Beautiful Day part I

Author : ralan157 our Shin hyun rha

Title : Beautiful Day

Genre : Romace, Sad

Cast : Yona SNSD, Teayon SNSD, And Khyuhyun SUJU

Other Cast : Yesung/jong woon SUJU, Sungmin SUJU And Minzy 2en1

Disclaimer : terinspirasi dari sebuah persahabatan dan terjadi cinta segitiga

Anneyeong haseyo, sebelumnya saya sangat berterimakasih kepada eonni Karra dan admin lainnya ^^ yang sudah mengijinkan aku bergabung menjadi author di FF-K-Pop Indonesia ini, ouh yach ini FF pertama aku yang dipublikasikan sebagai author loh ^^ hehe

Jadi maaf ya sebelumnya kalau banyak salah dalam penulisan maupun dalam pelapalan bahasa, baik kalau begitu selamat membaca😀

YOONA POV

“Akkkkhhhiiiiiiirrrrrnya Kita diwisuda juga, setelah kurang lebih 4 tahun lamanya kita menimba ilmu  di kampus ini, mendapat gelar sarjana… dan kita bebas…..”  Secuil pidato penutupan yang disampaikanoleh ku, Semua mata berbinar-binar, bertepuk tangan dan semua berteriak histeris dengan penuh kesenangan,  Mereka  melempar TOPI masing-masing, Kyuhyun dan teayon langsung memhamipiriku dan memelukku, berbaur dalam rasa haru biru.

“Sayang anaku selamat kamu telah menjadi mahasiswa terbaik” Suara eomma yang datang menghampiriku dan membubarkan pelukan teayon dan kyuhyun

“Annyeong haseyo eomma..??” sapa kyuhyun dan teayon pada eomma ku

“jal jinaemnida gamsahamnida khuyun, teayon” jawab eomma ku dengan wajah yang berseri

“Senang sekali bisa bertemu lagi dengan eomma, bogoshipo eomma” Senyuman teayon yang menarik hati eomma ku

“nado teayon” Eomma menjawab untuk kedua kalinya dengan wajah berseri, dan langsung memalingkan wajahnya kepadaku “yonna, kamu putriku yang paling berprestasi, setelah ini apa rencanamu”

Mendengar ucapan eomma aku hanya bisa tersenyum dan terdiam, “Eomma aku dapat pekerjaan” jawabku dengan wajah Biasa saja

“tampaknya kamu tidak senang, padahal kampus sudah menempatkanmu diperusahaan yang bagus” teayon menyela pembicaraan aku dan eomma, mata ku melirik ke arah khuyun dan dia tersenyum

“ne, teayon benar, eomma sudah dengar dari pihak kampus kalau kamu sebenarnya sudah menjadi bagian dari Perusahaan SINHWA dan kamu memduduki sebagai Acconting nak” eomma menepuk punggungku dengan hati-hati

“SINHWA..” Khyuhyun menyambung pembicaraan dengan wajah yang kaget

“Ne…. waeyo..?” jawabku memelas

“Gwenchanayo” Khyunyun memalingkan wajahnya dari tatapan mataku “Eomm, yoona, dan taeyon aku tinggal dulu ada appa menungguku didepan” dia membungkukan badannya dan meninggalkan kita

“Teayon rencanamu kemana ?” Tanya eomma yang mengagetkan teayon yang dari tadi melihat khyuhyun sampai menghilang

“mollayo eomma, Tapi aku akan ikut interview ke perusahaan khyuhyun” senyum manis teayon memang membuat semua orang terpanah, tapi mendengar jawabanya dengan tiba-tiba hati ini terasa sakit. “Eomma, Yoona aku tinggal dulu eomma dan oppa ku sudah menunggu” dia membungkukan badanya, aku dan eomma melambaikan tangan sembari tersenyum.

“Yonna ayo kita pulang, orang-orang dirumah mungkin sedang menunggumu” senyuman eomma memang membuat hati aku terasa tenang kembali, aku dan eomma melangkahkan kaki ku dan menaik mobil eomma satu-satunya peninggalan appaku yang tiga bulan lalu telah meninggalkan aku dan keluargaku. “Biar eomma yang nyetir ya nak” aku hanya bisa menganguk

Perasaan ini tercampur, aku sedih karena appa tak bisa melihat aku menjadi seorang sarjana yang dia inginkan sewaktu masih hidup, dilain sisi hati ini juga sakit, Ne… dari pertama aku masuk ke universitas ini, bagiku cinta pertamaku adalah khyuhyun, tapi selama 4 tahun lamanya sepertinya hati khyuhyun tidak mengijinkan aku untuk menjadi yeojachingunya, melainkan dia malah mengijinkan aku menjadi yeodongsaengnya, dan dia lebih menyukai teayon, keakraban kita bertiga membuat perasaan itu timbul, ketika khuyun sangat perhatian kepadaku, mungkin hati ini berlebihan menerima perhatian darinya, padahal sebenarnya perhatiannya tak lain karena dia sudah menganggapku sebagai yeodongsaengnya, Sering kali hati ini sakit ketika khyuhyun oppa bercerita padaku kalau dia suka dengan teayon, tapi anehnya teayon sampai sekarang tidak merespon Ucapan khyuhyun terhadap dirinya, andai saja ucapan itu tertuju padaku, mungkin aku sekarang menjadi yeojachingu khyuhyun, tuhan tolonglah aku….

“Aww…aissshhhh… eomma ada apa, kenapa mengerem mendadak mobilnya” sewotku pada eomma dengan memengang jidatku yang tadi kena kaca mobil

Weiii.. kalau nyebrang liat kanan kiri dong..” Teriak eomma ku kepada penyebrang jalan “Sorry yoona, kamu tidak apa-apakan, salah sendiri kenapa sabuk pengamannya tidak kau pasang” ketus eomma yang terlihat masih kesal kepada penyebrang itu dan menancapkan gas mobilnya kembali.

“Aniyo eomma, hati-hati eomma nyetirnya, bagaimana kalau saya saja yang menyetirnya eomma” aku mengajukan diriku untuk menyetir

Eooma memandangku “Gwenchanayo yoona senbentar lagi sampai” lalu dia tersenyum

******

KHYUNHYUN POV

“Khyunhyun akhirnya kau menyelasaikan sekolah tingkat atas dengan baik setelah 6 tahun, baru sekarang akhirnya kau lulus dan dapat gelar sarjana” appa tersenyum dengan ledekannya kepadaku

“Aniyo appa, coba saja dulu appa tidak pindah ke korea mungkin aku sudah menjadi sarjana 2 tahun yang lalu” jawabku kesal

“Heu..heu…” appa menertawakanku

“Kenapa tertawa appa..” wajahku dengan penuh keheranan, appa mengambil segelas teh hijau kesukaan dia yang di tempatkan di meja tepat berhadapan dengannya

“Khyunyun mulai besok peganglah SHINWA II”

“what.. apa aku tidak salah dengar appa, jadi SHINWA berkembang” wajahku mulai memerah dan tak kuasa ingin mengeluarkan jeritan kesenangan yang luar biasa di dalam benak ini

“Ne khyuhyun, kita beri nama SHINWA BROTHER, karena 5 tahun kedepan appa berniat menjadikan kamu presedir di SHINWA dan SHINWAII akan di pegang oleh yeodongsaengmu Minzy”

“Minzy… apa aku tak salah dengar appa dia anak bandel, bukannya appa berniat memindahkan Minzy dari amrik ke korea karena di amrik dia di DO Karena keliarannya” aku merasa tidak setuju kalu nanti kelak Minzy menjadi seorang direktur

“Molun imnida khyuhyun, appa akan membuat dia menjadi seorang wanita yang tangguh dan bertangung jawab, dan besok dia akan kembali ke korea dan kita akan merayakan kehadiran Minzy, tuntasnya kamu sebagai sarjana dan penobatan kamu sebagai direktur SHINWA II, bagaimana Khyuhyun” ayah menatapku dengan penuh keyakinan

“appa memang selalu menjadi no satu di hatiku dan Minzy, jika ada Minzy disini mungkin dia akan senang appa” aku tersenyum dan meninggalkan meja percakapan

Aku memasuki kamarku yang semuanya bernuasa biru, aku membaringkan tubuhku di atas tempat tidur merasakan betapa bahagianya aku sekarang ini, aku ambil handphoneku melihat apakah ada yoona atau teayon yang sms kepadaku, akhh ternyata tidak ada, mungkin mereka sedang merayakan kelulusan mereka bersama keluarga mereka masing-masing.

****

YOON POV

Seminggu kemudian

“Yoona kamu sudah siap nak, ini hari pertama kamu masuk kerja jadi harus semangat” eomma memberi  semangat dan mencapkan gas mobilnya untuk mengantarkan ku ke perusahaan SHINWA

“Ne eomma”

****

“Sudah sampai yoona kamu harus semangat yach” eomma lagi-lagi memberiku semangat

“Ne.. Mulon imnida, gaomawo eomma sudah mau mengantarkan” aku keluar dari mobil, eomma tersenyum padaku dan menancapkan gas mobilnya.

Aku menatap tinnginya gedung ini, dan berpikir begitu hebatnya pemilik perusahaan ini, aku melangkahkan kaki ku ke koridor gedung tersebut langkahku semakin cepat karena tak sabar untuk menemui menejernya, tapi yang mana ruangan menejernya

“annyeong haseyo eonni, boleh saya bertanya?” aku membengkukkan tubuhku

“ne,, waeyo..” terlihat jutek sekali eonni ini kepadaku

“ruangan manajernya sebelah mana ya ?”

“ouh kamu anak baru” dia melihatku dari ujung kaki sampai ujung rambutku dengan tatapan yang begitu tidak enak dipandang “di lantai 3, keluar dari lift langsung jalan ke kiri itu ruangannya”

“Gamsahamnida eonni” aku membungkukan tubuhku tapi dia malah pergi meninggalkanku tanpa sepatah katapun

Aku bergegas naik lift, aku pencet tombol 3 sesampainya di lantai 3 perasaanku deg-degan tapi aku harus bisa mengatasi rasa gerogi ini, aku ketuk pintu tersebut, terdengar seorang pria mempersilahkan aku masuk, aku masuk keruangan tersebut dan melihat papan nama yang diletakan di atas meja bapak menejer tersebut, ternyata namanya Jong Woon.

“Silahkan duduk” begitu manisnya dia sampai-sampai aku tak kuasa untuk mengedipkan mata ini “aku sudah menunggumu dari tadi, kamu yoona kan..?”

“Ne…” lidahku terasa kaku mau bicara apalagi, karena dia terlihat sangat tampan dan enak untuk dipandang

“Presedir Won bin sudah memberi perintah kalau kamu akan ditempatkan di SHINWA II, dan yang menjadi direktur SHINWA II adalah putra pertamanya. disana kamu akan menjadi seorang accounting” jelasnya padaku, tapi aku sendiri masih kebingungan dengan penjelasannya karena aku tak mendengarkannya melainkan malah menatap matanya yang sangat membinar “Bagaimana yoona apa kamu mengerti apa yang saya jelaskan barusan”

Aku tersadar dengar pertanyaan terakhir yang sedikit mengeretak “Ne.. aku mengerti”

“baik kalau begitu, ayo kita berangkat kesana”

“Maksudnya pak” aku masih terheran-heran

“kita berangkat ke perusahaan SHINWA II dan bertemu dengan pak direktur” jelasnya

“ne.. aku mengerti” aku mengangukan kepalaku

Pak jong woon berdiri dan meninggalkan tempat duduknya aku sendiri bangun dari tempat duduk ku dan mengikuti langkahnya

Dia membukankan pintu mobilnya untuk aku masuki, dan ia mencapakan gas mobilnya.

****

“sudah sampai” ia memakirkan mobilnya di parkiran gedung tersebut, aku keluar dari mobilnya dan aku melihat ternyata gedungnya tak kalah tinggi dengan gedung yang tadi,, ukkkh benar-benar keluarga yang hebat, jong woon melangkahkan kakinya dan memasuki gedung tersebut tak mau ketinggalan langkahnya aku segera mengikutinya.

Dia mengetuk pintu ruangan direktur, terdengar suara direktur mempersilahkan masuk, dia membuka pintunya, yang pertama aku liat adalah papan nama yang tersimpan di atas meja tersebut “Cho khyuhyun” gerutuk dalam hatiku apakah dia temanku ku. Aku dan jong woon dipersilahkan duduk olehnya dengan posisi duduk yang membalikan wajahnya yang sedang melihat kearah jendela.

Direktur itu membalikan arah duduknya tepat di hadapan jong woon dan aku…………… aku kaget hingga mata ini rasanya mau keluar saja dari tempatnya , “Ternyata benar dia cho khyuhyun temanku” gerutuk hatiku yang tak hentinya aku memandangnya.  kenapa semuanya bisa terjadi. Nampaknya ia malah tersenyum padaku

“Tuan hyun ini accounting baru di perusahaan kita, dia bernama yoona” jong woon memperkenalkanku kepada tuan hyun yang tak lain adalah teman aku…..

Kenapa ini semua bisa terjadi…… Tuhan sebenarnya apa rencanamu, baru saja aku berniat untuk melupakan khyuhyun , tapi kenapa sekrang dia menjadi bos ku….. tiiiiiiddddddaaaaakkkkkk mmmmuuuunnnnggggkkkkiiiinnnnn…………….

“ne.. jeuneun yoona imnida” Terasa berat sekali kepalaku menganguk di hadapan dia

“jong woon boleh tinggalkan kita berdua, aku akan interview yoona dahulu” senyuman manis itu ditujukan untuk jong woon apa untuk aku, ya tuhan jangan-jangan dia mau mengerjai aku.

Jong woong mengangguk dan meninggalkan ruangan, setelah pintu tertutup

“khyuhyun kenapa bisa kamu disini….” Aku merasa sedikit kesal melihat tatapannya yang begitu pura-pura so…manis di depan jong woon dan aku

HAHAHAHAHAHAHAH……….. Yoona… kita ketemu lagi….” Tampak girang sekali dia melihat wajahku yang kesal begini

“Katakan khyuhyun kalau semua ini bohong… kamu bukan direktur diperusahaan ini kan ?”

“kamu tak sopan sekali sama bos mu sendiri, bukankah kamu salah satu mahasiswa terbaik di kampus tapi kenapa gaya bahasa kamu sangat tidak sopan..”

Tegas sekali dia, ternyata disisi lain khyuhyun punya karismatik seorang direktur, tapi aku masih tetap tidak percaya kalau itu adalah khyuhyun

“Kenapa malah bengong begitu… tidak ada waktu  untuk itu kamu tau, dan saya tegaskan kita bekerja harus bersikap propesional.. menegerti yoona..!!”

“Ne Tuan hyun..” dia malah tersenyum lagi, awasss kau hyun kalau sampai kau mengerjain aku di tempat kerja, kau akan aku kasih pembalasan….

“Kenapa diam saja, ruanganmu disebelah ruangan saya” Ternyata dia memang sosok calon seorang presedir sungguh sangat tidak di sangka, aku melangkahkan kakiku dan membuka pintu tapi tiba-tiba

“Yoona..” dia memangilku, aku memalingkan wajahku

“Ne… tuan hyun”

“teayon akan menjadi sekertarisku besok dia mulai masuk, kita bisa bersama-sama lagi kan”

“Ne…araseo, aku permisi dulu tuan”

Aku menutup pintu ruangan khyuhyun yang tak lain mulai detik sekarang dia menjadi bos aku, aku membuka pintu ruanganku, aku melihat kearah sekitar dan sepertinya ini semua sudah dirapihkan, aku duduk di meja pribadiku saat itu aku ingat akan ucapan khyuhyun barusan bahwa teayon akan menjadi seketarisnya, ya tuhan mungkinkah khyuhyun memang masih suka dengan teayon, kenapa aku harus terlibat didalamnya….. apakah memang benar jika ini adalah takdir ku… L

Nah penasarankan bagaimana cerita selanjutnya.. hehe * benarkah teayon akan jadi sekertaris khyuhyun ?? dan benarkah cinta yoona bertepuk sebelah tangan pada khyuhyun ??? ikuti terus yach ceritanya ^^ so… sebelum meninggalkan para readers jangan lupa kasih komentarnya dan masukan lainnya dan semua itu akan membangunkan saya untuk membuat cerita yang lebih baik.. okokoko😀

Gamsahamnida… ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s