Kalimat dalam Bahasa Indonesia

Kalimat dalam Bahasa Indonesia

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Tapi ada juga pendapat Kalimat adalah Satuan bahasa yang terdiri dari dua kata atau lebih yang mengandung pikiran yang lengkap dan punya pola intonasi akhir.

Contoh : ibu menyiram bunga di taman belakang

Kalimat dalam ragam resmi, harus memiliki Subjek (S) dan predikat (P). kalau tidak ada S dan P maka disebut frasa.

(a). Menetapkan Predikat : kata kerja atau bukan kata kerja

(b). Menetapkan Subjek : apa/siapa yang…. (selanjutnya sambung dengan Predikat)

  • Ciri dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan :

–          Suara naik turun dan keras lembut

–          Disela jeda

–          Diakhiri dengan intonasi akhir

  • Ciri dalam wujud tulisan berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf capital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda Tanya (?). dan tanda seru (!)

Dua macam kalimat berdasarkan predikatnya

(a). Berpredikat jika kata kerja

(b). berpredikat bukan kata kerja seperti : kata sifat, kata bilangan dan kata benda

Kata kerja bukan status predikat kalau di depan kata kerja terdapat partikel : yang, untuk dan sejenisnya

Contoh : Singa yang menerkam kambing itu

         Pertemuan untuk memilih ketua baru

Mahasiswa yang meninggalkan ketua baru

Unsur objek  dalam kalimat hanya ditemukan dalam kalimat yang berpredikat kata kerja. Namun tidak semua kalimat yang berpredikat kata kerja harus mempunyai objek.

Jadi objek hanya muncul pada kalimat yang berpredikat kata kerja transitif , dan objek tidak dapat mendahului predikat dan merupakan suatu kesatuan

Jenis kalimat menurut struktur gramatikalnya :

(a). Kalimat tunggal   =   gagasan tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti pembentukan kalimat (subjek dan predikat) dan boleh diperluas dengan salah satu atau lebih. Seperti unsur-unsur tambahan (objek dan keterangan), asalkan unsur-unsur tambahan itu tidak membentuk pola kalimat baru.

Kalimat tunggal Susunan Pola kalimat
Ayah merokok. Adik minum susu. Ibu menyimpan uangdi dalam laci. S-SP-P-OS-P-O-K

(b). Kalimat Majemuk    =   gagasan yang bersegi-segi

Kalimat majemuk adalah kalimat-kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk dapat terdiri dari :

  1. Sebuah Kalimat tunggal bagian-bagiannya diperluas sedemikian rupa sehingga perluasan itu membentuk satu atau lebih pola kalimat baru, di samping pola yang sudah ada.

Misalnya : Anak itu membaca puisi. (Kalimat tunggal)

Anak yang menyapu di perpustakaan itu sedang membaca puisi (subjek pada kalimat pertama diperluas)

  1. Pengabungan dari dua atau lebih kalimat tunggal sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau lebih pola kalimat.

Misalnya : Susi menulis surat (kalimat tunggal I)

Bapak membaca koran (kalimat tunggal II)

Jadi : susi menulis surat dan Bapak membaca Koran.

Berdasarkan sifat hubungannya, kalimat majemuk dapat dibedakan atas : 

–          Kalimat majemuk setara (Koordinatif)

Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang hubungan antara pola-pola kalimatnya sederajat. Kalimat majemuk setara terdiri atas :

  1. Kalimat majemuk setara menghubungkan. Biasanya mengunakan kata-kata tugas : dan, serta, lagipula, dan sebagainya.

Misalnya : Riska anak yang baik lagipula ia sangat pandai

  1. Kalimat majemuk setara memilih. Biasanya memakai kata tugas: atau, baik, maupun.

Misalnya : bapak minum the atau bapak makan nasi.

  1. Kalimat majemuk setara perlawanan. Biasanya memakai kata tugas: tetapi, melainkan

Misalnya : dia sangat rajin, tetapi adiknya sangat malas.

  1. Kalimat majemuk setara perurutan. Menghubungkan dua kalimat tunggal dengan kata lalu dan kemudian

–          Kalimat majemuk tidak setara (subordinatif) atau Kalimat majemuk bertingkat

Kalimat majemuk yang terdiri dari perluasan kalimat tunggal, bagian kalimat yang diperluar sehingga membentuk kalimat baru yang disebut anak kalimat. Sedangkan kalimat asal (bagian tetap) disebut induk kalimat. Ditinjau dari unsur kalimat yang mengalami perluasan dikenal adanya:

  • Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti subjek

Misalnya : Diakuinya hal itu

P S

Diakunya bahwa ia yang memukul anak itu.

(anak kalimat pengganti subjek)

  • Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat penganti predikat

Misalnya : Katanya begitu

Katanya bahwa ia tidak sengaja menjatuhkan gelas itu.

(anak kalimat pengganti predikat)

  • Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti objek

Misalnya : mereka sudah mengetahui hal itu.

S P O

Mereka sudah mengetahui bahwa saya yang mengambilnya.

(anak kalimat pengganti objek)

  • Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti keterangan

Misalnya : Ayah pulang malam hari

S P K

Ayah pulang ketika kami makan malam

(Anak kalimat pengganti katerangan)

–          Kalimat majemuk campuran (koordinatif-subordinatif)

Kalimat mejemuk campuran adalah kalimat majemuk hasil perluasan atau hasil gabungan beberapa kalimat tunggal yang sekurang-kurangnya terdiri atas tiga pola kalimat.

Misalnya : Ketika ia duduk minum-minum, datang seorang pemuda berpakaian bagus, dan menggunakan kendaraan roda empat.

Ketika ia duduk minum-minum

(Pola atasan)

Datang seorang pemuda berpakaian bagus

(pola bawahan I)

Datang mengunakan kendaraan roda empat

(pola bawahan II)

(c). kalimat Inti, Luas dan transformasi

Kalimat inti adalah kalimat mayor yang hanya terdiri atas dua kata dan sekaligus menjadi inti kalimat

Ciri-ciri kalimat inti :

  1. Hanya terdiri atas dua kata
  2. Kedua kata itu sekaligus
  3. Tata urutannya adalah subjek mendahului predikat
  4. Intonasinya adalah intonasi “Berita yang netral”. Artinya : tidak boleh menyebabkan perubahan atau pergeseran makna laksikalnya

Kalimat Luas adalah kalimat inti yang sudah diperluas dengan kata-kata baru sehingga tidak hanya terdiri dari dua kata, Tetapi lebih.

Kalimat tansformasi merupakan kalimat inti yang sudah mengalami perubahan atas keempat syarat di atas yang berarti mencakup juga kalimat luas. Namun, kalimat transformasi belum tentu kalimat luas.

Contoh kalimat inti, luas, dan tansformasi

  1. Kalimat inti. Contoh : adik menangis
  2. Kalimat luas. Contoh : ridha, arief, shinta, maman, dan mila sedang belajar dengan serius, sewaktu pelajaran matematika
  3. Kalimat transformasi. Contoh :

I). Dengan penambahan jumlah kata tanpa menambah jumlah inti, sekaligus juga adalah kalimat luas: adik menangis tersedu-sedu kemarin pagi

II). Dengan penambahan jumlah inti sekaligus juga adalah kalimat luas: adik menangis dan merengek kepada ayah untuk dibelikan computer.

III). Dengan perubahan kata urut kata. Contoh : adik menangis

IV). Dengan perubahan intonasi. Contoh : adik menangis

(d). Kalimat mayor dan minor

            Kalimat mayor adalah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur inti.

Contoh : amir mengambil buku itu

Arif ada di laboratorium

Kiki pergi ke bandung

Ibu segera pergi ke rumah sakit menegok paman, tetapi ayah menunggu kami di rumah rati karena kami masih berada di sekolah.

Kalimat minor adalah kalimat yang hanya mengandung satu unsur inti atau unsur pusat.

Contoh : Diam !

Sudah siap !

Pergi !

Yang baru !

Kalimat-kalimat di atas mengandung satu unsure inti atau unsure pusat

Contoh : Amir mengambil

Arif ada

Kiki pergi

Ibu berangkat-ayah menunggu

Karena terdapat dua inti, kalimat tersebut disebut kalimat mayor

(e). Kalimat efektif

Kalimat efektif adalah kalimat berisikan gagasan pembicara atau penulis secara singkat, jelas, dan tepat. Dan juga kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar dan pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran pembicara atau penulis.

Jelas : berarti mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca

Singkat : Hemat dalam pemakaian atau pemilihan kata-kata

Tepat : sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku

  • Kesepadanan struktur

Kesepadanan struktur ialah keseimbangan anatar pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat ini diperlihat atau memilki beberapa ciri seperti tercantum dibawah ini

  1. 1.      Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat dengan jelas
  2. 2.      Tidak terdapat subjek yang ganda
  3. 3.      Kata penghubung intrkalmat tidak dipakai pada kalimat tunggal
  4. 4.      Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang
  • Keparelan

Keparelan adalah kesemaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya, kalau bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomina. Kalau bentuk pertama menggunkan vebra, bentuk kedua juga menggunakan verba.

(f). Kalimat Tidak efektif

Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak memiliki atau mempunyai sifat-sifat yang terdapat pada kalimat efektif.

Sebab-sebab ketidakefektifan kalimat

  1. 1.      Kontaminasi= merancunkan 2 struktur benar 1 struktur salah

Contoh :

Diperlebar, dilebarkan diperlebarkan (salah)

Memperkuat, menguatkan memperkuatkan (salah)

Saling memukul, pukul memukul saling pukul-memukul (salah)

Di sekolah diadakan pentas seni. Sekolah mengadakan pentas seni sekolah mengadakan pentas seni (salah)

  1. 2.      Pleonasme = berlebihan, tumpang tindih

Contoh :

Para hadirin (hadirin sudah jamak, tidak perku para)

Para bapak-bapak (para bapak-bapak sudah jamak)

Banyak siswa-siswa (banyak siswa)

Saling pukul-memukul (pukul-memukul sudah bermakna ‘saling’)

Agar supaya (agar bersinonim dengan supaya)

Disebabkan karena (sebab bersinonim dengan karena)

  1. Tidak memilik subjek

Contoh :

Buah mangga mengandung vitamin C (SPO) (Benar)

Di dalam buah mangga terkandung vitamin C (KPS) (Benar) ??

Di dalam buah mangga mengandung vitamin C (KPO) (Salah)

  1. Adanya kata depan yang tidak perlu

Perkembangandaripada teknologi informasi sangat pesat

Kepada siswa kelas I berkumpul di aula

Sealin daripada bekerja, ia juga kuliah

  1. Salah nalar

Waktu dan tempat dipersilahkan. (siapa yang dipersilahkan)

Mobil pak dapit mau dijual. (Apakah bisa menolak?)

Silahkan maju ke depan (maju selalu kedepan)

Adik mengajak temannya naik ke atas (naik selalu ke atas)

Pak, saya minta izin ke belakang. (toilet tidak selalu berada di belakang)

Saya absen dulu anak-anak. (absen: tidak masuk, seharusnya presensi)

  1. Kesalahan pembentukan kata

Mengenyampingkan seharusnya mengesampingkan

Menyetop seharusnya menstop

Mensoal seharusnya menyoal

Ilmiawan seharusnya ilmuwan

Sejarawan sahrusnya ahli sejarah

  1. Pengaruh bahasa asing

Rumah di mana ia tinggal… (the house where he lives…) (seharusnya tempat)

Sebab-sebab daripada perselisihan.. (cause of the quarrel) (kata daripada dihilangkan)

Saya telah katakana… (I have Told) (ingat:pasif persona) (seharusnya telah saya katakana)

  1. Pengaruh bahasa dearah

Sudah pada hadir. (jawa: wis padha teka) (seharusnya sudah hadir)

Oleh saya. (sunda: ku abdi) (seharusnya diganti dngan kalimat pasif persona)

Jangan-jangan… (jawa: ojo-ojo) (seharusnya mungkin)

#Don’t be silent reader’s…. Boleh saja copy paste tapi jangan lupa cantumkan Lieralan157@wordpress.com yach..

Seocre : Ir.H.Dadiy nurpadi.Mp (Dosen Bahasa Indonesia Institut Koperasi Indonesia) dan sitompulke17@wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s