PARAGRAF

PARAGRAF

Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Sebuah paragraf mungkin terdiri atas sebuah kalimat, mungkin terdiri atas dua buah kalimat, atau juga lebih dari dua buah kalimat. Seluruh kalimat dalam paragraf memperbincangkan satu masalah atau sekurang-kurangnya bertalian erat dengan masalah itu.

Semua pembicaraan dalam paragraf terpusat pada pikiran utama yang menjadi topik persoalan atau pokok pembicaraan yang disebut topik paragraf

Syarat-syarat paragraf

Yaitu memiliki

  1. Kesatuan paragraf, artinya dalam sebuah paragraf hanya terdapat satu poko pikiran, sehingga kalimat-kalimat yang membentuk paragraf perlu ditata secara cermat agar tidak ada satu pun kalimat yang menyimpang dari ide pokok paragraf.
  2. Kepaduan paragraf, artinya dalam paragraf tidak ada kalimat-kalimat yang sumbang atau keluar dari permasalahan yang dibicarakan, dapat terlihat melalui penyusunan kalimat secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan (kata-kata) pengait antarkalimat.

Ungkapan pengait antarkalimat dapat berupa ungkapan penghubung atau transisi yang menyatakan hubungan: tambahan, pertentangan, perbandingan, akibat, tujuan, singkatan, waktu, dan hubungan tempat.

 

 

Contoh pengait paragraf kata transisi

 

No Kata transisi Contoh
1. 

2.

 

3.

 

4.

5.

6.

 

7.

8.

 

Hubungan tambahan

 

Hubungan pertentangan

 

Hubungan perbandingan

 

Hubungan akibat

Hubungan tujuan

Hubungan singkatan

 

Hubungan waktu

Hubungan tempat

Lebih lagi, selanjutnya, tambah pula, disamping itu, lalu, berikutnya, demikian pula, begitu juga, lagi pulaAkan tetapi, namun, bagaimanapun, walaupun demikian, sebaliknya, meskipun begitu, lain halnya.

Sama dengan itu, dalam hal yang demikian, sehubungan dengan

Oleh sebab itu, jadi, akibatnya, oleh karena itu, maka.

Untuk itu, untuk maksud itu.

Singkatnya, pendeknya, akhirnya, pada umumnya. Dengan kata lain, sebagai simpulan

Sementara itu, segera setelah itu, beberapa saat kemudian

Berdekatan dengan itu

 kata ganti pengait kalimat terditi atas kata ganti orang dan kata ganti lainnya. Kata ganti orang digunakan untuk menghindari penyebutan nama orang berkali-kali. Kata ganti yang dimaksud adalah

kata ganti orang pertama seperti : saya, aku, ku, kita, dan kami

kata ganti orang kedua seperti : engkau, kau, kamu, mu, dan kamu sekalian

kata ganti orang ketiga seperti : dia, ia,beliau, dan mereka

kata ganti lainnya yang digunakan dalam menciptakan kepaduan paragraf ialah itu, tadi, begitu, demikian, disitu, di atas, di sini, di sana dan sebagainya.

Pembagian paragraf menurut jenisnya :

  1. 1.      Paragraf  pembuka merupakan pengantar untuk sampai pada segala pembicaraan yang akanmenyusul kemudian. Paragraf ini harus dapat menarik minat dan perhatian pembaca, serta sanggup menghubungkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan di sajikan selanjutnya seperti mengutip pernyataan dari orang terkemuka atau terkenal.
  2. 2.      Paragraf pengembang ialah paragraf yang terletak antara paragraf pembuka dan paragraf yang terakhir sekali di dalam bab atau anak bab itu. Paragraf ini dapat di kembangkan dengan cara :
    1. Ekspositoris (paparan), yaitu menampilkan suatu objek dengan menggunakan perkembangan analisis kronologis atau keruangan.
    2. Argumetatif (persuasi) bersifat membujuk atau meyakinkan pembaca terhadap suatu objek. Pengembangannya seperti ekspositoris (paparan) dilakukan dengan menggunakan perkembangan analisis.
    3. Deskriptif atau melukiskan apa yang terlihat di depan mata dengan cara menjelaskan hal-hal kecil yang tertangkap oleh pencaindera.
    4. Naratif, yaitu menghubung- hubungkan dalam sebuah cerita seperti dalam karangan novel,cerpen,atau hikayat.
    5. 3.      Paragraf penutup  adalah paragraf yang tardapat pada akhir karangan atau pada akhir suatu kesatuan yang lebih kecil dari dalam karangan itu. Biasanya, paragraf penutup berupa simpulan semua pembicaraan yang telah di paparkan pada bagian-bagian sebelumnya.

Tanda paragraf

  1. 1.      Ditandai dengan memulai kalimat pertama agak menjorok ke dalam, kira-kira lima ketukan mesin ketik atau kira-kira dua sentimeter.
  2. 2.      Memberikan jaraj agak renggang dari paragraf sebelumnya.

Rangka atau struktur paragraf

Paragraph yang baik terdiri atas sebuah kalimat topik dan beberapa kalimat penjelas yang saling mendukung, saling menunjang, kait-berkait satu dengan yang lainya.

Paragraph deduktif dan paragraph induktif

              Paragraph deduktif  adalah paragraf meletakkan kalimat topik pada awal paragraf, sedangkan paragraf induktifadalah paragraf yang meletakan kalimat topik di akhir paragraf. Kalimat topik adalah kalimat yang berisi topik yang dibicarakan dan merupa kan pikiran  utama dalam paragraf tersebut.

Gemana teman sudah meresa jelaskan ..!! Sekilas penjelasa tentang paragraf…? 

#Don’t be silent reader’s…. Boleh saja copy paste tapi jangan lupa cantumkan Liralan157.wordpress.com yach..

Referensi :

Ir.H.Dadiy nurpadi.Mp (Dosen Bahasa Indonesia Institut Koperasi Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s