[FF-G] Coffe Milk, I’m in Love (One Shoot)

coffee_milks

 

Title : Coffe Milk, I’m In Love (Oneshoot)

Author : Hyuna_Taby or @Lira_Tabi

Cast : Choi Seung Hyun A.k.a TOP BIGBANG

Kwon Jiyoung A.k.a G-Dragon

Jung Han Na A.k.a Hanna OC

Thank’s To Cover FF : FF.K-POP Indonesia

Genre : Romance (?), Angry (?)/Balas Dendam

Rating : 17 +

Warning…

Reader’s Most Age On Seventeen Years Old

My Fanfiction also at Share My Blog The Little Fairy

Disclaimer : Masa kelam Hanna bersama Seung Hyun, mendorong ia untuk balas dendam padanya, akhirnya ia memutuskan pulang kembali ke korea setelah sekian tahun ia menetap di Amerika bersama keluarganya, Kembalinya Hanna Ke korea mempunyai Tujuan yaitu, ia mempunyai niat untuk balas Dendam pada Choi Seung Hyun yang ternyata dulu mereka adalah pasangan kekasih yang Romantis, Akhirnya ia pun mengikuti Audisi untuk bisa masuk ke Agensi YG-E, Alhasil Niatan Hanna untuk balas Dendam bisa terwujud karena ia kini sudah menjalani Trainee di YG-E, Well apa sih yang membuat Hanna ingin Sekali balas Dendam pada TOP,lalu benarkah ia mampu membalaskan dendamnya ???/?/ Bukankah mereka pasangan yang sangat Romantis, Lantas apa Reaksi TOP ketika ia tahu bahwa Hanna kini satu Agensi dengannya ? Chek it Reading…😀

Don’t Be Silent Reader’s and Don’t Copy Paste This Fanfiction.. Because This Original of My Thinking ^_^

*******************

“Annyeong Jung Han Na..?”

“Ne.. Annyeong..”

“Kita Tahu bahwa Jung Han Na adalah Actress dari YG, Sebagai seorang Actress pendatang Baru, Kini ia di Daulat sebagai Actress dengan Iklan terbanyak.. Jinjayo..?”

“Ne.. Jinja.. Gamsahamnida..”

“Btw.. Uri.. ingin sekali melihat Hanna Berakting, Dan Uri.. sudah mendengar Jika Hanna sudah mulai Debut di dunia perFilman, Dan kabarnya lawan mainnya adalah TOP, Uri arayo.. TOP adalah Penyanyi dan juga Actor, Bagaimana tanggapan anda mengenai Lawan Main anda, dan Gossipnya sebelum kalian di Trainee di YG kalian sudah saling mengenal..”

“Ne.. Dalam Film Tersebut Naneun bersama TOP akan menjadi pemeran Utama, Pasti saya akan merasa Gerogi karena kita bisa bermain bersama..”

“Bukankah sebelumnya kalian sudah saling mengenal ?”

“Ne.. Naneun dan TOP memang sudah saling mengenal, itu ketika aku sebelum pergi ke Amerika..”

TEET…..

Aku hanya bisa menghela nafas panjang, ketika aku melihat diriku sendiri ada di dalam televisi yang menjawab perihal Film baru yang akan bintangi bersama TOP, ku langkahkan kakiku ke arah dapur, sebelumnya aku melihat jam yang berdetak menepel di dinding yang menujukan pukul 10:00 malam, Entah kenapa hati ini begitu tak tenang untuk menghadapi hari esok, aku kucurkan air panas ke dalam sebuah gelas, lalu aku masukan Coffe dengan Caffeine Rendah kesukaanku. Rasanya jika aku sudah minum Coffe mungkin Hati ini akan sedikit tenang, aku seduh perlahan Coffe panas itu lalu duduk kembali di atas Soffa menghadap kearah Televisi yang sudah aku matikan Tadi.

“Hanna, apa kau masih mencintainya ? Hanna ingat .. bukankah kau akan balas dendam padanya, karena dulu ia telah MENCAMPAKANMU, dan memilih untuk menjadi seorang artis ?” Gundaman isi Hati ini terus membelit pikiranku, Rasanya semua Gundaman itu menari-nari di atas kepalaku, aku Habiskan semua Coffe itu dengan sekali tegukan, akupun berjalan kearah tempat tidurku, aku rebahkan badanku ini di atas tempat tidur yang begitu empuknya, aku pun mulai memejamkan mata perlahan, namun

TENG… TONG….

Kedua bola mataku langsung keluar dari selaput yang sudah menutupinya, aku mendengar seseorang telah menekan Bell pintu Apartementku “Ghereyo..” Sahutku pelan, tanpa pikir panjang lagi aku berjalan dengan cepat, bahkan aku tidak sadar tentang pakaian yang aku kenakan itu tidak layak jika ada seorang namja melihatnya

“Annyeong..?” Ucap seorang Namja yang datang menemuiku tepat pukul jam 10:15

Aku pun tersenyum, ternyata yang datang adalah G-Dragon, teman dekat TOP “Deureo Oseyo..”

Setelah mempersilahkan dia masuk, akupun bergegas membawa jaket untuk menetupi pundaku yang terbuka, tak lupa aku kembali membuat Coffe untuk GD, ya.. Aku Rasa GD menyukaiku, itu terlihat ketika ia sangat baik dan perhatian padaku, bahkan ia rela meluangkan waktunya yang begitu sibuk untuk mampir ke Apartementku

“Mianhe.. aku selalu menganggumu di kala kau mau tidur ?” Ucap manis dari Bibir GD dengan Polosnya

Aku hanya bisa tersenyum, lalu aku mengambil sebuah Cofee panas buatanku “Minumlah Oppa, kau pasti lelah..” ia pun menyeduh Coffe itu dengan sangat pelan lalu menyimpannya kembali

“Hanna, apa kau selama ini kau merasa Cangung jika dekat dengan ku, jika memang ya.. aku akan benar-benar minta maaf, dan takkan menganggumu lagi..?” Apa yang ia bicarakan.. apa itu sebuah Candaan apa atau aku tak mengerti apa yang GD ucapkan

“Wae.. Oppa berbicara seperti itu, kita satu Agensi tentu saja tak ada yang perlu di cangungkan lagi” jawabku yang masih kerheranan akan pertanyaanya

“Ne.. Kita satu agensi, jadi kita pasti sangat dekat Bak keluarga sendiri” akupun mengangukan kepalaku “Hanna, mian jika aku lancang, aku hanya ingin bilang jika Nea Saranghae.. Ne.. naneun Joahaeyo..”

Apa yang barusan aku dengar, Ternyata Dugaanku benar selama ini GD memang menyukaiku “Eotteokke?” untuk menghindari keteganganku aku kembali menyeduh Coffe terlintas dipikiranku pada TOP untuk balas dendam, apakah GD yang akan menjadi pelarian Sakit Hatiku untuk membalas dendamku pada TOP, “Aishh.. Hanna apa kau Yeoja seperti itu, ingat misimu balas dendam tanpa harus mengikutsertakan orang lain di dalamnya.. ingat itu Hanna” Ketus dalam Hatiku membuatku yakin jika malam ini aku takkan menjawab apa-apa tentang pernyataan GD tadi

“Aigoo… Hari ini begitu lelahkah, sampai kau tak berbicara sedikitpun, Ghereyo.. mungkin lain kali aku akan datang kembali untuk menemuimu Hanna..” Ucapnya sambil tersenyum Kecil, itu menujukan bahwa dia kesal padaku

Aku pun mulai berusaha untuk membuatnya tidak kesal “Mianhe Oppa, aku hanya Gerogi untuk menghadapi Hari esok ?”

“We.. Ah… Ne… Arayo, besok Kau akan mulai Syuting bersama TOP kan ? Kalau begitu istirahatlah, jika besok ada waktu aku akan mengunjungimu” Ucapnya Sambil tersenyum

Padahal sungguh aku tak memintanya untuk mengunjungiku, Besok adalah mulainya pertempuranku, ya.. dimana Aku akan bertemu TOP setelah itu hari-hariku akan terusa melihat TOP dan di saat itulah aku bisa balas dendam padanya. Karena terlalu banyak berpikir GD pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kearah pintu, aku langsung mengikutinya, aku pun berdiri di hadapannya sambil tersenyum manis, tanpa aku sadari GD telah menjatuhkan Bibirnya di atas keningku, aku hanya bisa diam serta senyumanku mulai memudar, namun GD malah mengacak-acak rambutku seraya berkata “Istirahatlah Hanna… Gomawo, Coffenya sangat Enak..” Ia pun mulai melangkahkan kakinya, perlahan bayangannya mulai hilang di depan mataku

****************

“Hanna, Kau sudah siap ?” Tanya seorang crew Film padaku

“Ne..!” Jawabku sambil membungkukan badan

“Ok.. Kalau begitu ikut bersamaku, nanti Produser akan memberikan sedikit pengarahan Ok..” Jelas Ajhuma itu padaku, aku pun mengikuti langkah kakinya yang membawaku kedalam sebuah ruangan, dimana didalam ruangan tersebut sudah sangat siap Peralatan untuk Syuting “Hanna silahkan duduk, Produser dan juga TOP mungkin sebentar lagi akan datang” Ucap Ajhuma itu mengagetkanku, Tapi dengan kepintaran Aktingku aku berusaha menyembungnyika rasa kagetku begitu mendengar Kata TOP yang keluar dari mulut Ajhuma itu

Aku pun duduk di sebuah kursi yang telah disediakan oleh Crew Film, sementara yang lainnya sibuk mempersiapkan peralatannya begitupun Managerku yang dari tadi hanya bisa mengobrol dengan beberapa Crew “Aissh.. Kapan syutingnya akan dimulai.. Huh…” Aku menghela napas panjang setelah aku bicara sendiri “Andai ada Coffe hangat dengan Caffein rendah dihadapanku” Ucapku sambil menudukan kepala

Terdengar Suara kaki mendekat kearahku, aku takberani untuk menaikan kepalaku aku hanya terus menuduk saja, aku melihat Sepatu yang di pakai Namja itu berjalan kearahku, lalu ia pun duduk disampingku “Akh… apa kau sudah membawakan Coffe untukku” Ketusku sambil mengangkatkan kepalaku

“Wae.. Coffe…?” Tanya nya padaku dengan penuh keheranan

Ouh.. my God.. TOP, aku pikir dia managerku, sumpah disitu aku bisu seribu bahasa, Raut wajahku tak menunjukan Ekspresi apa-apa, aku hanya bisa melihat wajahnya yang Motjoboyeoyo. Ne.. ia sangat Tampan, Kini ia tumbuh jauh lebih baik dari yang kubayangkan. Ingin sekali aku memegang wajahnya dan menyapanya, Namun.. ia tak berubah… ia tetap Choi Seung Hyun yang dingin dan Kaku itu. “Jung Hanna..!!” Ucap pelan ketika ia memangil namaku

Aku hanya bisa diam, tak ada ekspresi apapun dari wajahku untuk menyampaikan sesuatu, “Annyeong Haseyo Jung Hanna ?” Tanya nya padaku Hmm… kamu kira kita baru bertemu ? “Ah…Ottokhe Jhinaeseyo?” Tanya nya lagi dengan senyuman Khasnya

“Ne.. Nae Jhal Jhinaeyo..” Jawabku pelan tanpa sedikitpun aku memberi senyuman, namun apa yang aku lihat, TOP malah tersenyum padaku

“Aigoo… Mian jeongmal Mianhe…” Ucap sang Produser yang menghampiri kami “Mian aku telat, Ghereyo.. Aku akan sedikit menjelaskan tentang Disclaimer Film ini, sebelumnya Kalian sudah membaca Naskahnya kan Hanna ?” Aishh Produser malah bertanya padaku

“Ne.. Mulon imnida..” Jawabku sambil menunjukan sedikit senyuman

“Ne.. Jhohta, Aku aku perjelas dengan sedikit Cerita, TOP A.k.a Kim Min Jun dan Hanna A.k.a Lee Eun Gi, Min Jun adalah seorang Bos yang penuh dengan Karismatic sedangkan Eun Gi adalah seorang gadis yang periang, Eun Gi yang berasal dari Desa sedang mencari pekerjaan di Gangnam, Ia yakin bisa bekerja di Gangnam karena ia pasiv dalam berbicara bahasa inggris, Untuk Syuting Hari ini, Min Jun akan bertemu dimana Eun Gi berlari karena takut telat untuk interview, tanpa ia sadari sebuah mobil melaju kencang dan hampir menabraknya, Mobil yang dikendarai Min Jun…….” Penjelasan Produser itu semakin membuatku mengerti akan alur Cerita Film ini, sepintas aku melihat wajah TOP yang nampak serius mendengarkan Penjelasan Produser “Ok… Hanna, TOP, Syuting akan dimulai, aku harap kita bisa bekerja sama dengan Baik, Ingat Film ini di targetkan harus selesai 2 minggu, Jadi Hwaiting….” Ucap si produser pada kami berdua, lalu kamipun langsung keruangan Make-up untuk menganti Konstum dan lainnya

Aku pun duduk di depan sebuah Cermin, sedangkan Ajhuma itu sibuk mengurus rambutku dan tak lupa Stylist ku pun ikut sibuk untuk pemilihan Pakaian, Mataku ingin sekali melirik kesebelah kiri, karena TOP sedang duduk pula di depan sebuah Cermin, setelah aku Lihat ia hanya menutup kedua matanya, mungkin ia sedang menghapal Naskahnya “Uh…” Hela napas Ajhuma yang memakaikan Make-up pada Wajahku “Noona, wajahmu sangat manis, dan kau juga memiliki kulit yang indah mungkin tak perlu Make-up tebal untuk meriasnya ?” Ucap Ajhuma itu

“Ne.. dia sudah cantik, jadi tak usah memakaikan Make-up yang berlebihan padanya” Ketus TOP yang mengagetkanku.. Apa..’aku Cantik’ Ehmm… bagaimana bisa ia bilang seperti itu sedangkan ia menutup matanya

“Ne.. Ok.. kalau begitu Selesai, kami akan meninggalkan kalian, dan 5 menit lagi Crew akan memanggil kalian.. Good Luck” Ucap Ajhuma itu yang langsung meninggalkan Kami di ruangan Make-up

Di dalama ruangan itu, tak sepatah katapun keluar dari mulut TOP dan juga aku, aku.. aku sebenarnya merindukannya.. sangat merindukannya, namun jika melihat Sikap dinginya rasa rinduku mulai memudar begitu saja.. kring…kring…. pangilan masuk pada HP ku, setelah aku lihat.. “GD…”

Aku melihat kearah Cermin, Refleks TOP membuka Matanya, tak mau menunggu lama lagi aku langsung menerima pangilan masuk itu  “Ne.. Yeoboseyo GD ?”

“Ne.. apa Syutingnya berjalan dengan Lancar?” Tanyanya padaku

“Ne.. syuting akan segera dimulai..” Ucapku dengan sambungan senyuman

“Ghereyo.. aku akan menjemputmu, Ok..!!”

Akh.. GD akan menjemputku, Eotteokke.. ‘Hanna Tolak ajakan GD’ “Ah… Syutingnya pasti lama, sebaiknya kita bertemu di Apatement saja Ok” Aissh… Apa yang barusan aku bilang pada GD.. Akhhh….. Bodoh kenapa aku malah meminta GD untuk datang ke Apartementku

Ne..Sampai bertemu nanti.. Hwaiting..” GD pun mengakhiri pangilanya dengan Kata Semangat Padaku, Lantas aku pun menyimpan HP ku ke dalam Tas, namun apa yang terjadi TOP merebut HP ku

“Apa kau begitu dekat dengan GD ?” Tanyanya sambil mendekatkan wajahnya pada wajahku

“Waeyo… kembalikan HP ku ?”

“Anio… kita sekarang akan menjadi Patner Kerja, tak salahkan jika aku menimypan No HP mu ?” Ucapnya Sambil menekan-nekan tombol HP ku lalu membuat sebuah pangilan yang menuju ke arah HP nya “Akh… apa hubungan kita tidak begitu baik sampai-sampai kau tak menyimpan No HP ku..?” Ucapnya dengan Sinis dan dingin yang sebenarnya membuat aku takut

“Anio.. itu..itu…” Tak selesai aku bicara, ia pun langsung menyimpan HP ku di atas meja depan Cermin

“Bersiaplah, kita akan segera Syuting” Ucapnya yang langsung meninggalkanku, Apa yang dia pikirkan ? Akhh.. jika di ingat-ingat aku yang harusnya berperilaku seperti orang yang marah, karena dulu dia yang mencampakanku.

*****************

“Apa Syutingnya Berjalan dengan Lancar ?” Tanya Gd yang duduk di sampingku

“Ne.. Syutingnya berjalan dengan lancar, Gomawo Oppa ?” aku kembali menyeduh Coffe kesukaanku

“Wae.. Gomawo untuk apa ?” Tanya nya dengan wajah yang mulai berseri-seri

“Oppa sudah memberi semangat untukku ?” Ucapanku nampaknya membuat ia semakin berseri-seri

Teet….

Sebuah Pesan singkat datang dalam HP ku, aku pun membukanya ‘Tak baik jika seorang Namja bermalam dengan seorang Yeoja yang belum menikah-TOP’ Akh… Apa-apan ini, mengirim pesan Singkat seperti ini, GD memang suka main ke Apartementku tapi ia tak pernah menginap, Nampaknya TOP mulai menyadari Posisinya.. Ya.. Posisinya sebagai Namja Yang telah mencampakkanku dan berpura-pura Khawatir padaku”Omong Kosong”

“Wea… Siapa yang mengirim pesan padamu, hingga membuatmu merasa kesal Hanna ?” Tanya GD yang penasaran atas kata-kata yang aku ucap kan

“Anio… ini SMS penipuan, sudahlah jangan Di hiraukan ?” Jawabku berusaha mengalihkan perhatian

“Jinja..?” Ia mulai bercanda

“Ne.. Mulon imnida.. hehe” Jawabku dengan sedikit candaan supaya ia tidak Curiga

“Hanna, apa kau sangat menyukai Coffe ?” Pertanyaan GD itu sebenarnya sangat menusuk Hatiku, sekilas mataku melihat matanya yang terus bertanya-tanya, lalu aku pun memalingkan mataku ke sebuah Coffe Hangat yang berada di dalam Gelas

Flashback

“Taaaarrraaaattt….. Coffe dengan Caffein Rendah tanpa lemak Sudah Jadi.. Silahkan Di coba Noona” Ucap Seung Hyun ketika ia menyodorkan sebuah Coffe buatanya yang dibuatnya Khusus untukku “Noona, kelak aku ingin sekali membuka Kedai Coffe..!!”

“Wae.. Oppa ?” Tanyaku penuh semangat sambil menyeduh secangkir Coffe yang ia buatkan untukku

“Karena kita sama-sama Suka Coffe…” Ujarnya dengan penuh semangat lalu mencium keningku

“Ne.. aku akan menjadi Nyonya Choi yang menjaga Kedai Coffe itu, Eotteokke ?” Jawabku penuh Kegirangan

“Ne.. Mulon imnida…” Seung Hyun pun terus memeluku seakan-akan tak mau melapaskanku

3 Hari Kemudian

“Yes.. Coffe dengan Cream White kesuakaan Oppa sudah selesai… Hmmmm wangi Coffenya semoga saja Oppa menyukainya..” Aku pun langsung memasukan kedalam sebuah Gelas anti panas, lalu membungkusnya dengan sebuah kantong, setelah berdandan cukup lama, aku pun pamitan pada Eomma dan Appaku untuk pergi keluar Rumah

Hatiku sangat senang, Karena diam-diam aku akan memberi kejutan Pada Seung Hyun Oppa untuk mencicipi Coffe buatan ku, Hingga aku pun tiba di rumah megahnya “Annyeong Haseyo.. Oppa?” Rasanya aku sudah merasa bahwa rumah Seung Hyun adalah rumahku, Namun tak seperti biasa Eomma Seung Hyunmenunjukan Raut wajah yang tidak biasa, ia berjalan menghampiriku, lalu tiba-tiba ia memelukku

“Ajhuma.. Waeyo..?” Ucapku pelan dalam pelukan Eomma Seung Hyun

“Seung Hyun Pergi Ke Seoul, 2 Hari yang lalu ia mengikuti Audisi, dan hasilnya ia diterima, ia mempunyai sedikit waktu, hingga ia tak sempat berpamitan denganmu, Hanna Maafkan lah Seung Hyun, kini ia sedang mengejar Mimpinya untuk menjadi seorang penyanyi…” Bak di sambar Petir di siang Bolong, seluruh badanku kaku, tanpa sengaja tanganku menjatuhkan Coffe yang aku buat untuk Seung Hyun

“Anio… Eomma, kau bercanda..” Ucapku dengan penuh kebingungan, aku tak bisa menahan air mata ini, Hingga aku berlari keluar Rumah Seung Hyun, berharap aku bisa mengejarnya.. Namun apa daya ku.. Ia sudah pergi jauh meninggalkan ku, aku hanya bisa menagis dan menagis, kenapa ia tega melakukan ini padaku, bukankah kita sudah berjanji kelak kita akan membuka kedai Coffe bersama, dan hidup Bahagia.. Hatiku hanya bisa menjerit-jerit kesakitan, semua barang yang ada di kamarku aku hancurkan, begitupun Foto yang aku pajang bersama dia aku lempar sekeras mungkin

3 Hari, 5 Hari Hingga 12 Hari aku mengurung diri kamar, aku tak mau keluar rumah, karena aku selalu berharap Jika Seung Hyun datang untuk menemuiku, Eomma dan Appa merasa Khawatir atas tingkah dan kelakuanku yang seperti orang gila, Akhirnya Eomma mengajaku untuk tinggal di Amerika karena Pekerjaan Appaku sebagai pembisnis, dengan tinggalnya aku di Amerika aku bisa mulai merapikan diriku ini.

************

“Hanna.. apa kau menangis ?” Tanya GD yang membubarkan lamunanku, dan dengan segera aku basuh pipi ini yang sudah terlebih dahulu basah oleh air mata

“Anio… aku hanya Rindu pada Eomma dan Appa ku yang ada di Amerika, Karena mereka jago membuat Coffe jadi dari situlah aku suka Coffe..” Bohong.. untuk pertama kalinya aku berbohong.. Akh.. mianhe GD Oppa, terpaksa aku harus membohongimu “Oppa.. mianhe, aku rasa ini sudah larut malam, besok aku harus akan Syuting ke Busan, jadi aku memberi tahukan pada Oppa, jika besok aku pasti takkan ada di Apartement”

“Ne.. Aratsoyo Hanna..” Lagi-lagi GD mengacak-acak Rambutku “Gheuraeyo… aku akan pulang..” Akh… akhirnya ia bilang bahwa ia akan pulang,Aku tahu ia pasti akan mencium keningku kembali, sebaiknya aku menghindar saja, Jelas ketika ia mau mencium keningku, aku pun langsung menundukan kepalaku, dan berpura-pura membawa Gelas bekas Coffe, ia pun melangkah kan kakinya kearah pintu keluar “Jhaljhayo..” Ucapnya sambil menutup pintu.

*****************

Pagi hari yang sangat Cerah, ketika aku membuka tirai jendela kamarku terlihat dari kejauhan suasana kota Gangnam begitu damai, bersih dan Rapih, tak heran jika Gangman di Nobatkan sebagai kota terapih dan bersih di Seoul, Namun kedamaian kota Gangnam tak sedamai hati ku, Aku ingat hari ini kita akan Syuting di Busan, mungkin 2 sampai 3 hari aku akan tinggal di Busan bersama TOP dan juga Crew Film, Tak mau menunda waktu lebih lama lagi, aku mengambil HP ku untuk menghubungi Managerku, serta sytlist ku untuk membantu membenahi barang-barang yang akan aku bawa. Setelah selesai menghubungi mereka. Aku kucurkan Air panas kedalam bak mandi, dan aku campurkan Wewangian Jasmine kesukaanku.

12:00 PM, Perjalan kali ini mungkin akan sedikit menyita waktu, meskipun begitu aku tetap saja berpesan pada Managerku untuk selalu membawakan Coffe kesukaanku, 4 Jam kemudian, akhirnya kita sampai di Busan, Mata ku merilik kearah Jam tangan yang terbuat dari Stainles yang di lapisi bebatuan Sapire merah dari Belanda, Ne.. jam ini aku beli ketika aku dan keluargaku berlibur Ke Eropa

“Hmm… Jam 4 Sore..?” Gundamku pelan

“Ne.. Syutingnya akan mulai jam 7 Malam, jadi kita punya waktu istirahat” Ucap Managerku yang Langsung keluar dari mobil

“Hanna ayo kita Turun..” Ucap Stylist Soo pada ku, aku pun turun dari mobil lalu berjalan kearah Lobby Hotel, ternyata para Crew sudah datang lebih awal, terlihat mereka sedang berbincang-bincang dengan Asyiknya “Hanna, ini kunci kamarmu ?” Ucap Sylist Soo yang mengagetkanku sambil memberikan sebuah kunci padaku

“Ne, jadi aku di kamar No berapa ?” Tanya ku dengan mengambil kunci di tangannya

“Di lantai 3 Kamar No.345..”

“Ghereuyo.. Kalau begitu aku ingin istirahat sebentar saja,aku merasa lelah” Ucapku pada Sylist Soo dan juga Managerku

*************

Hotel yang aku tempati ini sangat Nyaman, karena Lokasinya yang Strategis menghadap langsung ke pantai Busan yang indah, terpintas di benakku untuk pergi bermain-main tanpa sepengetahuan Manager dan Stylist ku, tanpa pikir panjang lagi, aku mengangti Bajuku dan tak lupa memakai Topi Coboy, Kaca Mata Hitam dan juga Syall berwarna Biru Tua semakin Sempurna menutupi penyamaranku. Diam-diam aku berjalan melewati Lobby Hotel, Semua Crew tak menyadari bahwa aku baru saja melewati mereka. “Perlarian dari Hotel Berhasil…” Gumam ku sambil berlari riang menuju bibir pantai.

Langkah kakiku membawaku menyisir bibir pantai dengan Pasir putih yang bersih, suara gemuruh ombak dan tak lupa kicauan Burung Laut yang senantiasa melengkapi Pantai Busan ini. Aku duduk di dekat bibir pantai “Sebentar lagi akan sunset” Batinku bersuara “Andaikan aku bisa menikmati Sunset ini dengan seseorang yang aku Cintai” Getirku sambil tersenyum kecil menghiasi bibirku, tak mau melupakan Moment yang indah ini, aku langsung mengeluarkan Camera Digital yang aku bawa, Beberapa Kali aku memotret Matahari itu, dan juga beberapa kali aku memotret diriku sendiri, Aku sadar bahwa langkah kakiku membawaku terlalu jauh dari Hotel, namun aku tak mengkhawatirkannya, “Tunggu… apa yang aku Foto ?” Ucapku ketika aku melihat hasil Foto yang memotret Bibir pantai “Ada seorang Namja..?” Ujarku ketika aku melihat Sosok seorang Namja yang tak sengaja terpotret oleh ku. Karena penasaran aku berjalan menghampiri namja tersebut. Namja memakai Topi berwarna Hitam dan juga Kacamata Hitam Sedang duduk santai “Annyeong Haseyo..?” Sapaku padanya lalu ia meliriku tanpa Ekspresi

“Ne… wae.. sedang apa kau disini ?” Tanya Namja itu sambil membuka kacamatanya

Mataku terbelalakan ketika Tahu kalau namja itu adalah TOP “TOP-Sshi..!!” apa kau diam-diam keluar dari Hotel untuk pergi ke pantai ?” Ujarku dengan Ekspresi penuh Emosi

“Lalu..” Jawabnya pelan dan dingin, serta tak mengubah posisi duduknya yang santai

Aku pun ikut Jongkok disebelahnya “Akh.. sudahlah Lupakan saja, TOP-Sshi..”

“Hanna, Jung Han Na..” Gunyamannya membuat bibirku beku tak mau mengeluarkan kata-kata apapun

“Akh… kau membuat suasana menjadi serius.. Lihatlah.. aku kesini untuk menikmati sunset” Ujarku sambil memperlihatkan beberapa Foto yang aku potret, lalu bibirnya mulai tersenyum kecil

“jadi kau mau minta kita Berfoto bersama ?” Ucapanya mengagetkanku, Bagaimana bisa ia bilang seperti itu, seperti tak ada masalah saja antara kita berdua

“Anio.. Jeongmal Anio..” Bentakku padanya, lalu terperangsang untuk berdiri dan meninggalkannya, namun ketika aku berdiri lalu mulai melangkah, tanganku.. pergelangan tanganku telah di ikat oleh tangannya yang besar itu “Akh… lepaskan aku..?” Desakku padanya

“Duduklah..!!” Ucapnya pelan tanpa melihat kearahku “Duduklah.. aku takkan bicara untuk ketiga kalinya” Pintanya dan lagi-lagi dengan wajah yang dingin dan beku

Aku pun menuruti permintaanya, aku duduk manis di sampingnya dengan mengarah pantai yang sebentar lagi sunsetnya akan Hilang, Entah kenapa aku merasa Canggung duduk bersamanya, perasaan Cemas dan bingung kini menari-nari dihatiku

“Apa kau marah padaku ?” Ucapnya pelan tanpa melihat wajahku, tak ada kata yang terlontar dari bibirku, karena aku merasa bibirku sangat beku “Ne.. melihat sikap dan ekspresimu, aku sudah bisa membacanya, jika Kau…”

“Ah… bagaimana bisa..” Ucapku memutuskan perkataanya “Kau melihat Sikap dan Ekspresiku sedangkan kau tak pernah melihat mataku ? setiap kali kita Syuting kau tak pernah melihat mataku, padahal itu hanya Akting.. lihatlah sekarang, beginikah caramu meminta maaf” Akh.. aku tak tau apa ucapanku menyakitkan hatinya “Seung Hyun, kau tahu selama berbulan-bulan aku mengunci diriku di dalam kamar, sekali keluar Rumah aku pasti membawakan Coofe Milk dengan Cream white kesukaamu yang belum pernah kau Coba, Eommamu hanya bisa ternyum miris melihat tingkahku yang mungkin sebagian orang menganggap ku Gila, aku diam di Caffee langgananan Kita, lalu aku diam dirumahmu dan berharap kau datang lalu menyapaku dengan manis dan mau meminum Coffe yang aku buatkan untuk mu, seperti itulah tingkahku kala itu, hingga Eommaku mengirimku ke Amerika untuk menjalani Pemeriksaan Pisikolog.. bertahun-tahun aku hanya bisa Diam, Beku, Dinging dan tanpa ekspresi, setiap pagi aku selalu membuat Coffee, berharap kau akan datang menjengukku..dan entah apa yang membuatku kembali ke korea, dan menjadi seorang Actres, Seung Hyun..” Gelora emosi di dalam dada, hari itu keluar semuanya, “Seung Hyun..?” Ucap ku pelan dan tanpa disadari ternyata pipiku sudah basah oleh air mata yang mengalir dari mataku, ia pun menoleh kearahku, lalu membuka Kacamatanya, dan untuk pertama kalinya setelah aku pulang dari Amerika, ia menatap mataku “Seung Hyun, Menjadi Actress bukanlah tujuanku..” Getirku dengan suara sedikit serak, tak ada tanggapan darinya, bahkan kata-katapun tak keluar dari bibirnya, “aku rasa dia sakit hati oleh ucapan ku” gerutu batinku, dan mulai mebangkitkan tubuhku untuk berdiri meninggalkannya

Aku berjalan dengan isakan tangis yang tak henti-hentinya, tangisan ini menandakan kalau rasa benci, dan marah yang selama ini menjadi Api di dalam benakku kini keluar semuanya, aku tak peduli dengan hubunganku dengan TOP seperti apa nanti.

******************

“Cut….!!” Seru sutradara mengakhiri Aktingnya “TOP-Sshi, Hanna-Ah kemari sebentar” Ajak Sutradara untuk menghampirinya, Kita pun berjalan kearah sang Sutradara, sekilas mataku melirik pada TOP, Entah kenapa tiba-tiba saja Hati ini menjadi khawatir begitu saja.

“Akting kalian sangat bagus, mungkin besok adalah Syuting terakhir kita, Ouh ya.. dalam naskah Kim Min Jun akan pulang kembali ke Seoul, karena ia merasa sia-sia karena tidak bisa mengajak kembali Lee Eun Gi ke Seoul.. Setelah berpamitan dengan Keluarga Eun Gi yang berada di Seoul, Eun Gi (Hanna) Mengejar Kim Min Jun (TOP) Hingga TOP mengajukan sebuah pertanyaan yang sangat susah untuk Eun Gi jawab langsung, Min Jun (Sutradara menujuk ke arah TOP) tak bisa menahan Emosinya lalu ia mencium Eun Gi (Tangan Sutradara menunjuk Kerahan ku, sebagai tanda perpisahan ok, Aratsoyo” Ucap Sutradara mengakhiri penjelasannya dan para Crew pun membubarkan diri

Bibir ku beku, wajahku datar tanpa ekspresi ketika mendengar besok TOP akan menciumku, meskipun itu hanya Akting “Hanna, Wae…ayo kita pulang ke Hotel ini sudah larut malam” Ajak Stylistku membubarkan lamunanku

“Akh.. ne” Jawabku pelan sambil mengikuti langkah kaki Stylistku “Stylist Soo, besok kita Syuting pukul berapa ?” Tanyaku sambil berjalan seiringan dengannya

“Hmm besok kita Syuting pukul 9 pagi, jika Syuting selesai lebih awal maka besok juga kita akan pulang Seoul..” Jelas Stylist Soo dengan senyumannya yang ramah

*************

“Uahh..” mataku melirik kearah jam Bekeryang duduk manis di sebuah meja kecil tepat sebelah ranjang kasur yang aku tiduri “Mwo.. pukul 8 pagi” Ucapku langsung bergegas bangun dari baringanku dan menuju ke kamar mandi, tapi.. tunggu.. siapa yang membuatkan Coffe dan menyimpannya di atas meja “Ne.. aku rasa Manager yang membuatkannya” Gumam ku sambil tersenyum “Akh.. handuk” Gumamku kembali berbalik badan untuk mengambil Handuk yang ada di dalam tasku, setelah itu aku berjalan ke kamar mandi lalu membuka pintu, lalu apa yang kulihat seorang Namja berdiri di atas Cermin dengan Handuk yang menutupi bagian Bawahnya, “Akhh…….akkkkh………………….” sontak aku menjerit saat itu

Namja itu berbalik arah dan melihatku, ia pun malah ikut menjerit “Akkhhh……..akkhhhhhhhh….”

“TOP-sshi, apa yang kau lakukan disini ?” Bentakku padanya “Seenaknya memakai kamar mandi orang” Ucapku dengan penuh marah

“Wae..” Ia berusaha menutupi tubuhnya dengan Handuk yang berbentuk baju “Apa managermu tidak bilang kalau aku akan meminjam kamar mandimu” Jawabnya dengan majah yang merah, mungkin ia merasa malu

“Anio… ia tidak ada yang memberitahuku.. kau sendiri tahu aku tadi sedang tidur” Ucapku lagi-lagi dengan perasaan yang penuh emosi

“Akh.. Lihat saja HP mu, Aishh.. sudahlah aku akan segera kembali ke kamarku” Jawabnya sambil meninggalkan kamar mandi “Andai saja kamar mandiku tidak rusak” Gumamnya yang datar keluar dari kamar Hotelku

“HP…” aku langsung mengechek HP ku, dan ternyata benar sebuah pesan singkat dari manager yang berisi “Hanna-ah, TOP-Sshi akan ikut mandi, karena kamar mandinya Rusak” aku kembali berjalan menuju kamar mandi “Akh.. heran bagaimana bisa Hotel berkelas, Toiletnya bisa Rusak” Getirku yang masih saja kesal atas kejadian ini

30 Menit kemudian

“Akhhh.. segar rasanya jika sudah mandi, kalau begitu aku harus cepat-cepat bersiap untuk kelokasi Syuting” Ujarku penuh semangat “Wait.. Coffee ini, Coffee ini apa Managerku kah yang membuat ?” Ketus ku sambil meminum Coffe itu sampai habis “Uhmm sungguh Enak” Ucapku lalu menyimpan kembali gelas itu di atas meja, lalu aku melangkahkan kakiku ke arah pintu, ketika aku akan memakain sepatu, aku melihat sebuah Miniatur Robot berwarna Pink tergeletak di lantai, aku coba mengambil miniatur Robot itu, perasaanku mengatakan bahwa aku sangat mengenal Miniatur Robot ini, yah.. aku sangat mengenalnya

Flashback

“Saengil Chukkae Hamnida Oppa..” Ucapku yang mengagetkannya yang kala itu sedang tidur

“Wae.. kau mengaetkanku, kau esngaja malam-malam datang kerumahku ?” Ujarnya yang masih dalam keadaan belum sadar Total

“Ne.. Mulon imnida, Cepat Tiup lilinnya ?” Pintaku padanya “Jangan Lupa berdo’alah” Ujar ku dengan senyum menghiasi wajahku, ia pun meniup lilinnya lalu melihat kearahku “Oppa, kenapa kau melihatku seperti itu..” Ucapanku yang mulai merasa posisinya sudah tidak enak, perlahan-lahan ia mendekatkan wajahnya, mungkin “ia akan mencium ku” Batinku saat itu, entah kenapa saat itu aku belum siap jika Oppa menciumku, akhirnya aku malah mengajak ia bercanda dengan mengoleskan Cream Cake pada hidungnya

“Aissh… Hanna, kau ini..” Ucapnya sambil memegangang hidung yang yang sudah terkena Cream, tak mau kalah, ia juga menempelkan Crean ke pipiku

“Uah.. Oppa.. Oppaa..” Malah itu sangat menyenangku, bagiku dan Seung Hyun saat itu kali saling berperang Cream, lalu kita mneghabiskan Cake bersama, dan juga tak Lupa kita minum Coffe bersama sampai menjelang pagi

“Oppa, ini hadiah untuk mu ?” Ucap ku pelan dengan tersipu malu “ini tak seberapa, namun aku harap Oppa menyukainya dan menjaganya” aku berikan Sebuah kotak yang sudah di bungku kado dengan sangat pelan-pelan

“Ouh ya.. mana aku lihat ?” Pintanya yang langsung mengambilnya dari tanganku

“Aishh.. Oppa kau sangat tidak sabar..” Ucapanku tak di hiraukan, aku melihat wajahnya sangat berseri-seri ketika ia mulai membuka kado dari ku

“Uah.. ini sangat bagus” Ujarnya sambil memegang Miniatur Robot ini “Gomawo Hanna”

“Ne.. Oppa kau harus menjaganya Ok..” Ucapku sambil tersenyum

“Wae..” Tanyanya keheranan

Aku menghela napas, mulai kesal apa ia mengajakku bercanda atau pura-pura tidak tahu, seharusnya jika seorang kekasih memberikan sebuah hadiah pastilah harus di jaga “Akh… aku membelinya dengan harga yang mahal, ini produk Limited Edision, di korea belum tentu ada karena aku membelinya ketika aku berlibur ke Jepang” Ujarku yang malah membuatnya tertawa terbahak-bahak, Melihatnya tertawa seperti ini, aku semakin mencintainya, aku merasa berhasil telah membuat ia bahagia

****************

“Cut…Coba Lagi..” Ujar Sutradara untuk ke 10 kalinya, ne aku merasa gugup untuk adegan ini, aku melihat kearah sekitar terlihat para Crew serta Managerku kesal melihat Aktingku “CUUUTTT… Hanna, bisakah kau ber akting secara natural seperti biasanya ?” Teriak Sutradara padaku, sedangkan aku hanya bisa mengangukan kepala

“Wae.. kau tak berakting, atau pura-pura lupa” Bisik TOP yang mungkin mulai kesal denganku

AKHH.. CUT… Sebaiknya kita istirahat, 20 Menit” Teriak Sutradara yang langsung membubarkan diri dengan para Crewnya

Aku hanya bisa menghela napas, entah kenapa aku begitu Gugup untuk melakukannya, meskipun itu hanya Akting, mungkin ini Faktor karena lawan mainku adalah TOP “Hanna-ah kau kenapa ?” Tanya Managerku yang mulai Khawatir

“Anio.. Gwenchanayo..”ucapku pelan dengan wajah datar

“Lalu kenapa kau berakting begitu kaku, tak seperti bisanya” Jelas managerku yang kesal padaku

“aku tak bisa merakting seperti ini, ini adegan yang… yang.. aku tidak bisa” Ucapku semakin mengkhawatirkan Manager

Semua tampak diam, aku hanya bisa merenung dan tak tau apa yang harus aku lakukan, tiba-tiba seseorang menepuk pundaku dari belakang “Hwaiting..” Ucapnya, lalu aku meoleh kebelakang, mataku terbelalak dan dahiku mengerut, ternyata itu adalah GD

“An.. anyeong” Ucapku pelan dan Manager serta Sytlist juga ikut memberi salam, anehnya sikap manager dan Stylistku, ketika GD datang mereka malah meninggalkanku sendirian

“Wae.. kau tak bisa akting untuk adegan ini ?” ucapnya sambil tersenyum, lalu aku hanya bisa mengangukan kepala “Bagaimana jika aku ajarkan ? Eotteoke..?”

“apa.. apa aku tidak salah dengar ? ia mau mengajari Apa…” Batinku yang malah kesal atas kedatangannya “Akh.. Anio.. tidak usah, aku mungkin agak sedikit gugup jika harus berciuman dengan TOP” Jelasku padanya dengan senyum-senyum kecil dengan batin kesal

“Ne.. kalau begitu.. Hwaiting..” Ucapnya memberi semangat

**************

“Ok… Syuting Harus selesai hari ini, jika tidak selesai terpaksa besok kita akan syuting lagi..” Ucap Sutradara yang mungkin sebagia Crew merasa kecewa “Ok.. Hanna Siap..” aku menganguka kepala “TOP siap..” Ia juga mengangukan kepalnya

“Cut…”

“Cutt…”

“Cccuuuutttttt……..”

Syuting tak bisa dilanjutkan lagi, karena hari sudah mulai senja, efek untuk Film puntak bagus karena tidak sesuai dengan Skenario “CCCCUUUUTTTT….. Syuting kita lanjutkan  besok” Desuh Sutradara yang kesal, dan terlihat jelas sebagian Crew merasa kecewa karean tak jadi pulang ke Seoul malam ini

“Bodoh.. kau Bodoh…” Ucap TOP yang langsung meninggalkanku

“Tunggu..” Gumamku pelan, lalu ia menghentikan langkahnya “aku Bodoh karena dirimu, Choi Seung Hyun…” Teriaku yang tak di sangka aku malah menangis di hadapannya

“Wae.. apa yang terjadi..” GD menghampiri kita

“Akh.. anio, mungkin ia sedikit Gugup” jawab TOP yang langsung meninggalkan kita

“Hanna, sebaiknya kau istirahat saja, Ouh.. bagaimana kalau kita makan malam, aku dengar di Busan banyak Restoran dengan Menu..”

“Anio.. aku mau istirahat” tak sempat ia menyelasaikan perkataanya, aku langsung memotongnya lalu pergi meninggalkanya

************

“Hyung kau sedang mencari apa ?” Terdengar Suara GG yang sedang bertanya pada seseorang, dan tanpa sengaja aku mendengarnya, setelah aku balik dari Lobby dan berjalan di Koridoor Hotel

“Anio… hanya barang kecil” jawab seorang Namja yang tak lain adalah TOP

“Akh.. apakah barang itu sangat berharga, sampai-sampai kau menelusuri samapi Koridoor Hotel”

“Ne.. mulon imnida, barang sangat berharga bagiku, barang itu mempunyai nilai sejarah yang kuat ?” Jelas TOP, Yang membuat aku tersenyum mendengarnya

“begitu berharga kah..” Batinku yang melangkah melewati meraka berdua

“Akh.. Hanna” Sapa GD padaku

“Ne..” Jawabku pelan, lalu menimun Coffe yang aku pegang, lalu berjalan meninggalkan mereka, sepintas aku melihat mata TOP yang melihat Coffe yang aku pegang

“TOP, Apa kau mau Coffee” Ujarku bukan maksud untuk meldaknya

“Akh.. Coffe.. hmm.. iya.. aku ingat..” Serunya, membuat ia tersenyum, lalu berjalan kearahku, dan langsung menuntunku pergi meninggalkan GD sendirian

“Wae…”

“Ayo Cepat buka pintu kamarnya” Desaknya ketika aku membukakan pintu kamarku

“Ne.. sabarlah..” pintu pun terbuka, ia langsung menyerobot masuk kedalam kamarku, mecari-cari di lantai, ke kamar mandi, dan malah mengacak-acak tempat tidur ku “Hei.. kenapa kau mengacak-acak tempat tidurku” Teriakku yang tak dihiraukannya

“Akh.. Eotteke..” Gunyamnya pelan, saat itu aku tak mau bertanya padanya, aku malah membiarkanya pusing, ai pun duduk di sebuah kursi, sesekali ia menutupi wajahnya dengan kedua tanganya, nampak sekali ia sangat bingung “Hanna, kenapa kau tak bisa berakting ?” Tanyanya yang memulai percakapan

“Bukankah kau sedang mencari sesuatu, kenapa kau malah bertanya tentang Aktingku” Jawabku yang lagi-lagi mulai emosi

“apakah kau tak pernah berciuman ?” tanyanya, yang malah membuat aku sakit hati

“Ah.. Hahaha, haruskah aku menjawabnya” Jawabku bak seperti orang gila karena pertanyaannya “Keluar dari kamarku, barang yang kamu cari tak ada di kamarku” Teriaku sambil mengusirnya

“Hanna.. kau benar-benar membenciku ?” Tanya lagi, tapi pertanyaan ini malah meredam emosiku “Kamu tahu, selama menjadi Traine aku tak bisa memakai HP, Surat bahkan internet, selama itu aku juga sama sepertimu, selalu memikirkanmu, bagaimana keadaanmu” Ujarnya yang membuat bibirku beku “Mianhe.. jeongmal Mianhe.. ini semua salahku, aku teringat akan kata-katamu ketika kita di pantai, bahwa tujuanmu bukanlah menjadi seorang Actres, Jinja ?” Gunyamnya, yang malah membuatku bingung “Kalau begitu, setelah Syuting ini usai, cepatlah berkemas dan meninggalkan Yge, aku akan…”

“Sudah aku tak ingin mendengarnya lagi” sambungku “aku rasa ini semua sudah adil, aku tak tega melihat mu begitu kesulitan saat berakting dan juga sekarang, kehilangan barang yang begitu berharaga, sebanarnya seberapa berharganya barang itu” jelasku “apakah barang itu Limetid Edision, di korea belum tentu menemukannya ? apa barang seperti itu yang kau cari ?” jelasku yang malah mebuatnya tersenyum, aku berusaha menutupi senyuman ku

“Kau sedang bermain-main dengan ku Jung Han Na” Tegasnya yang mulai berdiri

“Anio.. Jelaskan kenapa barang itu begitu berharga..” Pintaku padanya

Ia malah menghela napas panjang, dan sesekali tersenyum semakin berseri-seri “kau menyimpannya kan.. Akh.. barang itu sangat berharga, selalin limited Edision, barang itu juga dibeli dengan harga mahal, warna yang yang berwarna Pink, menadakan sipemberi itu sangat cinta padaku, begitupun denganku yang tak mau berpisah dengannya,karena aku mencintainya “ Jelasnya yang malah membuatku tak menahan tawa

“Hahahahaha… kau sangat Lucu.. hahaha” aku tertawa karena aku senang, ternyata ia masih mencintaiku

“Hanna” TOP bersujud di hadapanku

“TOP-Sshi.. berdirilah, ayo berdiri apa yang kau lakukan, cepat berdiri..” Pintaku padanya sambil mengangak pundaknya yang lebar itu

“Mianhe… Jeongmal minahe..” Ucapnya sambil merengkuh tubuhku “aku sangat mencitaimu.. saranghae” Ujarnya dengan suara mulai serak, hati sangat tersentuh ketika ia bilang seperti itu

“Kau menangis, kenapa menagis.. tak usah menagis” Ucapku pelan berusaha menenagkan dia, dengan menepuk-nepuk pundaknya

“Anio.. aku takut jika kau benar akan membenciku” Jawabnya pelan

“Anio… aku juga mencintaimu Oppa..” Ujarku, yang membuat ia terbangun dari pelukanya, wajahnya berhadapan di depan wajahku, matanya maelihat mataku dalam-dalam

Oppa… itu ucapan yang aku nanti-nantikan, ucap sekali lagi..” pintanya padaku

“Anio… “ aku mengelangkan kepalaku

“Ucapkan lagi aku mohon…” Pintanya yang malah memegangang pundakku “Please..”

“Ok.. O…OO..Oppa..” Usai menyebut namanya, bibir TOP menyentuh bibirku, aku melihat ia menutup matanya, apa begitu terhanyutkah ? ciuman pertamaku, apakah ini juga ciuman pertamanya ? enthalah, tapi aku juga harus menutup mataku, “Wae.. apa kau tidak menikmatinya..?” tanyanya yang malah mengagetkanku setengah mati “Gheuraeyo” ia malah menciumku lagi, dan tak lupa untuk kali ini aku menutup mataku

**********

“Besok Syuting terakhir kan ?” tanyaku pada TOP yang duduk di sampingku sambil memain-mainkan tangan Miniatur Robot

“Ne.. kau pasti bisa Hanna” Ujarnya memberi semangat

“Ne.. mudah-mudahan saja” Ucapku yang masih ragu

“Kau tidak percaya diri ?” tanyanya sambil melihat kearahku

“Akh.. aku merasa canggung jika harus berciuman di depan orang banyak” ujarku

Ia malah mebelai rambutku “Tidurlah, ini sudah larut malam, persiapak dirimu untuk besok” ia pun mulai berdiri dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar

“persiapakan dirimu.. akh dia kira aku sedang melaksanakan ujian apa..” Gerutu suara hatiku ketika melihanya mulai membuka pintu “Akh.. Oppa.. apa yang tak bisa di sebut Akting..” teriakku, yang membuatnya membalikan badan

Ia malah menunjukan sis Eagyonya yang Cute “What.. akh.. kau ini, terserah” Ucapnya sambil menutup pintu

“Hehehe.. mana mungkin yang tadi itu akting” Batinku tertawa

**************

At Seoul

Jung Hanna, Aktingmu sangat Bagus..” Tertulis pesan singkat dari TOP di pagi hari itu, aku yang membacanya hanya bisa tersenyum, aku berjalan kearah dapur di Apartementku, tak lupa aku buatkan Coffe dengan rendah Cafeine kesukaanku “Hari ini tak ada aktivitas” Gumamku sembari duduk di atas Sofa sambil menyeduh Coffe itu “Ouh.. aku rasa ada yang hampa, Uuuaahhh…” Ucapku dengan membelalakan Mata “GD Oppa, menghilang begitu saja waktu di Busan, Hmmm jika memang ia pulang kenapa ia tidak bilang pamitan dulu..” Gerutuku merasa ada yang tidak beres dengan GD, yang tidab-tiba menghilang ketika Hanna Syuting di Busan

Teng…Tong….

“mungkinkah itu GD..” Ucapku sambil melangkahkan kakiku kearah pintu “GD Oppa..?” Ucapku dengan penuh senyuman, setelah aku lihat, aku langsung menutup bibirku, sedangkan TOP hanya bisa mengerutkan Dahinya

“Wae… GD, Apa GD sering sekali datang ke Apartementmu ?” tanya TOP dengan Sewotnya, lalu menerobos masuk ke dalam Apartementku

“Akh… tidak Juga Oppa, Sebaiknya Duduklah dulu” Ucapku yang masih saja merasa bersalah “Kau mau aku buatankan Coffe” Ujarku mengalihkan pembicaraan, Sedangkan TOP pun duduk di atas Sofa

“Taratt… Coffe Milk dengan Cream White kesukaanmu Oppa ?” Ucapku dengan penuh semangat lelu meletakannya di atas meja

“Gowamo..” Ucapnya pelan sambil membelai rambutku “Hmm… Coffe milk dengan Cream White buatanmu memang enak ya..” Pujinya padaku “Chagiya…” Tanyanya pelan

“Ne..waeyo..?” jawabku dengan perasaan tak enak, aku sempat berpikir pasti ia akan membahas GD

“Apakah GD sering sekali datang kesini ?” tanyanya yang serius

“Benarkan.. pasti itu yang akan di bahas” Batinku “Ne, ia selalu meluangkan waktunya untuk melihatku” Jawabku pelan sambil menundukan kepala

“Apa kau menyukainya ?”

“What.. Neneun Joahaeyo.. Haha..” Jawabku sambil tertawa, seakan-akan ini hanya candaan “Jika aku menyukainya, mungkin saat ini aku sudah menjadi miliknya..” Jelasku padanya lalu ia pun malah tersenyum

“Hu’um.. Nae Aratsoyo, kau hanya mencintaiku seorang kan” Ucapnya sambil menyeduh Coffe milknya

“Haa.. Oppa kau PD sekali, Wae… kau tak mencintaki lagi kah ?” Tanya ku yang mulai sedikit iseng

“Akh.. anio, bukan begitu, Nea saranghaeyo” Ucapnya lalu berusaha untuk mencium keningku “Wae..” Tanyanya yang mulai keheranan ketika aku menghindar untuk ia Cium “Chagiya.. dengarkan aku..” Ujarnya lalu memegang tanganku menatapku dengan penuh harapan “Berhentilah menjadi Seorang Entertainer, aku ingin kau mengelola sebuah Kedai Coffe, kau ingat bukankah kita ingin mempunyai sebuah kedai Coffe untuk di kelola bersama ?” Ucapnya, lalu aku hanya menghiasai wajahku dengan senyuman “Ok.. kita harus cepat memulainya.. Ghureyo…”

“Ne.. itu kata-kata yang ingin aku dengar, dan keluar dari mulutmu Oppa..” Ujarku dengan sembirngah, Tanpa sadar TOP telah menempelkan bibirnya ke bibirku, memelukku erat seakan-akan tak mau melepasnya lagi.

*****END*****

@Epilog

Author POV

“Hyung.. apa kau sudah menemukan mainan…..” Ujar GD ketika ia mau mengetuk pintu kamar Hotel Hanna, tapi ia mengurukan niatnya, ketika ia mendengar percakapan Hanna dan TOP, terdengar jelas, bahwa TOP dan Hanna adalah pasangan kekasih, yang telah kembali, apalagi ketika diam-diam ia membuka pintu kamar, ia melihat TOP sedang mencium Hanna

Ia menutup kembli pintunya dengan sangat hati-hati, karena takut ketahuan “Ne.. pantas saja Hanna selama ini tak memberi tangapan apa-apa padaku” Ujarnya yang perlahan menelusuri Koridoor Hotel “Gheureyo.. semoga Kalian Bahagia” Ucap GD yang mengiklaskan bahwa Hanna ternyata pacarnya TOP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s