hotel Gyuri “Gyuri-ah besok bisakah kita makan malam lagi ?” tanyanya pelannya dengan tatapan yang tajam, kenapa tidak Gyuri memilik wajah yang imut dan cantik, wajahnya bak Yoona SNSD dan juga kakinya yang tinggi semampai tak heran banyak Namja yang mengejar-ngejar dia.

“Kita.. kita berdua atau..?”

“ne.. kita berdua..!” Ujar TOP yang menjelaskan maksud dan tujuan perkataannya tadi

“Ne, besok..” jawab Gyuri pelan sembari tersenyum kecil pada TOP dan mengangukan kepalanya. Mendengar jawaban dari Gyuri hati TOP merasa sangat senang, ia lalu mengacak-acak sedikit rambut Gyuri setelah itu ia pun melangkahkan kakinya meninggalkan Gyuri, tak jauh saat itu Gyuri berteriak “TOP-shi, Dance dan ngerepmu begitu bagus..” Pujinya pada TOP

TOP hanya bisa tersenyum sembringah tanpa membalikan badanya pada Gyuri, ia melambaikan tangannya dari belakang, mungkin ia tak mau ketahuan oleh Gyuri betapa Senangnya dia saat itu.

*************

Liburan kali ini dirasa sangat berbeda karena Gyuri merasa Hati nya telah tercuri oleh seorang Namja yang ia temui tanpa sengaja di Airport  di L.A.

“apa kau suka minum ?”

“Anio.. jika sudah makan aku suka minum lemonade

“aku pikir kau suka minum alkohol, ternyata tidak”

TOP tersenyum kecil “kau suka minum ?”

“Akh.. sedikit.. di New York aku dan teman-temanku suka hang-out bareng tak bisa di sangkal jika kita sering Minum”

“kau bilang sedikit.. hehe”

“kau mau mencobanya ? aku mau minum wine di jeju ini, apa rasanya sama seperti wine di new york !” Bujuk Gyuri yang menuangkan winenya kedalam sebuah gelas dan menyodorkanya pada TOP

“Gyuri, kau terlihat Alim tapi ternyata kau suka minum”

“apa salahnya suka minum wine tak ada yang melarangku..” Sifat Gyuri asli mulai keluar,Cerewet dan tak mau kalah

“kenapa kau harus sekolah seni, bukankah sekolah seni itu tak memerlukan ijazah ?” tanya TOP dengan santai

what.. enak saja kau bilang seperti itu..” jawab Guri yang kaget akan pertanyaan TOP padanya “Hei.. Seung Hyun-Shi kau tak mengerti soal seni, lihatlah leonel davinchi ia begitu di terkenal sampai sekarang karena lukisan monalisa  yang misterius itu, aku juga ingin seperti dia selalu di ingat dan juga karya-karyaku juga ingin di kenal..”

“Cerewet..” Gumam TOP, dan saat itulah pembahasaan begitu menarik akan siapa diri Gyuri yang sebenarnya. Celotehan Gyuri begitu menarik pendengarnya, Hingga TOP begitu antusias untuk mengetahui

“kau tahu, jika Eonni ku tahu aku punya teman di Korea ia pasti akan mengintrogasinya..”

“Jeongmal”

“Ne, aku tak tahan akan kerasnya didikan Appa tiriku dan juga Eonni Tiriku, maka dari itu aku sengaja minta untuk belajar di Amerika dan di Amerikalah aku merasakan kebebasan..”

“lantas, apakah eonni mu tahu jika kau suka minum ?” tanya TOP seraya mengangkat kedua alisnya

“akh.. itu.. itu…”

“Eonnimu belum tahu kan ?”

“Hei.. seung-Shi Ssstt.. ini rahasia, hanya dara dan kau yang tahu jika aku suka minum”

“nama Eonni mu itu siapa ?” tanya TOP penuh penasaran

“Kenapa kau mau tahu nama eonni ku ? jika sampai kau tahu siapa eoniku, tentu saja kau akan bilang padanya jika aku suka minum. Iyakan ?” ocehan Gyuri mulai lagi, tapi kecerewatan Gyuri tak membuat TOP bosan malah ia sangat senang melihatnya

“Anio.. aku hanya ingin tahu saja, aku tak kenal dia kan..?”

“Ne, tentu saja kau tak kenal dia, BOM eoni, putri tertua dan juga pewaris No.1 RJ Group.. akh.. aku malas membahas soal perusahaan, tapi harus bagaimana lagi setelah Eomma ku menikah dengan Appanya  Bom Eoni, namaku jadi Gyuri Park, dan kamu tahu kini kehidupan Eommaku sangat mewah bak seorang Ratu di sebuah kerajaan..”

“RJ Grop… Bom.. itu perusahaan yang kini menjadi pathner bisnis perusahaan aku kah ?” gertak isi hati TOP yang kaget akan semua penjelasan Gyuri padanya “Wiat..” ucap TOP menghentikan ocehan Gyuri yang membicarakan tentang keluarganya

“Waeyo..?” tanya Gyuri keherahan, nampak mimik TOP berubah dalam beberapa saat

“apakah presedirnya bernama Park Jae Joon dan Nyonya Park Soo Jin ?”

“Ne, mereka itu orangtua ku..” jawabnya dengan tenang “ouh.. waeyo..? apa kau mengenal orangtua ku ? jangan-jangan kau mengenal Eoni ku juga ?”

“Akh.. Ani.. anio,,,” Eja TOP berusaha menyembunyikan kebohongannya  “aku tahu di koran dan Televisi, bahwa mereka adalah orang korea terkaya peringkat 5, benarkah itu ?”

“Omo.. ternyata orangtuaku begitu terkenal dan kaya..” kekagetan Gyuri tak bisa disembunyikan ketika tahu betapa kayanya Orangtuanya

“lalu, kenapa kau bersikap seperti nobody dalam keuargamu ?” tanya TOP mulai serius

“itu..itu.”

“bukankah kau juga pewaris RJ Group, kenapa kau malah ingin menjadi seorang seniman ?”

“Itu.. itu.. karena aku tak mau ada permusuhan dalam keluarga..!!” Gumam Gyuri yang membuat wajahnya berubah darstis kecut dan masam “awalnya aku tak suka Eommaku menikah dengan Tuan Park, tapi kenyataanya itu benar, aku melihat Eommaku begitu bahagia bisa menikah denganya, tentu saja Eomma dan aku tinggal di sebuah desa di Mokkpo kehidupan kita berubah Drastis, diam-diam di suatu hari aku mendengarkan perbincangan Appa dengan pengacarnya, di dalam perbincangan itu, Bom akan mendapat 30% dari kekayaannya sedangkan aku dan Eomma ku mendapat 70% mendengar hal itu timbulah masalah jika aku dan Eommaku datang karena Hartanya, Tapi…” Gyuri kembali meminum wine yang ia tuangkan kedalam gelas

“aku melihat Eoniku yang layak menjadi pewarisnya, kegigihan Eoniku bersekolah di fakultas Ekonomi dan juga kebaikannya padaku itu yang membuatku tersentuh. Aku diam-diam mendatangi pengacara dan memintanya merubah surat wasiat Appa, kini 70% kekayaan Appaku milik Eoniku. Lalu  aku memutuskan untuk sekolah seni di amerika, dan pada saat itulah aku berjanji sekaya dan seterkenal apapun keluargaku aku akan tetap jadi Gyuri.. Gyuri si pelukis Cantik..” ujar Gyuri dengan diakhiri sebuah senyuman manis

“Gyuri-ah kau sudah banyak minum, aku rasa kau mulai mabuk..” Ujar TOP yang mulai Khawatir akan kondisi Gyuri yang mulai mabuk

“Mian.. mianaeyo.. aku terlalu jauh dalam berkata-kata hingga kau tahu siapa aku sebenarnya.. miane.. mianaeyo..”

“sebaiknya kita pulang..” TOP terperanjak dari tempat duduknya dan mencoba merangkul Gyuri yang telah mabuk

“tanganmu begitu indah Seung-Shi..” ucap Gyuri lalu terjatuh dalam pelukan TOP

***********

Tet.. tet…

Sudah ketiga kalinya bel di bunyikan tapi tak kunjung dapat jawaban “aku rasa Dara tidak ada di kamarnya” Gerutu GD yang saat itu berdiri di depan pintu kamar hotel Dara seraya tanyanya mengoyang-goyang pijakan pintu tersebut “we.. tidak di kunci.. bagaimana bisa ia meninggalkan kamar tanpa mengunci pintunya” gerutunya yang malah membawanya masuk kedalam kamar, terlihat kamarnya begitu gelap hanya ada sinar bulan yang menerangi di sela-sela tirai yang menempel di jendela “Hallo.. ada orang kah.. ?”

Aaaa…. Aaa…. Gubrak…

Kecelakaan kecil terjadi ketika Dara keluar dari Toilet lalu terpeleset dan jatuh bersamaan dengan GD, teriakan Dara membuat penjaga Hotel yang sedang berkeliling panik dan langsung menyalakan lampu kamar Hotel tersebut

“Ahk…” Ucap penjaga hotel tersebut kaget

Ketika lampu menyala, tubuh GD tertindih Dara, dan yang bikit kaget penjaga Hotel bibir Dara menyentuh bibir GD. Keduanya bergegas bangun

“Main.. jeongmal mianhe Ajhusi membuatmu kaget..” ucapnya penuh malu pada Ajhushi tersebut

“akh.. anak muda sekarang..” ketus Ajhusi tersebut pergi meninggalkan mereka

Dara melirik pada GD “Kau.. kau…. kenapa kau bisa masuk kedalam kamarku ?’ teriak Dara penuh emosi “kau.. ingat.. yang tadi itu hanya kecelakaan.. jadi jangan dianggap itu berlebihan…” teriak dara lagi, tapi GD tak merespon sedikitpun kata-kata Dara “Hei.. lihat kakiku sakit.. kenapa kau diam saja.. Aduh…”

“apa ini mimpi… waeyo… waeyo… ciuman pertamaku… ciuman pertamaku… waeyo…” detak jantung GD mulai tak beraturan sesekali matanya melirik kearah Dara yang merengek kesakitan karena kakinya keseleo “Ouh.. Noona kau tak Apa-apa kan ?” ucapnya yang sadar ketika Dara terus merengek

“Sakit.. ini rasanya sakit..”  rengekannya membuat GD ‘prihatin’

“jika kau tak mematikan lampunya,semuanya takkan terjadi..”

“jika kau tak masuk dalam kamarku, aku takkan sekaget ini..” ucapnya yang megalahkan stetment GD yang menuduhnya

“aku akan bawa obat pereda nyeri jadi tunggulah sebentar Noona..” merasa bersalah GD pergi mengambil obat berupa ‘salep’ untuk menghilangkan rasa sakit, sekembalinya dari kamarnya ia langsung membasuhkan ‘salep’ itu pada kaki Dara “sudahlah jangan menagis..”

“heu.. heu… bagaimana bisa aku tak menangis…”

“sebentar lagi juga rasa sakitnya akan hilang..” ketusnya “sudahlah.. lain kali jika mau ketoilet jangan mematikan lampu, dan jangan biarkan pintu tak terkunci, ini bukan rumahmu ini hotel..”

Ouh My God.. kenapa kau ini ?” ucap Dara sinis, padahal sebenarnya ia senang jika bisa berdekatan dengan GD tapi bukan seperti ini caranya “ini takdir Dara” gumam isi hatinya

“sudahlah.. ini sudah malam sebaiknya kau cepat tidur, bukankah kau harus melukis lagi kan ?” tanyanya sembari terperanjak dari tempat duduk Dara “akh.. soal yang tadi. Itu hanya kecelakaan.. jadi jangan dibesar-besarkan..” ucapnya dingin

“ia bilang seperti itu.. ingat dara ia tak menyukaimu.. lihat saja gaya bicaranya.. ia begitu cuek..” ketus isi hati dara “hmmm lantas apa tujuanmu pergi ke kamarku ?” pertanyaan Dara membuat GD tertegun.

Memang sejak awal melihat GD, Dara sangat menyukainya, itu terlihat dari Phasion Style yang melekat pada diri GD, di tambah ia sangat beruntung bisa kenal dengan GD “ini takdir” itulah yang ada di benak Dara. Dara berusaha berdiri dari tempat duduknya dan berjalan perlahan kearah GD yang masih membelakanginya

“apa kau menyukaiku ?” tanya pelan “jangan berbalik jika kau tak menyukaiku” desaknya

GD hanya bisa menghela napas “aku seperti domba yang berada di kandang serigala” gumam isi hatinya

“GD-shi, Domba bisa saja kembali pada kawanannya, tapi tidak ketika ia sudah berada di kandang serigala”

“wae.. apa dia bisa membaca pikiranku, bagaimana bisa aku disebut domba.. aku domba” GD merasa Gusar ketika Dara menyangka GD adalah ‘domba’ yang masuk kedalam kandang serigala, itu artinya ada sesuatu yang di inginkan GD pada dara

“kau menyukaiku ?” tanya lagi “jika tidak kenapa kau masuk kedalam kamarku ?” gertaknya “apa yang kau cari..? jangan membalikan badan, langkahkan kakimu kedepan jika tak mampu menjawabnya..” Dara memekik dengan nada rendah tapi sangat membuat hati merasa sakit bagi siapa saja yang mendengarnya

GD membalikan badannya, menghampiri Dara dan medekatkan bibirnya di telinga Dara “aku bukan domba yang tertangkap basah oleh serigala, aku.. aku.. serigala yang sedang mengincar serigala betina” ucap GD menekan Dara

Dara menelan ludahnya dan tak berkutik “apa maksudnya..” itulah yang membuat Dara kebingungan, setelah GD menjauhkan wajahnya dari telinganya. Dara tersihir akan ucapan GD barusan, lalu membiarkan GD pergi begitu saja meninggalkan kamarnya.

*************

(masih penasaran kelanjutannya.. Klik here Chapter 4 )

Please Like And Coment🙂

2 thoughts on “[FF-G] Before The Wedding… Chapter 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s