Beautiful Day Part VI [END]

FF ini Aku buat Setelah Aku melihat persahabatan 2 orang Yeoja dan 1 orang namja, Dimana dia dalam persahabatan itu terjalin suatu hubungan yang ternyata menuai kontroversi.. hehe Dari situ munculah ide untuk membuat FF yang menceritakan Cinta segitiga

FF ini Murni hasil pemikiranku, FF ini juga aku publish di Blog FF K-Pop Indonesia

https://fanfictionloverz.wordpress.com

Happy Reading….

Author : ralan157 or @liraselvia

Title : Beautiful Day Part IV [END]

Genre : Romace, Sad

Cast : Yona SNSD, Teayon SNSD, And Khyuhyun SUJU

Other Cast : Yesung/jong woon SUJU, Sungmin SUJU And Minzy 2en1

Disclaimer : terinspirasi dari sebuah persahabatan dan terjadi cinta segitiga

AUTHOR POV

“Bagaimana ini, apakah aku akan bilang kepada Minzy, dengan laporanku seperti ini.. tuhan tolonglah aku..!!” wajah yoona sangat kebingungan ketika ia melihat hasil laporan yang ia buat, ia memegang berkas itu, bolak-balik tak tahu arah, hingga suara telephone pararel di ruangannya berbunyi

“Aiisssh.. bagaimana ini, itu pasti Minzy..” ia menghirup napas dengan dalam-dalam, ia langsung pergi meinggalkan ruangannya, sesampainya di ruangan minzy, ia juga menghirup napas dalam-dalam, ia mengetuk pintu, terdengar Minzy mempersilahkan ia masuk

“Mana laporannya eoni..” mata minzy terlihat sangat sinis melihat yoona

“ne.. ini minzy..” Yoona menyerahkan Berkas laporannya kepada Minzy “Minzy ada yang aku tidak mengerti” baru saja yoona bilang begitu Minzy meleparka berkas laporanya tepat di depan wajah Yoona

“Apa-apaan ini eoni, eoni pasti tahu semuanya kan..!! waeyo… uang perusahaan hilang begitu besar.. cepat katakan yang sejujurnya..!!”

“Anio, aku juga tidak tahu minzy..” yoona hanya bisa menundukan kepalanya tanpa berani melihat wajah minzy yang begitu marah

“Tidak tahu, tidak tahu kata eoni, bagaimana kalau presedir tahu akan hal ini, begitu juga oppa khyuhyun, ia tak segan-segan akan memecatmu dan juga akan memutuskan hubunganmu..” dengan lantang Minzy berbicara seperti itu, yoona hanya bisa menunduk, “aku tidak mau tahu eoni, eoni tahukan oppa malam ini akan pulang ke korea?” yoona menganguk “bayangkan kalau dia tahu keadaan perusahaannya seperti ini, kehilangan uang begitu banyak, Ooo.. aku tahu eoni yang memakainya kan untuk biaya pengobatan saengmu, karena tak diberi pinjam oleh perusahaan makanya eoni mencuri uang perusahaan..”

Yoona mengangkat kepalanya dan.. “Minzy, kenapa kau bisa bilang begitu, iya aku memang butuh uang itu, asal kamu tahu aku tidak mencuri uang perusahaan itu..!!” balas yoona yang tak terima ia dituduh pencuri oleh Minzy

“Lantas… ini buktinya eoni, aku tidak mau tahu, berkas itu akan aku laporkan kepada presedir..” Tatapan Minzy yang sinis menbuat yoona pergi meninggalkan Ruangan Minzy, ia berlari ke arah ruangannya, tapi tiba-tiba di meja nya terdapat Amplop besar berwana cokelat

“Apa ini..” yoona membukanya, ternyata di dalamnya adalah poto-poto khyuhyun dan teayon di saat khyuhyun akan berangkat ke amrik. Butiran-butiran Kristal keluar dari matanya begitu deras, ia membawa tasnya dan pergi keluar dari ruangannya, ia meningalkan kantornya.

Di jalan terotoar, ia melihat taman, ia menghampiri taman itu dan duduk di bangku yang biasa ia duduki dengan khyuhyun “Ya tuhan kepala ini pusing sekali, sekarang apa yang harus aku perbuat, Jong woon.. aku harus menghunginya” ia mengambil handphone dan menekan tombol untuk memangil jong woon.. “Yeoboseyo jong woon…..”

*******

Jam menunjukan jam 4 sore, “Yoona bersiaplah untuk meningalkan perusahaan ini..” Minzy yang kala itu sedang duduk berdua dengan presedir yang sedang minum kopi, “bagaimana ini, kalau appa tahu perusahaan yang aku pegang kehilangan uang yang sangat banyak, appa akan sangat marah, ia pasti akan memarahiku dan mengirimku ke amrik lagi, bagaimana ini… tuhan tolonglah, aku takut appa marah..”

“Mana laporan penutupan tugasmu selama mengantikan oppamu..” presedir bertanya pada minzy, perlahan-lahan ia menberikan berkasnya pada presedir

“Ne.. ini oppa, sebelumnya Mianhe..” tiba-tiba mata presedir menatap Minzy dengan sangat tajam

Ia membuka dan membolak-balik laporan yang diberikan minzy “Minzy apa kamu bercanda, bagaimana bisa di tangal 28 uang perusahaan hilang begitu banyak..” Tanya presedir pada minzy dengan begitu tenang

“Mianhe appa, aku sendiri tak mengerti..” ketika minzy hendak melihat presedir, presedir dengan reflek ingin menampar minzy, tapi tiba-iba tangan terhenti

“Manager tolong sambungkan aku dengan pihak bank..” presedir menekan telephone pararel di kantornya

“Ne..” jawab sang manager

“Yeoboseyo, saya presedir SHINWA, saya mau menayakan saldo terakhir samapi hari ini..?”

“Perusahaan SHINWA, saldo terakhir sampai hari ini ada $ 550 juta, Masih stabil pak presedir” jawab dari pihak bank

“Ne.. gamsahamnida” presedir menutup telephonenya

Minzy hanya bisa diam dan matanya melotot seperti ingin keluar dari tempatnya “bagaimana bisa, tadi siang aku hubungi pihak bank kalau saldo terakhir adalah $ 525 juta, tapi sekarang malah stabil”

“Minzy, mian, appa hanya kaget, ternyata ini memang tak benar.. kerjamu sangat bagus Minzy..”

“haah.. Benarkah Appa… Gomawo appa..” kini mimic minzy beruabh menjadi tersenyum “appa boleh aku permisi sebentar..?” Tanya dia pada appa

“Ne.. silahkan”

Minzy keluar dari ruangan Presedir, ia menghela napas dalam-dalam berjalan menuju parkiran, di dalam mobil ia hanya bisa terdiam “bagaimana ini, kenapa aku merasa bersalah pada eoni yoona..Eoni, apa yang terjadi, apa kau menganti uang perusahaan, eoni aku sangat bersalah padamu, Jong woon.. ya mungkin dia tahu yang sebenarnya, akan aku hubungi dia..”  minzy mengluarkan Handphonenya dan menekan tombol untuk memangil jong woon “Yeoboseyo Jong woon..?”

“Ne.. Minzy, ada apa ? tak sepertinya kamu menghubungiku..”

“Mian menganggu waktumu, boleh aku bertanya sesuatu..?” Tanya Minzy dengan lembut

“Ne, semoga saya bisa menjawabnya..!” jawab jong woon

“ ada apa dengan eoni akhir-akhir ini.. apa di menyembunyikan sesuatu..?” Tanya minzy dengan lemas

“Waeyo… kamu menanyakan hal itu..”

“Jong woon tolonglah bicaralah yang sebenarnya, ada apa ini..!!” Tanya minzy mendesak

“Ok.. dengarkan baik-baik Minzy, yoona kebingungan ketika ia memerlukan uang untuk pengobatan saengnya, akhirnya ia mengeluarkan semua tabungannya dan tabungan eommanya tapi takdir berkata lain, saengnya meninggal..”

“Apa.. ya ampun…” suara minzy mengecil

“Ne.. tak sampai disitu, ia dituduh mencuri uang perusahaan padahal ia tidak mencuri uang itu, yoona sendiri bingung kenapa uangnya bisa hilang, akhirnya untuk mengantikan uang perusahaan itu ia menjual mobilnya dan juga menjual rumah yang ada dikampungnya, padahal ia tak bersalah minzy..!!”

“Ne.. aku mengerti sekarang jong woon, mianhe sudah mengangumu, dan gamsahamnida..!!” minzy menutup telephonya, tanpa ia sadari ia mengeluarkan air yang keluar dari air matanya

bagaimana ini, aku sangat bersalah sekarang mungkin ia sedang bersedih ketika melihat semua poto-poto yang aku buat untuk merusak hubunganya dengan oppa khyuhyun, mianhe eoni yoona  sekarang aku percaya kalau yang mencuri uang perusahaan bukanlah eoni, bagaimana ini, 1 jam lagi oppa hyun akan datang di korea, disitu mungkin ia akan memutuskan hubungannya dengan eoni yoona, aku harus berbuat sesuatu..”  ia langsung mencapkan gas dan meningalkan gedung perkantoran

******

“Oppa benarkah ini kamu dengan teayon berciuman di bandara..” Yoona hanya bisa diam dikamarnya dam melihat satu persatu poto-poto itu “baiklah oppa, lebih baik kita selesaikan sekarang..” ia bergegas pergi ke bandara.

Sesampainya di bandara tepatnya di tempat parkiran, ia keluar dari sebuah mobil taksi “Aissh sepertinya oppa sudah turun tapi dimana dia.. ?” poto-poto  itu tak ia lepas dari gengaman tanganya

Di kejauham khyuhyun melihat yoona di sebrang jalan “Yoona, sebelah sini..” teriak khyuhyun sambil melambaikan tanganya

“Ne.. oppa aku melihatmu, sebentar..” ketika yoona hendak mendangar ia mendangar suara handphonenya berbunyi, ia mengambil handphonenya di dalam tas tanpa ia sadari ia berjalan menyembrangi dan tak melihat kanan kiri… tangan dan matanya sibuk mencari deringan handphonenya yang tersembunyi di dalam tasnya.. dan.. BRAAKKKK….

“Yoonaa……” Teriak khyuhyun ketika yeojachingunya tertabrak oleh sebuah mobil yang melaju kencang.. ia mengahmpiri yoona yang tegeletak, semua orang yang ada di Bandara menghampiri mereka “Noona, bangunlah…. Bangulah…” dengan cemas ia berusaha meyadarkan yoona yang saat itu kepalanya telah dilumuri oleh darah

Khyuhyun melihat kesekelilingnya banyak sekali poto-poto yang berserakan, ia melihat dan poto itu ada gambar dirinya dengan teayon, sementara itu suara handphone yoona terus berdering, khyuhyun mengangkat telephonenya

“Ne.. yeoboseyo..”

“Eonni..” jawab minzy “Oppa..” *hening

“Ia tertabrak..” tut…tut.. suara tertutupnya telephone

*******

“noona, noona, noona” kecemasan khyuhyun tak terbendung ketika ia menunggu di UGD di sebuah rumah sakit, hingga minzy pun datang dan menghampiri khyuhyun

“Oppa…” sebelumnya ia tak pernah melihat oppanya begitu cemas dan panic seperti itu, minzy memeluk oppanya itu, lalu khyuhyun membalas pelukannya, butiran air mata keluar dari mata khyuhyun

“Noona.. mian..mian..” suara khyuhyun dengan isakan tangisnya

*******

3 hari kemudian

“khyuhyun sebaiknya kamu istirahat dulu, biar eomma yang menjaga yoona..” Tanya eomma yoona pada khyuhyun yang duduk di samping yoona salama 3 hari ini

“anio eomma, yoona masih belum sadar, aku tak bisa meninggalkanya biar aku yang menemaninya eomma..!!” jawab khyuhyun dengan lemas

“apa kamu tidak cape hyun sepulang kau dari bandara kamu belum pulang ke rumahmu..”

“enio aku tidak cape eomma, aku ingin menemami yoona sampai ia sadar..”

“Baiklah kalau itu maumu hyun, eomma akan pulang dulu ada yang harus eomma bereskan di rumah..”

“ne… hati-hati eomma di jalan..” setelah eomma berpamitan dengan khyuhyun, khyuhyun hanya bisa memegang tangan yoona dan berdo’a, ia berharap yoona sembuh dan kembali seperti semula.

Tiba-tiba jari-jari yoona bergerak perlahan-lahan, sontak khyuhyun kaget dan memanggil dokter

********

Seminggu kemudian

“Oppa lihat bunga itu baguskan…?” Tanya yoona pada khyuhyun yang sedang memuntun yoona yang duduk dikursi roda

“mau aku ambilkan noona..”

“Ne.. mulon imnida oppa..” khyuhyun langsung memetikan bunga untuk yoona, lalu ia memberikanya pada yoona “gomawo oppa, oppa..?”

“ne.. waeyo..?”

“bagaimana kalau aku tidak bisa berjalan seperti semula..?” Tanya yoona dengan lesu

Hyun hanya tersenyum “aku akan tetap bersamamu..” jawaban khyuhyun membuat yoona tersenyum

“benarkah itu oppa, lantas apakah poto-poto itu benar dirimu..?” Tanya yoona dengan menatap mata khyuhyun

“Ne.. itu benar, bisa aku jelaskan yoona, ini semua ulah Minzy, awalnya ia tak suka dengan hubungan kita maka dari itu ia berbuat seperti itu, mianhe yoona yang menciumku bukan aku tapi teayon” khyuhyun tiba-tiba mersujud dihadapan yoona

“oppa apa yang oppa lakukan bangunlah..” refleks yoona kaget melihat namjachingunya bersujud dihadapannya

“Anio.. mianhe yoona, atas mana Minzy aku minta maaf… aku pribadi juga minta maaf… aku sudah tahu semuanya, semua tentang dirimu selama aku di amrik, dan keadaan perusahaan..”

“Bangunlah oppa, cepat..” khyuhyun terbangun dari sujudnya “sekarang Minzy kemana..?”

“Minzy, kembali ke amrik, kata dia, dia ingin introspeksi diri karena ia sangat bersalah padamu noona..” jelas khyuhyun pada yoona

“Lantas dari pertama aku masuk rumah sakit sampai sekarang aku tak melihat teayon, kemana dia oppa..?” Tanya yoona penuh penasaran

“Teayon menyerahkan diri pada polisi..” jawab khyuhyun datar

“Waeyo oppa, apa ia berbuat salah kenapa bisa ia menyerahkan diri pada polisi..?” yoona kaget mendengar jawaban khyuhyun

“Sebenarnya ia yang mencuri uang perusahaan…” Hening…

“waeyo… dia bisa berbuat seperti itu, mian teayon kalau aku punya salah padamu..”

“noona kamu tak bersalah, ia sangat bersalah ketika kamu dituduh yang mencuri uang perusahaan, sudahlah nooa jangan di bahas lagi yach.. “

“tapi teayon teman kita…!!” kekhwatiran yoona pada teayon

“ne.. aku mengerti tapi itu kemauan dia untuk menebus semua kesalahanya, noona lihat ini..” khyuhyun mengalihkan pembicaraan

Yoona tersenyum ketika khyuhyun memakai gelana dan topi yang ia berikan “ternyata oppa masih menyimpanya”

“Ne.. kalau begitu ini untuk mu noona” oppa memberi sebuah kado kecil

“Apa ini oppa..?”

“Buka lah..” yoona membuka perlahan-lahan kado kecil itu

Di dalamnya ada sebuah kunci “Kunci…” tapi di sebelah kunci itu ada kotak kecil setelah ia buka kotak itu, ada sebuah tulisan ‘will you merrid me…?’ lalu didalamnyaa da sebuah cin-cin, serentak khyuhyun juga bilang

“Noona, maukah kau menikah dengan ku..?”

Yoona hanya bisa tersenyum dan tersipu malu

“Ne… mulon imnida…” khyuhyun langsung mencium kening yoona “oppa kunci apa ini..?” Tanya yoona dengan penasaran

“Itu kunci mobil mu..” jawab khyuhyun dengan penuh senyum

“Gomawo oppa, akan aku kembalikan kunci ini pada eommaku..?”

“Ne…” khyuhyun tersenyum merekah….

[END]

Akhirnya saya bisa menyelesaikan FF nya…:D ini semua tak luput dari dukungan para readers, Gomawo😀

Bagaimana readers FF nya, mian kalau banyak salah…. ^_^

Jangan lupa kasih komentarnya yach reader, Thank’s For Reading..😀

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s