[FF All Human] I Hope..

Masih belum Bosankan dengan FF author Hyuna ?? (^,^) hehe, klo gitu langsung ja ya Reader’s

Title: I Hope.. (Capther I)

Author :Hyuna_Rha Or @Liraselvia

Cast : Yesung Suju (OOC), Jonghyun SHINee (OOC), dan Jung Moo na  (OC)

Other Cast : Sohee WG dan Sulli Fx

Genre : Sad,Romance (?), and Fantasy

Rating : T (13+)

Disclaimer : Jung Moo na dan ke 2 chingunya tersesat di sebuah hutan saat berkemah, Jonghyun menolong Moo na, Sohee dan Juga Sulli, namun Moo na mengetahui bahwa jonghyun bukanlah seorang manusia, namun yesung tidak menyukai jonghyun dekat dengan Jung Moo Na dan berencana menusnahkan Jonghyun, penasarankan ceritanya, Simak bareng-bareng ya ..😀

***********

“Sebaiknya kau saja yang pegang Lampionnya Moo Na?” Sulli memberikan Lampion itu kepada Moo Na

“Moo Na bagaimana ini.. ini sudah sangat larut malam, tapi kita masih tersesat dalam hutan” Seohyun Mulai menunjukan keresahannya

“Sebaiknya tenangkanlah dirimu Chingu, kita aka pulang ke perkemahan, jadi tenang saja..!!” Moo na berusaha meyakinkan Chingunya itu

Jalan setapak di dalam Hutang mereka lalui, bahkan Moo na ,merasa bahwa ia dan kedua Chingunya itu sudah melaluinya beberapa kali, mungkinkah mereka tersesat ??

“Moo Na, Waeyo.. kita belum juga sampai..?” Sohee menunjukan raut wajah yang kebingungan

“Ne… aku rasa sebentar lagi akan turun air Hujan. Eotteoke ?” Sambung Sulli memperparah kondisi keadaan yang semakin resah

“Omoo.. kalian itu bikin aku pusing saja, sebaiknya kita istirahat dulu, ayo duduk lah di bawah pohon ini” ajak Moo Na kepada ke2 Chingunya

“Anio.. bagaimana kalau ada binatang buas..?” Seru Sulli pada Moo na

“Aissh.. Hujannya sudah turun.. eotteoke… Moo na.. Jung Moo Na.. Lampionnya mati…” Sohee Mulai kaget melihat keadaan yang begitu gelap

Mereka bertiga hanya bisa terdiam dibawah sebuah pohon besar yang bisa melindunginya dari air hujan

“tenangkanlah hati kalian Chingu, sebaiknya kita berdo’a saja Chingu..!” ajak Moo Na pada ke2 chingunya

“ne.. mudah-mudahan di sini tidak ada binatang buas…!” Jawab Sulii, dengan raut wajah ketakutan. Hingga Moo Na dan Sohee pun mengikuti raut wajah ketakutan

**********

“Chingu.. Bangunlah.. bangun..” Sohee berusaha membangunkan Sulli dan Moo Na

“Waeyo..?” Tanya Jihyun pada Sohee

“Ne.. waeyo..? (lalu tersadar ketika melihat keadaan sekitar) dimana kita..?” mulai kaget, dan situasi mulai mencengkang

“Sabaiknya ayo kita pergi dari bangunan tua ini” Moo Na mengajak ke2 Chingunya itu

Akhirnya mereka beranjak dari ruangan itu, mereka sangat terheran-heran ketika mata mereka tak henti-hentinya melihat keadaan di sekitar rumah tua tersebut

“Chingu, kita dimana ?” Tanya Sohee yang semakin pusing melihat keadaan

“malam tadi kita di hutan, tapi sekarang.. kita ada di bangunan tua, siapa yang membawa kita ke dalam bangunan tua ini heu..” Sulli mulai ketakutan

“Ne.. ini benar-benar mustahil, tampaknya di sini ada orang..” Moo Na pun mulai ikut kebingungan

“..’Orang’ Tak mungkin, mungkinkah disini ada ‘Orang’ yang kamu maksud Moo Na..” Jawab Sohee yang Nampak sekali ketakutan dan emosi

Ketika mereka sedang kebingungan dan resah, yang bisa mereka lakukan adalah melihat benda-benda dalam bangunan tua tersebut, lalu tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka

“Sillyehamnida..”

Sontak mereka memalingkan wajah kearah suara tersebut lalu “Ahhhh….. Ahh….”

“Kau siapa, jangan dekati kami, jika mendekat… Kita…. (……) kita akan memukulmu..” Dengan segera Moo Na dan ke2 Chingunya mengambil sebuah tongkat

“Ne…ne.. wait..” Jawab Jonghyun sembari mengangkat kedua tangannya “Mian ne.. aku tahu apa yang kalian pikirkan, tapi aku tak seperti yang kalian pikirkan.. Please..”

“memangnya kau bisa membaca pikiran kami apa.. hah..!!” jawab Sulli dengan penuh emosi

“Hmmm… bukan begitu” Jonghyun pung hanya bisa mengelengkan kepalanya “Tolong, aku tak seperti yang kalian duga, aku tak Jahat..!” nada suara Jonghyun mulai melemah lalu ia pun menundukan kepalanya “Mianhe, jika aku membuat kalian ketakukatan…!!” Jonghyun pun memutar ara pandanganya dari ke3 yeoja itu, lalu hendak meninggalkan mereka

“Ne.. ne.. please wait..!!” Tanya Moo na pelan “Mianhe jika kita keterlaluan, mungkin kita… kita… (…………hening………) kita kebingungan dengan jalan menuju perkemahan” Moo na pun menundukan kepalanya, sambil meminta maaf pada namja yang baru saja ia kenal

“aku ingin pulang..!!” Seru Sohee pada Moo Na dan Sulli

“Ne… !!” Jawab Chingu 1 yang mulai ingin menangis “You…!!” menutupi dadanya dengan kedua tangannya, melihat reaksi Sohee, Moo Na pun menghela napas lagi

“You… apa kau berbuat sesuatu kepada kita Hah..?” Tanya Sulli dengan penuh emosi dan sebuah tongkat di tunjukan kepada Jonghyun

“A… Anio… aku tidak melakukan sesuatu yang kalian maksud” lagi-lagi Jonghyun hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala “jeoseumnida… jeoseumnida… aku akan antar kalian pulang sebelum situasi menjadi rumit..” Jonghyun mulai emosi ketika melihat tingkah ke3 yeoja itu “ayoo.. ikutilah aku..”

Tanpa banyak kata-kata lagi, ke3 yeoja itu mau mengikuti jonghyun, sementara Moo Na masih memegang sebuah tongkat, karena ia berpikir orang yang baru ia kenalnya belum tentu baik pada mereka

*************

Di dalam perjalan hutan, mereka berjalan menelusuri jalan setapak, Sohee dan Sulli berjalan di belakang Jung Moo Na dan Jonghyun

“Hmm… You…. ?” Tanya Moo Na penasaran pada sosok namja yang baru ia kenal

“Ne.. waeyoo..?” jawab dingin jonghyun

“Anio…. Ouhh.. ouh.. apa kita masih jauh ?” Moo Na mulai mengalihakan pertanyaan

“Hei.. Moo Na awas ada pohon yang akan tummmmmbbbbbaaannnngggggggg…” Teriak Chingu 1

“Akkkhhhh…. Awas Moo Naaaaaaaaa..?” Sulli ikut berteriak, Refleks Moo Na merunduk dengan cepat dengan kedua tangan memegang kepalanya

tuhan.. tolong aku…” bisik suara hati Moo Na dan menutup kedua tangannya, Namun ketika ia membuka matanya kembali

“You….!!” Kaget melihat namja (jonghyun) menahan pohong yang begitu besar

“Apa yang kau lakukan, cepat menghindar dari tempat itu…” teriak jonghyun pada Moo Na yang ada di bawah jonghyun, lantas Moo Na pun menghindar dari tempat itu, dengan sangat Kuat Jonghyun pun melempar pohon besar yang tumbang itu

“Are you OK…?” Tanya Sohee pada Moo Na yang masih terlihat Sock…

Dengan Persaan yang masih Sock Moo Na hanya bisa menjawab “Ne… Gwenchanayo..” lantas Moo na berjalan menuju jonghyun

“Are You Ok..?” Tanya Moo Na kepada jonghyun, lalu memberiskan kotoran yang ada di pundak jonghyun, sedangkan Jonghyun, matanya tak henti-hentinya melihat tingkah Moo Na Yeoja yang baru ia kenal

“Ne.. Cheonma …” ketika mendengar jawaban dari mulut namja itu (Jonghyun) perlahan-lahan Moo Na menarik kembali tangannya

**********

“Chingu.. ia begitu kuat ya ..?” bisik Sohee pada Sulli

“Ne.. ini sangat mustahil.. apa dia benar-benar manusia ?” jawab Sulli sembari melihat kearah Jonghyun yang berjalan di depannya bersama Moo Na “jika memang manusia, mustahil ia bisa menahan pohon sebesar itu, apa mungkin…. Mungkin ia…?”

“Ne…?” Sohee saling bertatapan dengan Sulli, lalu mengeleng-gelengkan kepala

“Tuhan.. semoga aku selalu dalam lindunganmu..” bisik Sulli lalu Sohee hanya bisa mengangukan kepalanya

“Itu perkemahan kalian kah ?” Tanya Jonghyun mengagetkan semuanya

“Ne.. mulon imnida, gomawo… gomawo…?” berkali-kali Sohee menudukan kepala, lalu berlari kearah perkemahan

“hei,,, tunggu aku chingu..?” seru Sulli lalu berlari menyusul Sohee

“Hmmm… Gamsahamnida (Lalu  Moo Na membungkan badannya) sudah  mau mengantarkan kami, Hmmm (…………)…!!” Moo Na mulai gerogi dengan apa yang ia katakana

“Waeyo.. apa ada yang mau dibicarakan lagi..?” jawab Jonghyun dengan santainya

“Apa… apa tanganmu,, tanganmu terluka ? jika terluka, akan aku obati ?” Tanya Moo Na dengan penuh rasa gugup

“Ne.. Gwenchanayo, semuanya baik-baik saja (Jonghyun hanya bisa tersenyum)”

“Senyumannya… begitu manis.. hingga tubuh ini tak tau harus apa, jantung dan hati ini pun ikut merasakannya, rasanya aku…. Aku……..”

“We… Mianhe (jonghyun pun meresa ada yang aneh ketika ia dekat dengan yeoja ini) mianhe, ada yang harus dibicarakan lagi ?” Tanya jonghyun lalu membubarkan lamunan Moo Na

“Ouhh… Ommo, hmmm (mulai salting) Jeuneun Jung Moo Na Imnida ?” Moo Na memberikan tangannya kanannya sebagai salam perkenalan. Lagi-lagi Jonghyun tersenyum manis, melihat jonghyun tersenyum, Jantungnya berdebar-debar dengan kencang

Jonghyun pun memgang tangan Moo na sebagai lambing perkenalan “Jonghyun imnida”

Perlahan Moo Na melepas kembali gengaman tangannya “Apakah kita bisa bertemu kembali ?” Tanya Moo Na mulai memancing pertanyaan soal ‘siapa sebenarnya jonghyun’

Jonghyun mulai kebingungan dengan pertanyaan Moo Na, namun ia hanya bisa tersenyum dan mengangukan kepalanya

“Kalau begitu, See You…” perlahan Moo Na memutar badanya dan berjalan menuju perkemahan,

3 Langkah…

4 Langkah…

5 Langkah…

Moo Na memutar kembali badannya ke arah jonghyun tadi bediri “Jonghyun……..” Namja yang di panggil Moo Na kini hilang dari tatapannya “Jonghyun…Jonghyun…” berkali-kali ia memangil namja yang baru ia kenal itu, namun hasilnya nihil, namja itu tak kunjung menampakan dirinya, Hingga Moo na pun terdiam, lalu seseorang menepuk Pundak Moo Na

“Apa yang kamu lakukan Moo Na..?” Tanya Yesung Keheranan melihat tingkahnya

“Oppa…” Moo Na pun memeluka Yesung, tanpa sengaja buliran air mata jatuh di pipi Moo Na

“Waeyo….!!” Tanya yesung pelan, lalu mengulas-ulas pundak Moo Na yang Masih memeluknya

Sementara di Sisi lain, Jonghyun menampakan dirinya di sudut sebuah pohon, ia hanya bisa memandangi yeoja yang tadi memangil-mangil namanya kini memeluk seorang Namja Lain.

***********

“Sebaiknya, kau berbaring saja di dalam tenda, kau terlihat sangat kecapean !!!!” perlahan Yesung membaringkan Moo Na

“Oppa, kapan Liburan berkemah ini akan berakhir ?” Tanya Moo Na lemas

“2 atau 3 hari lagi..” jawab yesung dengan penuh kecemasan melihat Kondisi Moo Na yang saat itu sangat Drop “Jika kamu ingin pulang, aku akan mengarkanmu pulang ke seoul”

“A..anio.. aku hanya perlu istirahat Oppa..!!” jawab Moo Na lemas

“Jeoseumnida, obatnya sudah aku simpan di sebelahmu” yesung pun menyelimuti tubuh Moo Na dengan selimut yang tebal, lalu pergi meninggalkan Moo Na di dalam tenda

Ketika Moo Na Tertidur Pulas, tanpa ia sadari Jonghyun Muncul di samping Moo Na yang sedang Tidur

“Jung Moo Na, aku tidak tahu, aku tidak tahu dengan diri ini, mengapa diri ini selalu ingin dekat denganmu, aku.. aku.. ingin selalu dekat denganmu, namun.. ini mustahil”  suara isi hati jonghyun yang ketika itu jonghyun diam di samping Moo na yang sedang tertidur, namun tak lamu kemudian jonghyun pun menghilang

**********

“Moo Na Are You Ok.. ?”  Sohee datang menjenguk Moo Na di dalam Tenda

“Ne.. Gwenchanayo..!” Moo Na perlahan bangun dari tidurnya

“Yesung Oppa sangat mengkhawatirkanmu, dia bahkan berniat untuk memulangkan mu ke seoul ?” Sohee mulai dengan pembicaraanya

“Anio… Anio..” Moo Na mengeleng-gelengkan kepalanya “Aku tak ingin pulang sebelum semuanya selesai Sohee ?” Moo Na berusaha membujuk Sohee

“Aku Tahu, sudahlah.. yang lain sudah memunggumu makan malam, lihatlah keluar, bulan begitu bersinar terang” jelas Sohee pada Moo Na sedangkan Moo Na hanya bisa tersenyum, ketika Sohee hendak menghiburnya

Saat itu bulan begitu bersinar, semua Mahasiswa yang mengikuti perkemahan tersebut sedang mangadakan makan malam bersama, Nampak sekali raut wajah para mahasiswa itu riang gembira, Namun beda halnnya dengan Moo Na, ia terlihat murung dan kebingungan

Namun Moo Na terus saja mengingat-ngingat pada saat ia di tolong oleh jonghyun ketika akan tertimpa pohon yang tumbang

(“tuhan.. tolong aku…” bisik suara hati Moo Na dan menutup kedua tangannya, Namun ketika ia membuka matanya kembali

“You….!!” Kaget melihat namja (jonghyun) menahan pohong yang begitu besar

“Apa yang kau lakukan, cepat menghindar dari tempat itu…” teriak jonghyun pada Moo Na yang ada di bawah jonghyun, lantas Moo Na pun menghindar dari tempat itu, dengan sangat Kuat Jonghyun pun melempar pohon besar yang tumbang itu)

 “Apakah kita bisa bertemu kembali ?… Jonghyun Oppa, aku… aku merindukanmu” Bisik suara hati, lalu melahap kembali makananya

“Annyeong..!!” Sulli lalu duduk disebelah Moo Na

“Ne..!!” Moo Na meanjutkan kembali makannya

“Moo Na, apa kau ingat dengan namja yang telah menolong kita kemarin ?” pertanyaan Sulli mulai serius

Moo Na yang sedang mengunyah makanan, tiba-tiba berhenti mengunyah makananya “Ne.. Waeyo..?” jawab Moo Na mulai penasaran

“Benarkah namja itu adalah manusia ?………..!!!! aku tak bisa bayangkan jika ada manusia yang bisa hidup di sebuah Hutan..!!” Sulli mulai bingung dengan perkataannya sendiri

“Sulli..(Moo Na menepuk pundak Sulli) aku tidak terlalu memikirkan siapa sebenarnya namja itu, yang pasti ia sudah menolong kita..!” Moo Na pun lalu tersenyum manis, padahal di dalam hatinya, sebenarnya ia juga ingin tahu ‘siapa sebenarnya Jonghyun’

“Jeoseumnida.. (Mulai emosi) apakah kau pernah berpikir Moo Na, Seorang Manusia bisa mengangkat Pohon sebesar itu, ketika ia menolongmu…!!” pertanyaan sulli semakin membingungkan. Namun Tak sepatah katapun keluar dari mulut Moo Na, hingga Moo Na dan Sulli terdiam, seakan-akan melihat kesenangan para Chingunya yang sedang makan malam.

**********

“Sohee, mianhe.. aku akan meninggalkanmu sebentar, nanti aku akan kembali lagi” Suara hati Moo Na yang malam itu terbangun, lalu ia pun pergi meninggalkan tendanya

Malam ini sangat gelap, perlahan-lahan Moo Na berjalan menuju kedalam hutan, dengan sangat beraninya Moo Na hanya membawa sebuah lampion untuk menerangi jalan yang ia lalui, Hingga sampai lah di satu tujuannya yaitu rumah Tua yang ditempati jonghyun

“Annyeong.. Sillyehamnida ?” perlahan Moo Na memasuki rumah tua itu “Jonghyun… Jonghyun Oppa..?” berkali-kali Moo Na memangil nama namja itu

Namun jonghyun tak kunjung juga muncul, Hingga Moo Na pun terus berjalan menelusuri lorong demi lorong bangunan tua itu

“Jung Moo Na..!!” Tanya dari belakang Moo Na, Moo Na terkaget lalu berbalik arah ke hadapan Jonghyun “Waeyo…?”

“ne.. mianhe Jonghyun, aku.. aku hanya ingin mengunjungimu, mian, jika aku lancang” Ujar Moo Na dengan suara pelan

Sementara Jonghyun hanya bisa tersenyum “duduk lah..” Jonghyun pun menarik tangan Moo Na untuk duduk bersamanya “Jung Moo Na..?” Tanya Jonghyun Mulai serius

“Ne..!” jawab Moo Na dan seakan-akan matanya tak mau berpaling dari wajah jonghyun yang tampan

“kamu tidak takut kah, berjalan sendirian di dalam hutan di tengah malam ?” Tanya Jonghyun lalu mereka saling bertatapan

“Entahlah.. aku merasa tidak takut, karena ingin bertemu denganmu ?” jawab Moo Na pelan “Mian jika aku datang diwaktu yang tidak tepat” Moo Na pun Mulai berdiri dari tempat duduknya

Namun Jonghyun lagi-lagi menarik tangan Moo Na “Duduklah, aku tahu apa yang kau pikirkan sekarang ?”

Moo Na pun duduk kembali “kau.. kau bisa membaca pikiranku ?” Tanya Moo Na pelan

“Ne…(……..) aku tahu apa yang kau pikirkan sekarang” jawab jonghyun, Hingga Moo Na merasa dirinya tak Aman, Jonghyun tau apa yang ia harus lakukan, ia pun memegang pundak Moo Na “Apa kamu takut Moo Na ?” Jonghyun mala tersenyum manis

“Kamu sudah tahu jawabanya, karena kamu bisa membaca pikiranku kan ?” jawab Moo Na dengan menunjukan raut wajah yang gelisah

“aku takkan menerkammu seperti mangsa, jadi tenangkanlah dirimu Moo Na” Sahut Jonghyun supaya Moo Na tidak merasa ketakutan “aku tahu tujuanmu datang kemari, kamu ingin tahu siapa aku yang sebenarnya, akan aku perlihatkan siapa aku sebenarnya, namun selain kau ingin tahu ‘siapa diriku sebenarnya’ aku tak bisa membaca…..” terdiam sejenak

“Bogoshipo.. Bogoshipo Oppa..?” jawab Moo Na dengan rasa cemas akan dirinya

Bogoshipo.. apa itu Moo Na ?” Tanya jonghyun keheranan

“Bogoshipo.. saranghae.. itu keluar bukan dari pikiran melainkan dari hati” perlahan Moo Na pun memegang Dada Jonghyun ketika ia bilang ‘Hati’

“Hati… aku tak punya hati… aku tak punya hati Moo Na…. berikan aku hati Moo Na…” jawab Jonghyun penuh emosi

Dengan rasa takut Moo Na pun berusaha mengendalikan amarah jonghyun “Jonghyun kau punya, kau punya….!!”

“Jika ada kenapa aku tak bisa merasakannya Moo Na..” Jonghyun pun menatap Moo Na, Moo Na pun mulai sedih dengan apa yang ia lihat, jonghyun begitu emosi “Moo Na, tunjukanlah hati itu, aku ingin seperti manusia yang mempunyai hati dan perasaan”

“Kamu punya perasaan dan juga hati jonghyun, hanya saja kamu tak dapat merasakannya dan juga membacanya, Jonghyun..(jonghyun pun menatap Moo Na) Mian..”

Moo Na pun memeluk Tubuh jonghyun dengan erat dan penuh kehangatan, sedangkan Jonghyun hanya bisa diam seribu bahasa

“Moo Na…apa.. apa yang kau lakukan ?” Tanya jonghyun gugup ketika Moo Na masih saja memeluk tubuh jonghyun dengan erat

“Ini adalah sebuah pelukan, apa yang kamu rasakan jonghyun ?” Tanya Moo Na dengan Manja

“Rasanya… Hangat… hangat… jantung ku berdebar kencang, dan hati… hati, mungkinkah hati ini sakit Moo Na” jawab jonghyun yang masih kebingungan

“Jonghyun Oppa… kau menyukaiku kan ??” Tanya Moo Na yang perlahan melepaskan pelukannya

Jonghyun malah menjauh dari Moo Na

“Anio… Anio… rasanya sakit… sakit Moo Na, apakah jika benar aku menyukaimu hati ini akan sakit..!!” jelas Jonghyun pada Moo Na

“Jonghyun.. kau mau kemana… jangan tinggalkan aku sendiri jonghyun..” Moo Na pun mulai mengejar Jonghyun yang perlahan-lahan mulai menghilang dari pandangannya “Jonghyun……… Jonghyun……….” Moo Na pun tertunduk dan menangis sendirian “Jonghyun, kita memang saling menyukai”

1 jam kemudian

“cepatlah kau pulang, ini sudah sangat larut malam” Tanya Jonghyun ia ketika itu ia kembali dan berdiri di depan Moo Na yang sedang tertunduk menangis di sebuah kuris

“Jonghyun….. Oppa… benarkah itu kau ??” Moo Na kaget setengah mati, ketika ia melihat sosok Manusia Serigala berdiri tepat dihapannya

“kamu sudah tahu kan ? aku bukan manusia yang mempunyai hati dan perasaan, aku hanyalah Monster yang tak punya perasaan dan bisa Buas kapan saja ia mau” Ujar Jonghyun yang ketika itu wujudnya sudah menjadi serigala

“Jonghyun…” (hening) “kamu punya perasaan jonghyun, kau ingat waktu kamu menolongku, ketika aku hendak tertimpa pohon.. aku akin kamu punya perasaan menolongku”

“hentikan… Moo Na, kau sudah membuatku gila dengan perasaan itu, perasaan yang sama sekali aku tidak tahu, tapi rasanya sakit, pergilah.. bergabung kembali dengan teman sesama manusia mu” jonghyunpun memalingkan wajahnya dari tatapan

Namun Moo Na tak menyerah begitu saja, ia pun memeluk Jonghyun dengan erat, meskipun ia tahu bahwa jonghyun bukanlah manusia, melainkan manusia serigala, tapi hati dan perasaannya tak bisa dibohongi, kalau ia menyukai Jonghyun

“Aku menyukaimu, aku juga mencintaimu jonghyun, tak peduli kau manusia atau bukan, tapi berada di dekatmu, rasanya sangat nyaman dan hangat” dengan terisak-isak dan napas yang belum teratur, Moo Na pun menuturkan semua yang ada di dalam hatinya.

Jonghyun hanya bisa diam, sesekali tangannya ingin memeluk Moo Na, tapi ia mengurungkan niatnya untuk memeluk kembali Moo Na

*************

Akankah jonghyun menerima kehadiran Moo Na disisinya ? begitu juga Moo Na, akankah ia menerima kenyataan bahwa namja yang ia sukai adalah manusia serigala ??

Penasaran dengan kelanjutannya, Tunggu ja ya chingu, (^_^) jangan lupa kasih saran dan kritiknya ditunggu ma Author ? Gamsahamnida😀

One thought on “[FF All Human] I Hope..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s