DEAD AT HEART

Annyeong haseyo😀 mian ya sudah lama gx post FF, aduh authornya ladi sibuk syuting Drama *Plakkkk Geje banget* hehehe

Di sela-sela kesibukanku kini aku sempat post FF ini, mian yach klo ceritanya agak kurang menarik(Tapi dijamin menarik ko…), tapi aku mohon untuk para readers untuk berkomentar terhadap FF ini dan ini asli pemikiranku J, Happy reading Guys..😀

DEAD AT HEART

Author : Ralan157 or @Lirasevia

Main Cast : Jang Mirin (OC), Donghae (SUJU), dan Yoona (SNSD)

Other Cast : all member Superjunior dan Jungsu (OC)

Genre : Romace, Sad, and misterius

Disclaimer : rasanya tidak mungkin dinikahi seorang artis yang sedang terkenal, meskipun dahulu sebelum ia terkenal aku adalah pacarnya, tapi tuhan maha adil…..

Flashback

“Donghae…” Seru jang mirin pada donghae yang saat itu sedang main di pantai

“Ne….” Donghae melambaikan tangan lalu berlari menghampirinya

“Donghae.. kamu kemana saja, aku dengar tadi di sekolah kamu di tegur karena tidak mengerjakan PR dan datang terlambat..” Cerita mirin dengan serius

“waeyo… terus itu masalah buat kamu..” jawab donghae dengan sedikit kesal serta cara bernafas yang tidak beraturan “Aissh sudahlah jangan kau hiraukan lagi kata-kata mereka..” tangan donghae mengacakacak rambut mirin

“Heii Little donghae.. kapan kamu akan berubah menjadi anak yang baik.. euhmm?” Tanya mirin dengan serius ketika duduk di atas pasir putih pingir pantai

“Jangan pangil aku dengan sebutan little, aku sudah besar umurku sudah 14 tahun..”

“Hahaha…” tawa mirin terbahak-bahak

“Jang mirin…. Jangan tertawa seperti itu…” tawa mirin membuat donghae tambah kesal “mirin maukah kau berjanji..”

Mirin berhenti dari tawanya “ne… waeyo…?”

“besok aku akan ikut audisi di SM entertainment, mudah-mudahan aku bisa lolos..!!” cerita serius donghae

“Jinja…?? Terus aku harus berjanji apa…?” jawab mirin dengan serius

“anio… sebaiknya besok aku cerita lagi kalau besok sudah ada pengumuman di terima di SM entertainment.. ok mirin ?” donghae kembali mengacak-acak rambut mirin

“akh.. kamu selalu saja begitu, selalu membuat janji tapi tak pernah kau tepati.. tapi aku akan selalu mendukungmu oppa..?” senyuman mirin membuat donghae terpaku diam

******

“Jang mirin….mirin…” dari kejahuan donghae berlari dan berteriak-teriak sambil membawa selembar kertas

“Waeyo….” Jawab mirin yang sedang duduk di pinggir pantai

“Mirin… ahhhahahahaha..” refleks donghae memeluk mirin, sedangkan mirin hanya bisa diam

“rasanya aku punya pirasat aneh” ketus dalam hati mirin “waeyo.. oppa..?” Tanya mirin dengan wajah kebingungan

“Mirin.. aku lolos di audisi SM Entertaiment..?” jawab donghae dengan penuh kegirangan

“Jinja…” mimik mirin yang masih belum percaya

Donghae melepaskan pelukan mirin “Ne.. ini benar bahkan besok aku akan berangkat ke seoul untuk masa training..”

“baguslah kalau begitu.. selamat ya donghae…!!” mimik wajah mirin berubah dengan seketika

“mirin apa kau tidak apa-apa ??” Tanya donghae keheranan melihat wajah mirin yang berubah “jang mirin.. aku tahu apa yang kau rasakan sekarang..” tanpa di pinta buliran air mata jatuh ke pipi mirin “mirin sebenarnya saya sendiri bingung…aku tak….”

“pergilah…”jawab mirin memotong pembicaraan “pergilah.. dan tunjukan kalau kamu itu bisa sukses donghae.. pergilah ke seoul..!!” nada suara mirin menaik

Donghae menghapus air mata di pipi mirin “mirin sebenarnya aku… aku… (….)………. saranghae mirin..”

Mirin melihat tatapan donghae yang tertuju padanya “oppa aku juga ……. aku saranghae..”

Merekapun berpelukan “mirin berjanjilah kelak aku akan pulang kesini dan akan menikahimu..”

Tanya donghae kecil “jinja.. nanti kamu akan menjadi orang terkenal mana mungkin kau menikahiku..!!”

“tolong pegang janjiku mirin…” dengan memegang tangan mirin donghaepun mencium kening mirin

******

12 tahun kemudian

“Eonniii… bangun.. bangun..” teriak junsu salah satu teman dari mirin

“ada apa ini…?” datanglah 2 orang teman lainnya, tanpa pikir panjang mereka membawa mirin ke rumah sakit, ketika mirin mau memasuki ruang UGD dari tangannya terjatuh beberapa foto, ketika itu junsu melihatnya dan membawanya. junsu melihat-lihat beberapa foto tersebut

“ya ampun eon… ternyata eon masih sayang dengan donghae..” ketus junsu dengan kaget melihat foto-foto donghe kecil dan sampai sekarang sudah terkenal

5 Tahun yang lalu mirin di vonis telah menderita kanker otak, karena sejak kecil mirin tingal sebuah pantiasuhan di Mokpo di Provinsi Jeolla Selatan di korea selatan,  karena di tinggal oleh orang tuanya yang tidak bertangung jawab, kini yang menjadi teman dekatnya adalah junsu, setelah 12 tahun lalu mirin ditingal oleh orang yang ia sayangi yaitu donghae.

*********

TUHAN….. sebelum ajalku tiba ijinkahlah aku untuk menemui oppa yang terakhir kalinya, aku sangat merindukannya, aku mohon pertemukanlah aku dengan donghae oppa..” bisikan do’a dalam hati mirin yang sedang terbaring di atas tempat tidur di salah satu rumah sakit yang saat itu di temani oleh junsu

***********

*SEOUL*

“Dimana Donghae oppa..?” Tanya Yoona salah satu member SNSD yang bertanya pada leeteuk

“Waeyo….. jadi benar kamu ada hubungan special dengan donghae..?” Tanya leeteuk membuat wajah yoona berubah merah

“anio oppa, ada yang harus saya bicarakan..” jawaban dengan tersipu malu

“di sedang ada diruang ganti, ayo cepat temani dia, sepertinya dia terlihat sangat cape setelah show tadi” leeteuk memberi tahu keberadaan donghae, ketika itu yoona langsung berjalan kearah ruang tempat ganti baju, setelah membuka pitu ruangan tersebut yoona melihat oppa sedang membungkukan badanya di atas sebuah kursi

“Oppa.. are you ok..?” Tanya yoona pelan, donghae langsung memalingkan wajah kearah yoona

“Ne.. gwenchanayo…!” donghae memegang tangan Yoona dan menariknya untuk duduk di sampingnya

“apakah penampilanmu hari ini begitu memusakan penonton..?” Tanya yoona dengan serius

“entahlah, rasanya hari ini kondisi badanku sepertinya kurang Fit” donghae meletakkan kepalanya diatas pundak yoona

“kalau begitu biar aku bawakan minuman bersama obat, biar oppa merasa baikan..?”

“anio.. aku sudah suruh meneger untuk membawa obat, tapi orangnya belum datang juga..” donghae semakin memegang erat tangan yoona

“tunggulah sebentar lagi mungkin orang yang disuruh meneger mu akan segera datang..” jawab yoona seraya menenangkan donghae

5 menit kemudian

Terdengar ketukan pintu, tanpa pikir panjang Yoona mempersilahkan orang tersebut untuk masuk, orang tersebut membungkukan wajahnya seraya membawa obat-obatan, orang tersebut meletakan obat-obatan dan berupa minuman di atas meja tepat di depan donghae dan yoona, sepintas orang tersebut melihat kearah mereka, sedangkan donghae meuntup matanya karena mersa lelah.

“Gomawo…” sebutan terimaksih untuk orang yang membawakan obat-obatan tersebut

“Ne.. ceonma..” refleks donghae membuka matanya, lalu melihat kearah yeoja tersebut yang berjalan kea rah pintu keluar

“Tunggu sebentar..” Tanya yoona

“Ne…” yeoja itu memalingkan wajahnya

Donghae kaget ketika yeoja itu memalingkan wajahnya, “jang mirin..” terbesit Tanya di benak donghae

“Apa noona disini karyawan baru..?” tanya yoona dengan manis

“ne… aku disini baru..” jawab yeoja tersebut

“kalau begitu, boleh saya tahu namamu..?”

“Jongmal…. Jeuneun jang mirin imnida..” jawab yeoja itu, yang ternyata itu adalah jang mirin

***********

Jam menunjukan pukul 09:00 malam Waktu Seol, terlihat donghae masih saja diam di bascamp Superjunior

“Hei,,, hyung ada apa denganmu hari ini…?” Tanya sugmin pada donghae

“anio… aku merasa ada yang aneh pada diriku…!!”

“waeyo… apa kamu bertengkar dengan yoona..?” canda sugmin pada donghae “atau kamu mau mencium yoona tapi tidak jadi..” candaan sugmin semakin keras, sehingga membuat member suju yang lain tertawa

“Anio… aku tidak mencium yoona..” jawab donghea dengan nada yang keras

“Uihh.. wajahnya langsung merah..” khyuhyun menyambung pembicaraan

Donghae langsung keluar meninggalkan bascamp tempat suju berkumpul, ia berjalan menelusuri koridor gedung SM

Benarkah yang tadi itu jang mirin, kenapa aku merasa sangat bersalah ketika aku melihat dia, jeongmal…. Itu mirin..”

Ketika donghae hendak keluar dari gedung tiba-tiba ia melihat seorang yeoja menurut dia adalah mirin

“Jang mirin..” suara donghae membuat yeoja itu menghentikan langkahnya, lalu memalingkan wajahnya kearah donghae, lalu donghae menghampiri mirin “jinja… kamu jang mirin..” Tanya donghae dengan suara pelan

“ne…” jawaban mirin yang simple, dan matanya tak berkedip ketika melihat donghae, refleks donghae memeluk mirin, mirinpun berusaha melepaskan pelukan donghea

“lepaskan oppa..” mirin berusaha melepaskan pelukan donghae

“waeyo…” donghae terus memeluk erat mirin “apa kamu tidak rindu padaku?”

Mirinpun terdiam dan tanganyapun membalas peluka mirin “Oppa… bogoshipo…” donghaepun semakin memeluk erat mirin, mirinpun tak kuasa menahan air mata yang keluar dari matanya

******

“mirin kenapa kamu tidak bilang kalau kamu akan ke seol?” Tanya donghae yang memulai pertanyaan, yang ketika itu mereka duduk berdua di sebuah taman yang tak jauh di gedung SM

“karena aku akan memberikan kejutan untukmu..” jawab mirin dengan penuh keceriaan “12 tahun berpisah, kamu tak memberi kabar padaku di mokkpo, mungkin kini kamu memang benar-benar sibuk ya donghae..”

Donghae hanya bisa menatap mirin dengan sangat tajam “jang mirin kini tumbuh menjadi gadis yang cantik, bahkan mata ini takuasa berkedip untuk melihat keelokan wajahnya”

“Hei….. oppa kau mendengarku…” suara mirin yang keras membubarkan lamunan donghae

“Aissh… kau mengagetkanku, mirin mian semenjak aku masuk SM aku memang benar-benar sibuk..” jawab donghae dengan pelan

“bagaimana hubunganmu dengan Yoona SNSD..?” Tanya mirin dengan penuh senyum

“Mirin… aku..aku minta maaf..” jawab donghae dengan pelan

“Waeyo.. maaf untuk apa…?” jawab mirin dengan tersenyum lagi

“aku sebenarnya sayang dengan mu mirin, hanya saja keadaan yang memisahkan kita, kalau begitu bagaimana kalau kita mulai dari awal lagi..?” Tanya donghae dengan serius

Lalu mirin memegang tangan donghae “oppa… aku mengerti dengan persaanmu, teruslah kau berjalan dengan Yoona, aku lihat yoona itu orangnya baik, cantik, dan juga sangat cocok denganmu oppa…” jawab mirin berusaha menenangkan perasaan donghae

“mirin, cintaku padamu takkan pernah hilang, meskipun raga ini milik orang lain tapi aku akan selalu mencintaimu..”

Mendengar perkataan donghae, mirin takuasa mengeluarkan buliran air mata yang jatuh begitu saja di pipinya. Mirin hanya bisa melihat donghae lalu tanganya mengusap-usap rambut donghae “Tuhan andai saja aku bisa dekat terus seperti ini bersama donghae, mungkin hidupku akan terasa bahagia, tapi jika ini memang jalanku,akupun menerimanya dengan ikhlas”

“mirin jangan menagis seperti itu, akan sedih jika melihatmu menagis seperti itu..?” Tanya donghae

“aku tidak menagis oppa, aku sangat senang mendengar perkataanmu tadi..” jawab mirin dengan senyum andalanya, lalu donghae mengahpus air mata yang ada di pipinya

“biar aku buat kamu merasa lebih tenang..” donghae memeluk erat mirin, begitu juga sebaliknya

Dari kajauhan ternyata yoona melihat donghae memeluk mirin “oppa, ada apa dengan dia, bukankah yeoja itu karyawan baru itu..”

********

“Oppa.. rasanya tak tersa waktu sudah jan 11:30 malam, aku akan segera pulang..”

“kalau begitu akan aku antarkan..”

“anio.. tidak usah, ouh iya oppa, boleh aku menitip sebuah surat untuk yoona,..” mirin mengulurkan sebuah surat

“surat apa ini..?” Tanya donghae keheranan

“tenang saja oppa, surat ini bukan sebuah ancaman, melainkan aku ngefans kepada yoona.. jadi tolong berikanlah surat ini, dan kamu jangan membukanya sebelum surat ini ke tangan yoona..”

“Hehehe… “ donghae tertawa kecil “ok….”

“kalau begitu selamat malam oppa…” mirin tersenyum manis dan memulai langkahnya untuk meningalkan donghea, donghae refleks mengejar mirin dan menarik tanganya, tanpa mirin sadari donghae menyapu bibir kecil mirin

*********

“Selamat pagi.. semuanya…” sapa donghae kepada para member suju lainnya

“kenapa hari ini kamu begitu terlihat senang..?” Tanya shindong

“ne.. kemarin kau terlihat pucat..” sambung eunyuk menanyakan keanehan donghae

“entahlah yang pasti hari ini aku merasa bersemangat untuk tampil..” jawab donghae dengan penuh ceria

Kring…kring…kring…… suara handphone donghae berbunyi “hei cepat angak telephonenya..” celetuk siwon

Donghae mengankat telephone tersebut “ne.. yeoboseyo… dengan siapa ini..”

“ini benar dengan donghae, ini junsu kamu ingatkah ..?” jawab junsu dengan suara memelas

“ne,, tentu saja aku ingat, da apa jungsu..” jawab donghae dengan santai

“ada kabar buruk..”

“ada apa jungsu..” donghae mulai kagt, semua mata member suju melihat kearah donghae

“Jang mirin menghembuskan nafas terakhir tadi pagi….” Suara jungsu bercampur isakan tangis

“jinja….aku tidak percaya, lantas yang kemarin itu siapa..?” jawab donghae dengan keras, dan lagi-lagi mata semua member suju melihat pada donghae

“maksud kamu apa oppa, aku tidak mengerti, mirin sudah tiga hari ini koma di rumah sakit, dan kini ia meningal, oppa kau harus cepat kesini…” isakan tangis jungsu semakin keras, donghae lalu menutup telephonenya

Semua mata member suju terpaku melihat donghae “waeyo..” Tanya siwon

Tak sadar donghae mengeluarkan air mata. “mirin…jang mirin….aku harus harus pergi, aku harus pergi..” kelihatan sekali donghae kebingungan dan membuat member lainpun kebingungan “aku tidak percaya..” donghae melihat surat yang diberikan mirin tadi malam pada donghae “aku tidak percaya kalau mirin akan pergi begitu saja…. siwon aku titip surat ini untuk yoona” donghae memberikan surat yang diberikan mirin kepda siwon dan donghae pun meninggalkan ruangan bascamp suju, memberlainpun merasa kerehanan melihat tingkah donghae.

********

“Manager…. Pak meneger…” yoona memasuki ruangan meneger suju

“ne… ada apa yoona ? kenapa teriak-teriak seperti itu..?” Tanya si meneger Suju kepada yoona

“pak meneger, anak baru itu bernama jang mirin, aku minta personal biodatanya..!!”

“maksud kamu apa yoona, aku tidak mengerti..?” meneger keheranan melihat tingkat yoona “tidak ada karyawan baru disini, lalu siapa jang mirin yang kamu maksud ?”

“tidak ada anak baru….” Sontak wajah yoona kaget ditambah kebingungan “lalu kemarin siapa…!!”

Tanpa pikir panjang yoona pergi meninggalkan ruangan meneger suju dan berlari kearah bescamp Suju

“Donghae Oppa kemana…?” Tanya yoona mengagetkan member suju lainnya

“ya ampun… ada apa dengan mereka hyung..” Tanya yesung pada member suju yang lainnya

“aku Tanya kemana donghae…” nada suara yoona semakin menaik

“donghae pergi, entah kemana yang jelas sebelum ia pergi ia sempat mengis dan menyebut nama jang mirin..” jelas siwon kepada yoona

“Jang mirin… sebenarnya siapa yeoja itu…” raut wajah yoona mulai murung dan mengeluarkan air mata

“Yoona jangan menagis seperti itu, kita semua disini juga kebingungan sebenarnya siapa yeoja itu..” khyuhyun berusaha meredakan amarah yoona

“duduklah sebentar yoona, ini ada sebuah surat untuk mu..” siwon memberikan sepucuk surat untuk yoona

“dari siapa ini…?” Tanya yoona melemah

“entahlah.. sebaiknya kamu baca isi surat itu..” jelas siwon pada yoona lagi

Perlahan-lahan yoona membuka surat tersebut yang di dalamnya berisi

Dear :yoona

From :jang mirin

Mianhe membuatmu kaget, dulu sebelum donghae terkenal aku adalah teman waktu kecilnya, dan dulu donghea sempat berjanji akan menikahiku jika dia sukses nanti, tapi takdir berkata lain….

Donghae lebih pantas denganmu yoona, kini aku sangat iklhas jika kamu dengan donghae oppa, jaga dia baik-baik oppa, karena raga ini takbisa bersamanya lagi..

Jang mirin”

“Jadi jang mirin sudah meninggal……”

**************

Gemana ceritanya sedihkah ?? romantiskah ?? atau penuh dengan pertanyaan-pertanyaan, so… jangan sungkan untuk berkomentar yach

Gomawo sudah mau membaca FF ini

2 thoughts on “DEAD AT HEART

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s