Beutiful Day Part II

 

Author : ralan157 our Shin hyun rha

Title : Beautiful Day

Genre : Romace, Sad

Cast : Yona SNSD, Teayon SNSD, And Khyuhyun SUJU

Other Cast : Yesung/jong woon SUJU, Sungmin SUJU And Minzy 2en1

Disclaimer : terinspirasi dari sebuah persahabatan dan terjadi cinta segitiga

Annyeong.. saya mau melanjutkan fanfic sebelumnya… ayo ikutin trus yach… mana dong suara readersnya.. heuheu kasih jangan lupa kasih coment ^^

KRINGG….KRING….. Suara telepon itu membubarkan lamunanku

“Ne… Yoona disini”

“Yoona diatas mejamu sudah ada tumpukan laporan dari lapangan dan saya minta laporanya rekapitulasi untuk pemakaiannya selesai hari ini…” suara tuan hyun ternyata benar-benar membuat kaget apalagi ketika dia memerintahkan aku untuk membuat laporan

“Jongmal ?”

“Ne… molun imnida, waeyo yoona..?” dia membentaku aku, khyunhyun awas kau…..

“Gwenchanayo Tuan hyun…” aku tutup teleponnya, hyunnnn… awas kau kalau kau….. hmmmmm…

*********

KHYUYUN POV

“Hahahaha… yoona….yoona… terlihat sekali dari mimik bicaranya yang kaget, yoona sekarang aku yang mengatur disini, dulu memang kamu yang mengaturku, tapi sekarng sebaliknya…hahahahaha”

**********

“Kenapa dia masih belum datang juga keruanganku, apa dia tidak bisa mengerjakannya, padahal sebentar lagi jam pulang kerja…” aku putar-putar kursi yang aku duduki seraya menunggu dia datang, tak lama terdengar seseorang mengetuk pintu, aku mempersilahkan masuk, yoona kau telat 5 menit

“yoona kau telat 5 menit.. mana laporanmu..”

“ini tuan hyun saya laporkan semuanya pemakain dari bulan januari sampai maret” ada apa dengan wajah dia kenapa dia seperti ketakutan begitu… apa mungkin dia takut dibentak aku lagi… hehehe

“Baik akan saya lihat dulu………” aku membolak-balik dan memcermati setiap laporan yang dia berikan, terhanyata hasilnya sangat memuaskan bahkan bisa bellence dengan jumlah yang di targetkan

BRUUKKKK…

Tuan hyun apa ada yang salah..” hehe dia kaget aku menumpukan laporanya ke atas meja, aku sudah tak kuat menahan rasa senang dan rasa ingin menertawai dia yang wajahnya tampak sekali sangat kebingungan

“Aniyo…  Laporan mu sangat bagus, jadi mulai besok kamu jangan telat lagi kalau saja kau telat untuk kasih laporanmu aku akan hukum kamu…yeongwonhi….”

“Jinja…” ia senang sekali mendengar ucapanku, hati ini jadi ikut senang melihat ia tersenyum seperti itu, tampak sekali ia bersemangat untuk mengulanginya pekerjaanya

“Ne.. ok yoona ini sudah lebih dari jam pulang jadi besok aku akan terima laporan kamu sebelum jam pulang..”

“Ne.. tuan hyun” ia mengangukan kepalanya dan pergi keluar meninggalkan ruanganku.

Aku terdiam sejenak dan melongarkan dasi yang melekat di leherku yang dari tadi pagi  seperti akan mencekiku, aku melirik kearah laporan yang yoona berikan, sangat luar biasa ternyata dia bisa mengerjakannya dengan waktu yang sangat singkat, dan mengapa hati ini sangat senang ketika melihat tingkah dia saat kebingungan dan ketika saat dia senang.

“Ukhhh… ada apa dengan diri ku kenapa aku tersenyum-senyum sendiri, baiknya aku segera pulang dan memberikan hasil laporan kepada appa, mungkin appa akan senang melihatnya”

******

AUTHOR POV

“Yoona mungkin sudah pulang, atau mungkin masih jalan ke depan, aku kan susul dia” semangat khyuhyun menaiki mobilnya

****

Sebuah mobil melintas didepan yoona dan berhenti, yoona terdiam dan menunggu kaca mobil itu terbuka

“Yoona ayo masuk… kita pulang bersama, kebetulan kita satu arahkan..” sejenak yoona terdiam ketika melihat jong woon tersenyum yoona ikut tersenyum dan yoona bergegas menaiki mobil jong woon

Tampak dari kejauhan sebuah mobil mercedes benz biru yang di bawa oleh khyuhyun tak sengaja melihat yoona menaiki mobil jong woon.

Khyunhyun menancapkan gas dengan kencang dan memasukan gigi ia melaju dengan kencang hingga mobilnya menyusul mobil jong woon yang di tumpangi yoona, matanya melirik ke arah mereka, ia melihat mereka berdua sedang terawa-tawa.

*******

KHYUHYUN POV

“Yoona bisa kamu keruangan ku sebentar, ada yang ingin saya sampaikan padamu” aku menutup telepon dengan pelan, tak lama yoona masuk keruanganku ia langsung melihat kearah meja tamu, teayon melihat yoona, taeyon langsung berdiri dari tempat duduknya dan memeluk yoona

“Bogoshipo… yoona…” teayon memeluk erat yoona, yoona juga memeluk erat balik pelukan yoona, tapi dari raut wajah yoona sepertinya ia kurang senang dengan kehadiran teayon

“Ehmmmm…..” mereka melepaskan pelukanya dan melihat kearah ku “kalian main peluk-peluk saja saya juga ingin ikutan donk..” Canda ku pada mereka teayon tertawa terbahak-bahak sementara yoona hanya tersenyum “Yoona, teayon ini baguskan kita bisa bersama-sama lagi”

“Ne… tuan hyun ini ide yang bagus dengan begitu kalian bisa tetap berdua iya… kan…. Teayon ?” Ketus yoona sambil tersenyum sedikit, aku sudah bisa membaca raut mukanya, ada apa dengan dia… mungkin hari ini dia lagi bad mood…

“ Yoona kita akan selalu bersama-sama, dan aku dengan tuan hyun sampai sekarang hanya berteman…” teayon memegang tangan yoona

“Ne… yoona aku, kamu dan taeyon kita sahabatan..” sela pembicaraanku pada mereka berdua “ok.. teayon kamu akan duduk di sebelah ruangan yoona dan jabatan kamu sebagai seketaris saya..”

“Ouh…. Gamsahamnida tuan hyun…” senyum teayon tetap saja seperti dahulu selalu membuat seseorang senang melihat dya, lalu ia keluar dari ruanganku

“yoona apa yang kamu tunggu, cepat kamu kerjakan pekerjaanmu..” sepertinya pembicaraanku membuat yoona kaget

“Aniyo tuan, ok aku kembali bekerja lagi.. gamsahamnida…”

Yoona meninggalkan ruanganku, Hmmm ada apa dengan yoona kenapa hari ini ia begitu murung, apa dia tidak suka kalau teayon ada disini… akh tidak mungkin mereka berduakan berteman dengan baik

Aissh…. Sejak kapan aku peduli dengan yoona, biasanya aku tidak peduli dengan apa yang yoona lakukan atau pikirkan, tapi kenapa kemarin yoona pulang bersama jong woon hati ini rasanya aneh, jeales… tidak mungkin, aku tidak mungkin suka sama yoona, dia itu sudah seperti saengku yang bawelnya minta ampun.. hmmm dari pada aku melamunin yoona terus, nanti aku akan ajak makan siang bersama-sama teayon

*****

“Yoona..” Aku mengetuk pintu ruangan yoona, terdengar ia mempersilahkan masuk “Yoona kenapa kamu belum istirahat, bagaimana kalau kita makan siang barsama..” ia langsung melihatku dan tersenyum, sepertinya wajah yang tadinya murung kembali ceria lagi dan entah kenapa hati ini rasanya lebih tenang jika melihat ia tersenyum seperti itu

“jeongmal… ok kita makan bareng.. ouh ya jangan lupa ajak taeyon..”

“Aniyo.. teayon sedang bersama chingunya itu, kamu tau kan yoona..??”

“Ne… molun iminda, Sugmin kah ?

“Jinja yoona, ayo kita makan berdua..” ajakanku sepertinya membuat ia senang

“Gwenchanayo tuan hyun..”

“No… problem yoona..” aku tersenyum melihat yoona dan membawa keluar yoona dari ruangannya

*****

YOONA POV

Apa aku tidak salah lihat, dari dulu dia belum pernah memegang tanganku dan menuntunku, biasanya dia hanya bisa mengacak-ngacak rambutku bak kepada seorang dongsaeng, senyumannya sepertinya ia tulus mengajaku makan siang, tuhan hati ini menjadi tidak karuan dan rasanya jantung ini berdetak lebih kencang tidak seperti biasanya

“Silahkan kamu duduk..” ia mendorong kursi untuk aku duduki senyuman itu.. ya senyuman itu belum pernah aku melihatnya sebelumnya

“gomawo hyun… hyun kenapa kamu tidak mengajak jong woon..” tanya ku padanya seraya membuka percakapan di atas meja makan, ia berhenti dari kunyahannya ketika aku menanyakan tentang  jong woon lalu ia melanjutkanya lagi

Aku memasukan sesendok mie ramen kedalam mulutku “hei.. kamu itu sedang makan kenapa banyak sekali ngomong, kamu habiskan dulu baru kita bisa mengobrol..”

“mianhae…” aku melanjutkan makan siangku bersama dia

Tak henti-hentinya jantuk ini berdetak lebih kencang, dan mata ini tak sungkan-sungkan untuk melihat wajah dia yang begitu enak di pandang

*****

“Kenapa teayon tidak makan siang dengan kita..?” aku mengawali pertanyaan pada khyuhyun, sepintas sebenarnya apa yang dipikirkan khyuhyun sepertinya ia kebingungan, ia melihat kelangit Biru yang cerah di siang itu, kita duduk di sebuah taman kecil yang tak jauh dari kantor kita masing-masing

“Mianhae.. tadi bilang apa ?”

“Kenapa teayon tidak ikut makan siang dengan kita..” ternyata dia sedang melamun, sebenarnya apa yang sedang ia pikirkan, sampai pertanyaanku dia tidak menyimaknya

“ne.. tadi aku sudah bilang, dia bersama chingunya..”

“Mianhae, Khyuhyun, aku tidak bermaksud menyindir kamu, karena dulu kamu suka sama teayon..” ketusku sambil menundukan kepala

“Gwenchanayo.. yoona, jawabanmu perlu di klarifikasi lagi…” ia menatapku dengan wajah yang sangat datar

“Waeyo..benarkah oppa dengan teayon..” rasanya hati ini tiba-tiba sakit setelah bilang begitu

“Annio… kamu harus ingat, Dulu aku memang suka teayon, tapi semenjak dia menjadi yeojachingu sunggmin, aku tidak lagi suka dengan dia..” tegas sekali perkataanya sampai-sampai aku tak bisa menjawab apa-apa lagi “Kini aku sedang menikmati menjadi seorang direktur, dan hari-hari ku menjadi lebih indah karena……..”

“Karena apa hyun..” aku merasa penasarn sekali akan jawabannya yang dari tadi aku mendengarkannya dengan serius

“hmmm.. Nanti sajalah kita cerita lagi, karena sebentar lagi jam masuk kerja..” tegas dia padaku

“Ok… aku tunggu kelanjutan ceritanya, karena aku sangat penasaran oppa…” Aku tersenyum manis padanya, ia mengacak-acak rambutku dan berdiri dari kursi kayu yang kita duduki

******

MINZY POV

“jong woon.. kemana khyuhyun oppa, kenapa ia tidak ada diruangannya..” sepertinya jong woon kaget haha

“Minzy.. kapan kamu kembali dari Amrik..?”

“Aku sudah lama di korea hanya saja aku tidak…. Tidak keluar rumah..” Dengan cengegesan aku menjawab pertanyaan jong woon oppa, padahal sebenarnya aku di kurung di dalam rumah karena appa ingin menjadikan sebagai seorang direktur

“Ouh… Tuan khyuhyun sepertinya sedang istirahat dengan yoona..”

“What… Yoona, Teman Kuliahnya kah ?” Yoona teman eonni teayon itu kah yang dia maksud

“Teman kuliah…. Benarkah itu..” jawaban jong woon terlihat mengherankan

“Ne… Yoona 1 universitas dengan khyuhyun oppa, masa kamu tidak tahu..” aku perjelas jawaban ku

“Jinja….”

“Ne… waeyo… apa kamu suka dengan yoona” aku tatap mata jong woon yang terlihat sekali ia tak bisa berbohong

“Aniyo.. hehe saya dengan yoona hanya rekan kerja saja, Minzy lihat itu mereka” Jong woon menujukan jarinya ke arah mereka yang datang dari karidor pintu masuk, aku refleks memalingkang wajah.

“hmmm.. oppa memegang tangan eoni itu, kenapa aku tidak suka melihat oppa hyun berjalan berdua dengan eoni yoona, oppa hyun lebih pantas berjalan berdua dengan eoni teayon..”

“Minzy…. Annyeong haseyo…” eoni menganggukan kepalanya

“Ne… annyeong eoni, kemana eoni teayon, kenapa tidak bersama mereka..?” ketusku melihat kearah mereka

“Teayon makan siang bersama chinguny,  saeng..” malah oppa hyun yang jawab, aku kan ingin dengar jawaban dari eoni yoona

“Minzy.. eoni tinggal dulu yach, masalahnya ini sudah jam masuk kerja lagi..” ia melihat jam tangan, tersenyum dan meninggalkan kita bertiga

“Minnzy.. ayo masuk keruanganku” oppa menarik tanganku untuk masuk keruangannya

“Aoww… oppa jangan kecang-kencang sakit…”

“Minzy… sikapmu tadi sangat tidak baik dihadapan yoona, kenapa apa kamu tidak suka dengan yoona..” kelihatanya oppa sangat marah atas sikapku pada eoni tadi

“Aniyo… hanya saja aku tidak begitu dekat dengan eoni yoona, aku hanya tahu kalau oppa itu suka sama eoni teayon” oppa duduk di tempat kursinya, aku memcari-cari alasan supaya aku tidak kena marah lagi oppa

“Minzy dengar oppa, dulu memang oppa suka dengan Teayon bahkan kamu sendiri juga tahu, tapi teayon tidak merespon oppa, tapi dia malah memilih sugmin..”

“Ne… aku mengerti oppa… berarti sekarang oppa suka dengan yoona kan..” tak sengaja aku menaikan nada tinggi ketika bertanya seperti itu, dan membuat oppa hyun bicara jujur dengan wajah yang marah

“Ne… aku memang suka yoona…. Minzy ada apa sebenarnya kamu datang ke kantor..?” Benar oppa marah

“Oppa sekarang harus pulang appa ingin kita berkumpul..”

“Jinja..??” Wajah kaget oppa memang tidak bisa di sembunyikan

“Ne.. ayo kita pulang”

*****

KHYUHYUN POV

“annyeong appa.. ada apa mendadak memangilku..” aku menundukan kepalaku

“Duduklah hyun, minzy, ada yang harus appa sampaikan..” aku dan minzy duduk di sofa yang berhadapan dengan appa “Hyun dua hari lagi kamu dan appa akan pergi ke amerika..”

“What… ini mendadak sekali, aku belum selesai membuat laporan untuk bulan ini dan rencana bulan depan..” Bentakku pada appa tadi ia malah terlihat santai dan malah meminum segelas teh hijau kesukaan dia

“Mianhae hyun, tapi ini semua demi SHINWA.. kamu harus datang ke acara itu, dan kamu harus bangga perusahaan appa mu ini lah yang mewakili korea selatan untuk bidang Garment…”

“Ne… aku mengerti appa..” aku menganggukan kepala ku dan rasanya aku tak bisa untuk menghadiri semua ini “appa bagaimana dengan SHINWA jika kita tinggalkan..”

“SHINWA I akan aku suruh jong woon yang memegang untuk sementara ini dan SHINWA II sementara akan di pegang Minzy..”

WHAT….” Aku dan minzy serentak kaget, kita saling bertatapan

“Gomawo appa, sudah percaya padaku.. aku akan bekerja dengan baik..” kelihatan sekali Minzy senang mendengar hal itu, tentu saja itu kan impian dia ingin menjadi Direktur walaupun ini menjadi direktur sementara.

******

AUTHOR POV

“Kenapa kepala ini pusing sekali,,” khyuhyun sambil memengang kepalanya, mungkin ia masih memekirkan akan keberangkatannya yang mendadak ke amerika, ia membawa handphone nya dan menulis sesuatu “yoona, sepulang kerja nanti apakah kamu ada waktu, bisakah menemaniku..?”

Dilain sisi yoona membuka SMS dari khyuhyun, tanpa pikir panjang ia mebalas “Ne.. ok aku tunggu di kantor, oppa jemput aku yach ^^”

“Gomawo yoona, nanti akan aku jemput kamu di kantor”

******

YOONA POV

“bagaimana pekerjaan hari ini yoona..” khyuhyun sepertinya kurang bersemangat, ada apa dengan dia

“Ne.. berjalan seperti biasa tuan hyun, tuan hyun lagi tidak enak badan kah ?” aku perhatikan setiap gerak-gerik mimik wajahnya yang tidak bersemangat itu

“jangan pangil tuan hyun ini sudah bukan jam kerja lagi” jawab dia dengan mimik wajah yang sama seperti tadi tidak bersemangat “aku tidak sakit… hanya saja…..”

“hanya saja kenapa oppa…?” tanyaku dengan sedikit geretak

“hanya saja aku perlu minum arak..” ia langsung menuangkan arak ke dalam gelas aku tak bisa mencegahnya, sampai sekarang aku masih heran kenapa ia menjadi seperti itu, apa ada yang di sembunyikan “Yoona kenapa kau menatapku seperti itu, ayo cepat makan makanamu..” ia meneguk arak itu dan menuangkannya lagi ke dalam gelas

“Mianhae…. Ne aku akan makan oppa..”

******

“Oppa jangan terlalu banyak minum araknya, oppa jadi mabuk..?” Aiish dia bikin aku repot saja “Ayo kita pulang..” aku menuntun khyuhyun keluar dari Kape tersebut, aku ambil alih mobil yang di bawa oppa

Aku menyandarkan khyuhyun di kursi belakang mobilnya, di perjalan aku sangat-sangat merasa bingung, sebenarnya ada apa dengan oppa kenapa ia bisa sepertini ini

“oppa kita pulang, kerumahmu.. anniyo, di rumahnya ada Minzy dan juga presedirt, mereka tidak mungkin melihat khyuhyun dalam keadaan seperti ini,appartementnya aku akan pulangkan dia ke apartementnya” gerutu dalam hati ku yang saat ini benar-benar bingung

******

“Aissh… khyuhyun bangun dulu, apa password pintu masuk ini..” rasanya aku kesal sekali melihat khyuhyun tak juga sadarkan diri yang kepalanya menyandarkan ke pundakku

“yoona…” jawab dia pelan

“ne… apa passwordnya khyuhyun…?”

“Yoona…”

“Ayolah cepat, kamu itu berat sekali…” ketusku

“Namamu yoona…..” jawab dia pelan

“Ne… jeuneun yoona imnida..” aku teriak keras, hingga ia sedikit menyadarkan diri

“Passwordnya… nama mu..”

Passwordnya namaku, anniyo.. ini aneh sekali… setelah pintunya terbuka aku langsung masuk ke ruangan di mana disana terdapat tempat tidur dia, aku membaringkan dia, terlihat dari wajahnya sepertinya mempunyai pikiran yang berat yang dipikulnya, aku ingin sekali membantunya, tapi aku tak tahu harus berbuat apa

Hmmm… aku melihat kerah jam dinding yang diletakan di atas tempat tidur khyuhyun, ya ampun jam 1 malam, bagaimana ini hyun, aku harus pulang kalau tidak eomma akan menghawatirkanku, aku melihat kearah khyuhyun yang tertidur pulas

“khyuhyun tak apa kan aku pinjam mobilmu untuk pulang..” aku membisik kepada dia “akh dia tak mungkin mendengarnya, ya sudah aku akan pergi, hyun aku pinjam mobilnya, mianhae..” aku melangkahkan kakiku tapi tangan ini di tarik oleh khyuhyun “oppa….”

Penasarankan Cerita selanjutnya bagaimana, ikutin trus yach..

Gomawo ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s